Minggu, 25 Mei 2014

KEBUTUHAN FINANSIAL PENTING UNTUK ANAK



            Salam Peduli Karakter Anak

Seorang teman pernah bercerita, ketika dia akan berangkat kerja, anaknya menangis tidak mau ditinggal. “Kalau Ibu tidak kerja, ibu tidak mendapat uang. Kita tidak bisa membeli susu buat kamu,” bujuk sang ibu.
Tetapi, apa jawaban si anak? “Ibu enggak boleh kerja. Kalau mau beli susu, uangnya ambil saja di ATM,” ujar sang anak.
Contoh kecil di atas menujukkan pendidikan finansial yang seharusnya diajarkan kepada anak sejak kecil. Tujuannya menumbuhkan displin dan membantunya mengelolah uang yang tepat kelak.
Orangtua harus memberi contoh terlebih dahulu sebelum mengharapkan anak mampu memiliki kecerdasan dan ketrampilan finansial.
Contoh anak melek finansial: Anak “Ibu ini hasil tabunganku, pakailah ini untuk ibu bisa berobat ke dokter agar ibu cepat sembuh”. Ibu (menangis)..ohhh no..like TITANIC FILM. Pasti anda sebagai orangtua bangga kalau anak anda sudah mampu mengelolah uangnya sendiri dengan baik.

Apa yang sebaiknya dilakukan???
            Ada beberapa aspek harus diajarkan orangtua pada anak yakni uang, tabungan dan investasi, kekayaan, utang, kemapanan, dan ketidakpastian.
Uang. Anak usia tiga tahun sudah mengenal konsep jual beli. Mereka bisa menukarkan uang dengan berbagai benda yang mereka inginkan, seperti mainan, makanan, dan minuman.
“sebelum pergi ke pasar swalayan, orangtua harus terlebih dahulu menanyakan pada anak, apa saja yang ingin dibeli oleh anak. Jika anak ingin membeli coklat dan es krim yang harganya mencapai Rp. 5000, maka berilah anak uang Rp. 5000. Biarkan anak membawa dan membayar sendiri belanjaannya. Penekaan kepada anak. Kalau belinya pas Rp. 5000 berarti tidak boleh lebih dari Rp. 5000. Lakukan ini berulang2 setiap ada kesempatan agar anak mengerti konsep uang sebagai alat tukar. Hal ini mengajarkan tanggung jawab dan belanja menahan keinginan hingga uangnya cukup.     
Tabungan dan Investasi. Menabung berarti mengumpulkan uang untuk suatu tujuan tertentu dalam kurun waktu tertentu. Menabung bekaitan erat dengan kedisplinan. Sebelum usia sekolah, celengan bisa dijadikan sarana latihan.
Investasi berarti mengharapkan hasil atau keuntungan dari pokok yang ditanamkan. Ketika usia remaja, dia bisa diajak  berpikir bahwa uang yang dimilikinya bisa digunakan untuk sesuatu yang memberi keuntungan. Contoh : anak menggunakan uangnya untuk membeli buku cetak, keperluan pribadi dll.
Kekayaan. Penekanan kepada anak kekayaan adalah kepemilikan. Contoh : orangtua membelikan HP buat anaknya yg sudah remaja, tapi beberapa bulan kemudian anak merusakkan hp tersebut. Maka orang tua bisa mengambil kembali. Mengajarkan tanggung jawab anak untuk menjaga barang2 yang dimilikinya.
Utang. Utang diajarkan sebagai pinjaman atau menyewa, namun menuntut tanggung jawab. Saat anak sudah lulus SMA pengertian mengenai utang dapat dijelaskan. Contoh : kamu boleh beli barang dengan cara mencicil tapi untuk barang yang nilainya tinggi seperti rumah dll.
Kemapanan. Kemampuan seseorang untuk memenuhi semua kebutuhannya sesuai dengan standar hidupnnya, tidak bergantung pada pemberian oranglain.
Ketidakpastian. Persiapkan anak ketidak ia menghadapi ketidakpastian setelah ia lepas dari tanggung jawab  orangtua.
Caranya ketika anak sudah remaja, bicarakan masalah keuangan secara terbuka. Berpa penghasilan keluarga, berapa pengeluaran untuk berbagai kebutuhan seperti makanan, pakaian dll. biarkan anak berlatih mendapat uang saku sendiri.

            Mengajarkan anak menabung sejak kecil sudah memberikan nilai besar bagi si anak, orangtua dan masyarakat. Selamat berjuang mendidik buah hati anda.

By : Astian Leba (Mhs S1)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar