KIKIR PUJIAN
Welcome to my blog..the
wonderfull of children..edisi kita hari ini berbicara tentang “Kikir Pujian”. Wah topik ini agar
sedikit pedas yahh…berbicara tentang kikir pujian bukan berarti anda kikir pada
anak anda seperti tidak memberi uang jajan, membeli pakaian. Tapi kikir pujian lebih
identik dengan orang tua yang lebih perhatikan perilaku buruk anak ketimbang
perilaku baik. Sehingga orangtua lebih akrab dengan hukuman ketimbang pujian.
DAMPAK
NEGATIF TERHADAP ANAK
USIA 0-12 BULAN : IKATAN KASIH SAYANG
TERHAMBAT
Masa bayi
adalah masa awal belajar segala sesuatu, termasuk emosi. Biasanya orangtua
memuji seraya tersenyum, ada rasa senang dan bangga yang terpancar. Ekspresi
positif tidak akan dapat dipelajari oleh bayi apabila ia tak pernah menerima
pujian. Selain itu, pujian dapat meningkatkan afeksi antara orangtua dengan
bayi. Jika ikatan ini hilang, maka kedekatan emosional orangtua dan bayinya
akan terhambat.
USIA 1-3 TAHUN : SULIT PERCAYA ORANG LAIN
Di usia ini anak
belajar mempercayai orang lain. Pembelajaran ini akan lebih mudah apabila orang
lain juga mempercayainya. Nah, dengan dipuji, anak merasa dipercaya bahwa ia
mampu melakukan yang baik dimata orang tuanya. Hal sebaiknya akan terjadi bila
orangtua tak pernah memuji; anak merasa tak dipercaya sehingga ia pun akan
sulit untuk percaya pada orang lain.
USIA 3-5 TAHUN : JADI RAGU DAN MALU
Anak tengah
mengembangkan kemandiriannya, seperti makan, mandi, berpakaian, dan tidur
sendiri. Jika tindakannya ini tidak dihargai dengan tidak adanya pujian dari
orangtua, maka bukan kemandirian yang akan berkembang. Justru yang akan muncul
adalah rasa ragu dan malu karena ia tak tahu apakah tindakannya benar atau
tidak.
USIA 6-12 TAHUN : MERASA TERTEKAN
Anak memasuki
dunia sekolah yang lebih berat. Untuk menghadapi tuntutan akademis . ia perlu
didukung suasana menyenangkan, termasuk pujian terhadap prestasi belajarnya.
Kalau tidak, ia akan merasa tertekan. Yang kemudian muncul adalah rasa rendah
diri karena ia merasa semua karyanya, terutama hasil belajarnya di sekolah, tak
dihargai orangtuanya selanjutnya akan berdampak pada prestasi belajar rendah.
APA YANG SEBAIKNYA
DILAKUKAN???
·
Mulailah
memberi pujian secara eksplisit dan jelas perilaku yang dipuji agar anak tahu
ia mendapat pujian karena apa. Dengan demikian ia akan belajar bahwa perilaku
tersebut disukai orangtua sehingga ia akan melakukannya kembali.
·
Pada anak usia
pra-sekolah, pujian bisa dipadukan dengan pemberian hadiah karena anak usia ini sudah mengerti konsep
hadiah. (Catatan : hendaknya memberi hadiah tidak
terlalu besar..misalkan member coklat yang kecil, esoknya lagi semakin besar
karena hadiah diberikan lebih, lebih, dan lebih dan pemberian hadiah
disesuaikan dengan minat atau kebutuhan anak..kalau ia suka coklat jangan anda
kasih dia permen..it’s so funny right???)
·
Kalau memberi pujian kepada bayi (usia 0-12 bulan),
berdasarkan perkembangan bahasa bayi mulai tertawa, mulai bercoleteh antara
9-12 bulan. Mereka berkomunikasi melalui bahasa tubuh seperti menangis, meraba,
gerakan. Jadi pujian yang tepat untuk usia ini adalah memeluknya,
menggendongnya sambil tersenyum.
Jadi, anak anda ingin mendapat pengakuan
dan perhargaan berupa pujian ang tulus dan tidak dibuat oleh orangtua.. selamat
berjuang mendidik buah hati anda.
By : Astian Leba (Mhs PAK)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar