AYO NGAKU SALAH
Salam hangat keluarga Indonesia, senang sekali bisa
menjumpai Anda semua lewat blog artikel ini. Anda sebagai orangtua harus
mengetahui bahwa hal sekecil apapun bisa berpengaruh bagi tumbuh dan kembang
anak. Langsung saja yahh kita membahas masalah perkembangan anak sesuai tema
diatas.
Komunikasi orangtua dan anak itu
penting tapi komunikasi menjadi masalah serius jika tidak bijak dalam
menggunakannya.
Memaksa anak mengakui kesalahan
karena memang ia bersalah atau ia tidak sengaja melakukannya. Hal yang wajar
kalau orangtua berusaha mencari kebenaran dengan menanyai anak apakah ia
dibalik semua masalah ini atau tidak. Apalagi orangtua yang sudah terlanjur
kecewa dengan sikap anaknya sehingga kalau sering terjadi masalah malah anaknya
yang dituduh t’rus menerus tanpa mendengarkan penjelasan yang baik dari anak
apakah ia melakukannya atau tidak.
Kalau begitu bagaimana akibatnya
terhadap perilaku anak :
Pintar Memutarbalikkan
Fakta
Memaksa anak
mengaku salah hanya membuatnya ketakutan dan menumbuhkan rasa tak dihargai.
Akibatnya, ia bukan mengaku, malah mencari kambing hitam atau memanipulasi
keadaan yang sebenarnya. Jika hal ini terus berlangsung dalam waktu lama, anak
akan tumbuh menjadi pribadi yang tidak bijaksana dan suka memaksakan kehendak,
termasuk memaksa orang/anak lain untuk mengaku salah. Terlebih bila ia memiliki
sifat pendendam, maka ia akan melampiaskan apa yang dirasakannya itu kepada
orang lain karena ia tak berdaya untuk melakukannya terhadap orang tuanya.
Merasa Bersalah &
Rendah diri
Bisa jadi pula
anak akan merasa takut dan enggan untuk mencoba segala sesuatu yang baru bagi
dirinya. Terlebih jika lingkungan membuat anak merasa tidak kompeten dan gagal
mengembangkan inisiatifnya, maka yang
muncul adalah rasa bersalah dan rendah diri. Kelak ini akan mempengaruhi
perkembangan rasa kompeten dalam diri anak, terutama saat menyelesaikan
tugas-tugas.
Hal
ini menunjukkan ketidakmampuan orang tua untuk berkomunikasi terbuka dengan
anak.
APA YANG SEBAIKNYA
DILAKUKAN???
ü Mengerti akan perasaan anak agar tumbuh rasa amanya (Kebutuhan Motivasi Maslow)
ü
Introspeksi diri. Remember, orangtua adalah model utama
peniruan anak. Jika Anda salah akuilah dan minta maaf pada anak anda. (catatan : mengaku
salah di anak bukan masalah harga diri Anda tapi masalah kepribadian yang patut
dicontohi anak)
ü Ajak anak untuk duduk bersama dan berbicara baik-baik. Cari
akar permasalahannya dan pelanjari, langkah-langkah bijaksana untuk
mengatasinya. Bila ia salah beri ia pemahaman akan hal yang sebenarnya. Contoh : Nak,
menyontek itu tidak baik, karna bukan hasil kerja kita meskipun dapat nilai
100..coba anakku yang baik tidak menyontek dan dapat nilai seratus..pasti adik
senang sekali kan karena itu hasil kerja keras adik.
ü Pahami anak dan terimalah bahwa anak bersalah. Karena melalui
masalah, anak akan belajar dari kesalahannya. Kalau kita tidak mau memahami
perasaan anak dengan baik..malah kesalahan bukan dijadikan anak sebagai
pelajaran melainkan sebagai masalah besar yang harus ditutupi.
Demikianlah
pembahasan kita sampai disini..selamat berjuang dalam mendidik buah hati anda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar