Senin, 05 Mei 2014

PEDULI USIA EMAS ANAK ANDA
EPS. PERKEMBANGAN ANAK USIA (4-6 th)

          Terima kasih bagi yang sudah mengungjungi blog saya u/ membaca artikel ini yang memuat sejumlah masalah perkembangan anak yang dikaji dengan pendekatan psikokologis dengan sumber-sumber buku yang terpercaya.
            Kita akan kembali membahas masa golden age anak usia 4-6 tahun, anda khususnya orangtua harus memahami seperti apa perkembangan anak di rentang usia ini dan stimulus apa yang berikan oleh orangtua kepada anak. Ada 6 hal yang saya kaji mengenai perkembangan anak diantaranya : Perkembangan Fisik, Perkembangan Motorik, Perkembangan Kognitif, Perkembangan Emosi dan Perkembangan Sosial.
a.      Perkembangan Fisik
Pada umumnya terjadinya perkembangan yang pesat pada sistem syaraf, otot-otot, dan kerangka tubuh. Tulang-tulang menjadi semakin padat dan keras. Asupan makanan sangat berpengaruh pada proses pematangan tulang ini.
Semua gigi susu telah tumbuh sehingga anak mulai dapat merobek dan menggigit makanan atau benda-benda lainnya. Anak yang berusia di atas 5 tahun tetapi masih suka menghisap ibu jari, dimungkinkan mengalami gangguan emosional.
Masalah penyakit anak usia ini biasanya hanya demand an flu biasa. Sedangkan pola tidur anak seringkali tidur sepanjang malam dan tidur singkat di siang hari. Anak juga mengalami terror mimpi ditengah malam dengan kondisi tegang diikuti dengan berteriak. Ketika bangun paginya, anak sudah melupakan terror mimpinya tersebut. Hal ini sebagai isyarat bahwa anak sedang mengalami kondisi tertekan karena irama tidur terganggu akan menghambat proses pertumbuhannya.
Stimulus yang diberikan : masalah pertumbuhan tulang penting untuk mengaktifkan kerja anak secara maksimal maka asupan gizi penting dan disarankan mengkomsumsi produk kemasan susu khusus u/ pertumbuhan tulang yang berstandarisasi; masalah menghisap ibu jari, sebenarnya kebutuhan oral anak / kebutuhan akan pemuasaan fisik belum terpuaskan saat pemberian ASI; masalah mimpi jangan khawatir, hindari tekanan sebelum anak istirahat dan buatlah dia merasa nyaman (lihat ekspresi wajahnya) terlebih dahulu sebelum tidur.

b.      Perkembangan Motorik
Usia ini anak sudah dapat mengancingkan baju dan mengikat tali sepatu mereka; berjalan secara tegak, lari, melompat, bersepeda roda tig, naik sepeda, naik pohon dan gesit  memanjat; anak menyukai sesuatu yang kreatif seperti menggambar, mewarnai, dan membuat benda-benda dengan bermain adonan roti
Stimulus yang diberikan : masa ini anak sedang mengembangkan bakatnya melalui ketrampilan motoriknya karena penting untuk melatih tubuh agar kuat sehingga mengoptimalkan akvitas kerja anak dengan baik. Saran saya bawa saja anak ke taman bermain anak-anak supaya anak anda bisa mengembangkan motoriknya, bermain ayunan, lempar bola, bersepeda, dll. tujuannya agar kemampuan otot-otot anak dan tulang berkembang dengan baik.
c.       Perkembangan Kemampuan Berbahasa
Umumnya anak lebih condong komunikasi bahasa tubuh seperti gerakan tubuh. 4 tahun anak teru berjuang dengan kesalahan2 tata bahasa dan ucapan. Diwaktu usia 4-5 tahun anak lebih banyak sebagai pendengar dan terus interaksi dengan orang lain. Anak-anak menyukai membaca dipangkuan orangtua. Umur 4-5 tahun anak dapat mengingat kata-kata pada cerita kesukaan mereka, mereka juga menyadari akan kesalahan orang dewasa yang ingin mengubah suatu cerita.
Stimulus yang diberikan :
Bangunlah komunikasi dengan anak setiap hari, dengan bercerita dengan dia sambil bermain, membacakan cerita, menonton film kartun kesukaanya. Komunikasi dengan penting untuk menambah kosa kata pada anak. Cerita fable, dongeng atau cerita2 anak lainya sangat baik untuk meningkatkan kemampuan bahasa anak.
(Catatan : jawabalah pertanyaan anak dengan lembut, jangan komunikasi dengan anak anda saat anda dalam keadaan marah, hindari malas ngobrol dengan anak anda setiap hari, bahasa harus sederhana)

d.      Perkembangan Kognitif
Usia ini disebut tahap pra-operasional, anak menggunakan simbol sebagai pengganti objek, orang dan peristiwa. Contoh : anak menjadikan boneka sebagai teman bermainnya. Anak menggunakan simbolik dalam berpikir, memecahkan masalah, dan aktivitas bermain kreatif.
Anak umur 3 tahun meletakkan boneka di tempat tidur kecil, kursi dan meja; 4 tahun, mengelompokkan benda-benda berdasarkan kesamaan warna bukan bentuk. 5 tahun anak mampu membedakan anjing, kucing dan bebek.
Usia ini anak bersifat egosentrik, menafsirkan sesuatu dari sudut pandangnya sendiri bukan persepsi orang lain (Teori Piaget) masih menjadi perdebatan.
Masa ini anak dipengaruhi oleh apa yang mereka lihat dan mereka dengar.
Stimulus yang diberikan :
Anak sedang berimitasi / meniru apa yang mereka dan mereka dengar, jadi butuh interaksi orangtua dengan anak. Mis. Anak bisa salah pengertian di film kartun “Tom and Jerry”, Tom pegang kayu sambil kejar Jerry untuk menangkapnya. Anak bisa salah persepsi dengan kayu tersebut, bisa saja benda2 tajam dan berbahaya digunakan anak karna salah persepsi apa yang di lihat dan ia dengar. Orangtua harus komunikasi ini dengan jelas pada anak.

e.      Perkembangan Emosi
Anak kecil lebih takut kepada benda-benda dibandingkan dengan bayi atau anak yang lebih tua. Usia antara 2 sampai 6 tahun merupakan masa puncak bagi rasa takut anak Karena anak lebih mengenal bahaya. Kelemahannya kurang pengalaman anak apakah itu berbahaya atau tidak. Anak sedang mencari tokoh panutan yaitu orangtua yang merupakan orang kepercayaan anak.
Kemarahan anak biasanya diekspresikan dalam bentuk tingkah laku agresif, seperti mainan dan ruang yang menjengkelkan dan cemburu dalam bentuk persaingan saudara sekandung.
Stimulus yang diberikan :
Beritahukan anak benda-benda yang berbahaya dan yang tidak dan bertahukan alasanya mengapa? Dan akibatnya apa?  Penting untuk menstabilkan emosi anak dengan baik untuk mengatasi rasa takut anak di usia ini yang mulai mengenal bahaya tapi kurang pengalaman.
Bermain, bercerita, menggambar adalah obat yang efektif untuk mengurangi kemarahan anak.

f.        Perkembangan  Sosial
Perkembangan usia disebut dengan masa Initiatif vs Guilt (Aktif dan tegas dalam mengeksprolasi dunia melalui imajinasi dan pengalaman).
Perasaan initatif meminta anak perhatian anak aktif mencari untuk menemukan siapa mereka dan apa yang dapat mereka lakukan. Usia 4-5 tahun anak mencari informasi yang luas tentang orang dan lingkungan dengn menanyakan banyak pertanyaan “mengapa”???.  Anak mengeksplorasi dunia melalui imajinasi yaitu dengan meniru model dari orangtuanya. Guilt / Rasa Bersalah adalah akibat dari perasaan initiatif ketika harapan anak untuk pertumbuhannya dihalangi oleh orangtua yang mengatur anaknya agar anaknya tidak menjadi anak2 yang buruk. Tahap ini anak mulai berpikir rasional tapi berdasarkan apa yang mereka lihat itu yang mereka percaya.
Stimulus yang diberikan :
Anak bersosialisasi dengan teman2 sebaya sambil bermain. Saran saya ajak anak bermain bermain bersama dengan anak tetangga.
Orangtua harus mengatasi rasa bersalah anak ketika anak sedang belajar bertingkah laku melalui dunia bermain dengan teman-teman sebanya.. mis. Papa dan Mama, percaya kamu bisa belajar menjadi anak yang baik dan Papa dan Mama yakin kalau kamu punya makanan lebih kamu bisa berbagi dengan teman kamu. Maka anak termotivasi untuk menjadi lebih baik.
Ciptakan komunikasi setiap hari, hindari marah tapi tegas dan konsisten.

Demikian pembahasan kita masa Golden Agen telah selesai, kirannya ini menjadi bahan evaluasi orangtua dalam melihat dan mengamati perkembangan anak. Salam hangat keluarga Indonesia.
By : Astian Leba (Mhs PAK)







Tidak ada komentar:

Posting Komentar