Sabtu, 17 Mei 2014

MEMILIH DAN MEMUTUSKAN UNTUK ANAK



MEMILIH DAN MEMUTUSKAN UNTUK ANAK

            Salam peduli anak se-Indonesia…terima kasih sudah mampir diBlogku..kita lansung saja membahas topik kita hari ini “Memilih dan Memutuskan Untuk Anak”. Wooow topik yg gimana sie? Waah pasti pada bingung yahhh..orangtua kan berperan sebagai motivator dan promotor, seharusnya orangtua yang menetapkan dan menentukan apa yang harus dilakukan anak..karna sebagian besar ortu berpikir bahwa anak belum berpengalaman, belum mandiri, belum dewasa sehingga anak yg sudah 6 SD masih sja diperlakukan sebagai anak kecil..wow..wow…wow…Misalkan “Nak pi pesta..kamu pakai baju ini..pasti cantik, dilihat indah o/ smua orang..; anak (dalam hati) : aduh tidak nyaman nie pakai baju ini..; mama : “kmu pake pita ini pasti bagus deeh.,, emmm, rambut kamu disisir begini yahhh dan diikat.., ummh jgn lupa pake sepatu mickey mouse ini saat pergi ke pesta…; anak (dalam hati) : aduh sya suka rambut seperti ini, sesak pake sepatu mickey; padahal aku suka sepatu kupu-kupu2..uhhh tidak nyaman (3X).

DAMPAKNYA TERHADAP ANAK

Tak terlatih mengenali kekuatan dan keterbatasan diri sendiri
Anak jadi mudah takut karena merasa tak berdaya dan tidak kompeten bila menghadapi tantangan ataupun saat melakukan suatu kegiatan. Akibatnya, ia bukan hanya tak dapat memenuhi tuntutan orangtua, bahkan untuk mencobanya saja sudah takut gagal duluan.

Kehilangan kesempatan belajar mandiri
Kebiasaan selalu tersedia dan serba cepat membuat anak tak berkesempatan mengalami kesalahan dan belajar dari kesalahan itu, terutama pada usia 2-5 tahun dimana anak mulai berinisiatif untuk mencoba-coba segala sesuatu dalam usaha mengerjakan tugas orang dewasa.

Merasa tak berharga dan rendah diri
Di rentang usia 6-12 tahun, anak tertarik melakukan kegiatan yang menghasilkan sesuatu dan mengharapkan pengakuan dari apa yang ia lakukan. Namun jika ia tak punya kesempatan untuk melakukannya karena orangtua meluluh atur anak ini yang begini-begitu..karna merasa anak belum mandiri…akibatnya, ia membandingkan dirinya dengan anak-anak lainnya yang lebih pintar sehingga ia merasa tak berharga dan rasa rendah diri menghambat perkembangannya kedepan

APA YANG SEBAIKNYA DILAKUKAN???
    Perhatikan kebutuhan perkembangan anak
*    Beri kesempatan pada anak belajar dari pengalamannya, merasakan apa itu kegagalan dan keberhasilan.
*    Beri dukungan emosional bagi setiap pengalaman yang dialaminya, semisalnya pujian ketika  ia bertindak mandiri
*    Dorong anak sejak dini untuk menentukan pilihannya sendiri. Misalnya, makanan apa yang ingin dimakannya, pakaian apa yang dikenakannya, dan permainan apa yang ingin dimainkannya.
*    Hindari sikap menguasai. Orangtua yang cenderung menguasai anak dengan memainkan anak dengan memainkan banyak peran dan mengomel memang akan menghasilkan anak yang taat, tetapi si anak jadi tak mandiri dan  tak kreatif

Tidak ada komentar:

Posting Komentar