Salam
Kid’s Parents
Sengaja atau tidak sengaja, orang tua
ingin mempermalukan anaknya dengan membenarnya dirinya, Papa/Mama yang paling
tahu dan paling benar, yakni
mengungkit-ngunkit catatan kesalahan yang pernah anak kita buat baik itu yang
memalukan bagi anak kita sendiri atau yang mencelakakan orang lain. Contohnya
“Tuh kan Papa/Mama bilang apa ? kamu nggak dengerin orang tua sih, lihat kaca
rumah tetangga kita pecah, karna ulah mu,
main bola karet, tendang sampai kena kaca orang hingga pecah. Lihat tu
tuannya marah sama kamu. Dasar anak bandel.”
Kita mengira dengan mengungkit masa
lalunya didepannya maupun didepan banyak orang baik sengaja atau tidak sengaja
ingin mempermalukan anak kita atau lantaran kesal dengan anak kita. Sehingga
kita, ngomong dari A-Z tentang kesalahan anak kita yang dia buat in last time.
Akan membuat anak belajar dari masalah.
Tetapi, yang terjadi malah sebaliknya. Ia
akan sakit hati dan berusaha mengulangi kesalahan-kesalahannya sebagai tindakan
pembalasan dari sakit hatinya.
Further more, kita membahas masalah
ini..Good Reading..GBU
Mengungkit Kesalahan Masa Lalu
Jikalau kebiasaan ini terus-menerus
membuat anak kita menjadi kebal dalam hal mendengar perkataan kita. Memang
didepan kita, ia setuju, tapi diluar sana
anak berbuat lain.
Apa yang sebaiknya kita lakukan ?
Cukup dengan tatapan mata,
rangkul anak kita.ikutlah berempati dengan anak kita sampai ia mengakui
kesalahannya. Ucapkan pernyataan seperti ini, “Ya, sayang kita semua manusia
biasa, setiap orang pasti pernah keliru dan salah. Papa/Mama yakin ini adalah
pelajaran berharga buat kita semua dan mulai besok kamu bisa memutuskan yang
terbaik.
Kalau dia, melakukan kesalahannya yang sama, cukup beri
anggukan kepala serta pujian : “Papa/Mama bangga kamu bisa menemukan hal yang
positif atau baik dari kejadian yang kamu alami.” Jika ini kita lakukan maka
selanjutnya ia akan lebih mendengar nasiht kita. (Ingat peryataan ini
disesuaikan dengan tingkat perkembangan bahasa tiap usia anak).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar