Jumat, 09 Mei 2014

PENDIDIKAN SEKS KEPADA ANAK



Salam hangat keluarga Indonesia... terima kasih sudah mau mampir di warung blogku....selamat membaca.

Apakah anda ciri orang tua yang takut membicarakan hal yang tabu kepada anak seperti seksualitas ? Bahasa apa yang cocok, atau sampai sejauh mana informasi tentang seksualitas harus diceritakan kepada anak.
Orangtua menganggap, untuk membicarakan seks dengan anak ketika dia telah dewasa, bahkan orang tua menyerahkan tanggung jawab itu kepada sekolah. Karena sebagian orangtua tidak tahu pengetahuan tentang seks. Padahal guru tidak bisa memberikan pendidikan seksualitas yang baik karena perhatiannya harus terbagi-bagi pada murid-murid yang lain.
Apakah anda bingung atau deg-degan, jikalau ditembak sejumlah pertanyaan dari anak anda tentang seks. Apa orangtua harus sekolah tinggi2 untuk mempelajari tentang seks ?, ada baik juga !! tapi tidak perlu, ada cara yang sederhana bagaimana kita bisa menjelaskan pendidikan seks kepada anak anda. Program2 pemerintah seperti poster tentang Say no to Sex dsb, bagi saya itu kurang efektif. Orang tua memainkan peranan penting dalam pendidikan seks kepada anak. Karena pendidikan seks dilakukan secara bertahap, bahkan sejak anak lahir.
Mengapa saya kata demikian ? karena sejumlah fakta di Indonesia, telah membuktikan, anak2 laki usia (6-8th) kebiasaan ketika mandi bersama suka bermain dengan alat kelaminnya bahkan saat buang air kecil dsb. Orangtua tak perlu takut jika melihat tingkah laku anak seperti itu. Tapi disini butuh pendekatan, dan kapan kita membicarakan soal seks kepada ? jawabannya kapan saja dan dimana saja dan harus dengan bijaksana membicarakan hal ini kepada anak. Untuk itu mari kita baca dengan seksama seputar kasus ini. Selamat membaca. Tuhan Yesus memberkati




Kapan Saja Bicara Seks pada Anak

Kebingungan orangtua wajar, mengingat masa kecilnyapun, banyak orangtua yang tidak mendapat pendidikan seks dari orangtua mereka. Budaya tabu membuat pendidikan seks tidak pernah disentuh pada zaman dulu. Karena itu ajarkan seks yang benar kepada anak anda. Anda tidak usah panik, dan membentak anak yang sedang memainkan alat genitalnya. Cukup terangkan bahwa itu perbuatan tidak baik. Jadi orang tua paling tidak harus tahu informasi2 tentang seks.

Apa yang sebaiknya kita lakukan ?

    Kesempatan emas yang bisa didapatkan misalkan bila anak melihat seorang ibu sedang menyusu bayinya. Dari pemandangan itu, orangtua bisa
menjelaskan mengapa perempuan mempunyai payudara yang besar, karena suatu saat berisi susu yang penting bagi bayi akan kesehatan tubuh bayi.
       Orangtua juga bisa memakai kesempatan mandi atau keramas rambut anak. “Orangtua dapat bilang pada anak, dulu waktu kecil, kamu tidak punya rambut. Sekarang kamu sudah besar; rambutmu sudah banyak ya. Kalau kamu lebih besar lagi, akan tumbuh rambut-rambut lain di ketiak dan di alat kelamin. Kalau anak laki-laki juga tumbuh jenggot dan kumis. Lihat saja ayah. Ayah sudah besar maka berkumis,”
       Pada tahap bayi berumur 0-18 bulan, bayi harus mendapat kasih sayang dari orang tuanya. Hal ini menjadi penting bagi perkembangan emosinya. Anak juga diajar kebersihan tubuh seperti mandi, basuh, dan kesehatan.” Usia 18 – 3 th (rasa ingin tahu), anak harus dijelaskan alat kelaminnya. Contoh : anak senang membersihkan telinganya menggunakan cotton bud. Jelaskan pada anak mengorek-ngorek kuping itu memang enak tetapi kalau tidak hati-hati bisa lecet. Contoh lain : saat ibu dan anak sedang bersama dan melihat cicak lagi kawin. Jelaskan : “lihat tu cicak sedang kawin supaya mereka bisa mendapat keturunan atau anak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar