MEMILIH DAN
MEMUTUSKAN UNTUK ANAK
Salam
peduli anak se-Indonesia…terima kasih sudah mampir diBlogku..kita lansung saja
membahas topik kita hari ini “Memilih dan
Memutuskan Untuk Anak”. Wooow topik yg gimana sie? Waah pasti pada bingung
yahhh..orangtua kan berperan sebagai motivator dan promotor, seharusnya
orangtua yang menetapkan dan menentukan apa yang harus dilakukan anak..karna
sebagian besar ortu berpikir bahwa anak belum berpengalaman, belum mandiri,
belum dewasa sehingga anak yg sudah 6 SD masih sja diperlakukan sebagai anak
kecil..wow..wow…wow…Misalkan “Nak pi pesta..kamu pakai baju ini..pasti cantik, dilihat indah
o/ smua orang..; anak (dalam hati) : aduh tidak nyaman nie pakai baju ini..;
mama : “kmu pake pita ini pasti bagus deeh.,, emmm, rambut kamu disisir begini
yahhh dan diikat.., ummh jgn lupa pake sepatu mickey mouse ini saat pergi ke
pesta…; anak (dalam hati) : aduh sya suka rambut seperti ini, sesak pake sepatu
mickey; padahal aku suka sepatu kupu-kupu2..uhhh tidak nyaman (3X).
DAMPAKNYA TERHADAP ANAK
Tak terlatih mengenali kekuatan dan keterbatasan diri
sendiri
Anak jadi mudah takut karena merasa
tak berdaya dan tidak kompeten bila menghadapi tantangan ataupun saat melakukan
suatu kegiatan. Akibatnya, ia bukan hanya tak dapat memenuhi tuntutan orangtua,
bahkan untuk mencobanya saja sudah takut gagal duluan.
Kehilangan kesempatan belajar mandiri
Kebiasaan selalu tersedia dan serba
cepat membuat anak tak berkesempatan mengalami kesalahan dan belajar dari
kesalahan itu, terutama pada usia 2-5 tahun dimana anak
mulai berinisiatif untuk mencoba-coba segala sesuatu dalam usaha mengerjakan
tugas orang dewasa.
Merasa tak berharga dan rendah diri
Di rentang usia 6-12 tahun,
anak tertarik melakukan kegiatan yang menghasilkan sesuatu dan mengharapkan
pengakuan dari apa yang ia lakukan. Namun jika ia tak punya kesempatan untuk
melakukannya karena orangtua meluluh atur anak ini yang begini-begitu..karna
merasa anak belum mandiri…akibatnya, ia membandingkan dirinya dengan anak-anak
lainnya yang lebih pintar sehingga ia merasa tak berharga dan rasa rendah diri
menghambat perkembangannya kedepan
APA YANG SEBAIKNYA DILAKUKAN???
* Perhatikan kebutuhan perkembangan anak
* Beri kesempatan pada anak belajar dari pengalamannya,
merasakan apa itu kegagalan dan keberhasilan.
* Beri dukungan emosional bagi setiap pengalaman yang
dialaminya, semisalnya pujian ketika ia
bertindak mandiri
* Dorong anak sejak dini untuk menentukan pilihannya
sendiri. Misalnya, makanan apa yang ingin dimakannya, pakaian apa yang dikenakannya,
dan permainan apa yang ingin dimainkannya.
* Hindari sikap menguasai. Orangtua yang cenderung menguasai
anak dengan memainkan anak dengan memainkan banyak peran dan mengomel memang
akan menghasilkan anak yang taat, tetapi si anak jadi tak mandiri dan tak kreatif
Tidak ada komentar:
Posting Komentar