Selasa, 27 Mei 2014

MENYAYANGI WAJAR, HINDARI MEMANJAKAN



Salam, Kids’parents

Perkembangan sosial-ekonomi, ilmu pengetahuan serta wawasan baru yang terjadi selama ini, berpengaruh pada struktur kehidupan keluarga. Semakin banyak orangtua yang waktunya habis di luar rumah untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Bagi orangtua yang keduanya bekerja penuh, kebanyakan lantas menitipkan anaknya kepada ibu pengganti. Bisa kepada nenek, atau menggaji pengasuh anak. Kondisi semacam ini dialami oleh keluarga terutama di kota-kota besar. Tentu saja pola pengasuhan anak seperti ini menimbulkan banyak problem.

Hal yang terpenting disini adalah, bagaimana orangtua ditengah kesibukan mereka tetap memberikan kasih sayang kepada anak mereka. Menyayangi adalah tidak identik dengan memanjakan. “Jangan memanjakan anak sebagai imbalan atas hilangnya waktu bersama anak akibat kesibukan orangtua. Apalagi memanjakan anak karena merasa berdosa, karena meninggalkan anak seharian.

Mungkin anda sebagai orangtua sangat sayang sekali dengan anak anda, yang adalah sewata wayang, anak yang istimewa, yang cacat dsb. Okey, saya tidak memaksakan ! tapi Kasih sayang kepada anak harus pas tidak boleh berlebihan dan tidak boleh kekurangan, kedua-keduanya bisa akan bearkibat fatal.

Lebih lanjut kita membahasa secara bersama-sama masalah tingkah laku dan cara yang tepat dalam pola pengasuhan anak seperti masalah diatas.

Selamat membaca..........Tuhan Yesus Memberkati




Menyayangi Anak Wajar, Hindari Memanjakan



Kasih Sayang dan proteksi yang berlebihan, ada dua macam, yakni karena orangtua benar-benar sayang kepada anaknya, sedangkan yang kedua, orangtua memproteksi anak untuk menutupi perasaan bermusuhan atau penolakan anak. “Proteksi dan kasih sayang yang berlebihan, seperti menuruti semua keinginan anak, dapat berakibat anak mengalami kesulitan disekolah, berkawan dan minat terhadap kegiatan sosial di luar rumah. Pemanjaan yang berlebihan akan membuat anak selalu ia tergantung, tidak mandiri, dan selalu menuntut untuk dipenuhi permintaannya. Perilakunya cenderung sulit dipahami, harapan dan keinginannya menjadi mutlak harus dipenuhi, hubungan sosial di luar rumah selalu bermasalah karena ia cenderung untuk tidak mengikuti keinginan dan kebutuhan kelompok.



Apa yang sebaiknya kita lakukan ?



Ada beberapa hal yang bisa dilakukan dalam keluarga, guna meredam kemanjaan anak. Antara lain, orangtua bisa mengembangkan rasa kasih sayang yang berimbang dengan memberikan kesempatan anak-anak menunjukkan kasih sayang dan terlibat dalam seluruh urusan keluarga. Contoh misalnya : “Anakku sayang, tolong mama lipat bajunya seperti ini caranya” ; “Anakku sayang, ayo kita sama2 masukan mainan2 itu di dalam dos”. Contoh dalam urusan keluarga : “Anakku sayang, bantuin mama taruh makanan ini di dalam tempatnya untuk kita bawah untuk oma yang sedang sakit”, ; “Anakku sayang, kita beli kado apanya buat papa yang hari ini ulang tahun”, ; Anakku sayang, tolong mama ambilin obat didalam tas mama”. Sesuaikan dengan usia anak!!

Upaya ini dalam usaha pendewasaan dan pengembangan kemandirian anak sehingga anak-anak secara bertahap mampu melepaskan diri dari ketergantungan serta perlindungan yang mutlak dari orangtua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar