Kamis, 15 Mei 2014

MEMAKSA ANAK MENGAKU SALAH



AYO NGAKU SALAH

            Salam hangat keluarga Indonesia, senang sekali bisa menjumpai Anda semua lewat blog artikel ini. Anda sebagai orangtua harus mengetahui bahwa hal sekecil apapun bisa berpengaruh bagi tumbuh dan kembang anak. Langsung saja yahh kita membahas masalah perkembangan anak sesuai tema diatas.
            Komunikasi orangtua dan anak itu penting tapi komunikasi menjadi masalah serius jika tidak bijak dalam menggunakannya.
            Memaksa anak mengakui kesalahan karena memang ia bersalah atau ia tidak sengaja melakukannya. Hal yang wajar kalau orangtua berusaha mencari kebenaran dengan menanyai anak apakah ia dibalik semua masalah ini atau tidak. Apalagi orangtua yang sudah terlanjur kecewa dengan sikap anaknya sehingga kalau sering terjadi masalah malah anaknya yang dituduh t’rus menerus tanpa mendengarkan penjelasan yang baik dari anak apakah ia melakukannya atau tidak.
           
Kalau begitu bagaimana akibatnya terhadap perilaku anak :
Pintar Memutarbalikkan Fakta
Memaksa anak mengaku salah hanya membuatnya ketakutan dan menumbuhkan rasa tak dihargai. Akibatnya, ia bukan mengaku, malah mencari kambing hitam atau memanipulasi keadaan yang sebenarnya. Jika hal ini terus berlangsung dalam waktu lama, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang tidak bijaksana dan suka memaksakan kehendak, termasuk memaksa orang/anak lain untuk mengaku salah. Terlebih bila ia memiliki sifat pendendam, maka ia akan melampiaskan apa yang dirasakannya itu kepada orang lain karena ia tak berdaya untuk melakukannya terhadap orang tuanya.

Merasa Bersalah & Rendah diri
Bisa jadi pula anak akan merasa takut dan enggan untuk mencoba segala sesuatu yang baru bagi dirinya. Terlebih jika lingkungan membuat anak merasa tidak kompeten dan gagal mengembangkan inisiatifnya, maka yang  muncul adalah rasa bersalah dan rendah diri. Kelak ini akan mempengaruhi perkembangan rasa kompeten dalam diri anak, terutama saat menyelesaikan tugas-tugas.


Hal ini menunjukkan ketidakmampuan orang tua untuk berkomunikasi terbuka dengan anak.

APA YANG SEBAIKNYA DILAKUKAN???
ü    Mengerti akan perasaan anak agar tumbuh rasa amanya (Kebutuhan Motivasi Maslow)
ü   
      Introspeksi diri. Remember, orangtua adalah model utama peniruan anak. Jika Anda salah akuilah dan minta maaf pada anak anda. (catatan : mengaku salah di anak bukan masalah harga diri Anda tapi masalah kepribadian yang patut dicontohi anak)

ü     Ajak anak untuk duduk bersama dan berbicara baik-baik. Cari akar permasalahannya dan pelanjari, langkah-langkah bijaksana untuk mengatasinya. Bila ia salah beri ia pemahaman akan hal yang sebenarnya. Contoh : Nak, menyontek itu tidak baik, karna bukan hasil kerja kita meskipun dapat nilai 100..coba anakku yang baik tidak menyontek dan dapat nilai seratus..pasti adik senang sekali kan karena itu hasil kerja keras adik.

ü   Pahami anak dan terimalah bahwa anak bersalah. Karena melalui masalah, anak akan belajar dari kesalahannya. Kalau kita tidak mau memahami perasaan anak dengan baik..malah kesalahan bukan dijadikan anak sebagai pelajaran melainkan sebagai masalah besar yang harus ditutupi.

Demikianlah pembahasan kita sampai disini..selamat berjuang dalam mendidik buah hati anda. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar