Salam,
Kids’parents
Perkembangan
sosial-ekonomi, ilmu pengetahuan serta wawasan baru yang terjadi selama ini,
berpengaruh pada struktur kehidupan keluarga. Semakin banyak orangtua yang
waktunya habis di luar rumah untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
Bagi orangtua yang
keduanya bekerja penuh, kebanyakan lantas menitipkan anaknya kepada ibu
pengganti. Bisa kepada nenek, atau menggaji pengasuh anak. Kondisi semacam ini
dialami oleh keluarga terutama di kota-kota besar. Tentu saja pola pengasuhan
anak seperti ini menimbulkan banyak problem.
Hal yang terpenting
disini adalah, bagaimana orangtua ditengah kesibukan mereka tetap memberikan
kasih sayang kepada anak mereka. Menyayangi adalah tidak identik dengan
memanjakan. “Jangan memanjakan anak sebagai imbalan atas hilangnya waktu
bersama anak akibat kesibukan orangtua. Apalagi memanjakan anak karena merasa
berdosa, karena meninggalkan anak seharian.
Mungkin anda sebagai
orangtua sangat sayang sekali dengan anak anda, yang adalah sewata wayang, anak
yang istimewa, yang cacat dsb. Okey, saya tidak memaksakan ! tapi Kasih sayang
kepada anak harus pas tidak boleh berlebihan dan tidak boleh kekurangan,
kedua-keduanya bisa akan bearkibat fatal.
Lebih lanjut kita
membahasa secara bersama-sama masalah tingkah laku dan cara yang tepat dalam
pola pengasuhan anak seperti masalah diatas.
Selamat membaca..........Tuhan
Yesus Memberkati
Menyayangi Anak
Wajar, Hindari Memanjakan
Kasih Sayang dan proteksi
yang berlebihan, ada dua macam, yakni karena orangtua benar-benar sayang kepada
anaknya, sedangkan yang kedua, orangtua memproteksi anak untuk menutupi
perasaan bermusuhan atau penolakan anak. “Proteksi dan kasih sayang yang
berlebihan, seperti menuruti semua keinginan anak, dapat berakibat anak
mengalami kesulitan disekolah, berkawan dan minat terhadap kegiatan sosial di
luar rumah. Pemanjaan yang berlebihan akan membuat anak selalu ia tergantung,
tidak mandiri, dan selalu menuntut untuk dipenuhi permintaannya. Perilakunya
cenderung sulit dipahami, harapan dan keinginannya menjadi mutlak harus
dipenuhi, hubungan sosial di luar rumah selalu bermasalah karena ia cenderung
untuk tidak mengikuti keinginan dan kebutuhan kelompok.
Apa
yang sebaiknya kita lakukan ?
Ada beberapa hal yang bisa
dilakukan dalam keluarga, guna meredam kemanjaan anak. Antara lain, orangtua
bisa mengembangkan rasa kasih sayang yang berimbang dengan memberikan
kesempatan anak-anak menunjukkan kasih sayang dan terlibat dalam seluruh urusan
keluarga. Contoh misalnya : “Anakku sayang, tolong mama lipat bajunya seperti
ini caranya” ; “Anakku sayang, ayo kita sama2 masukan mainan2 itu di dalam
dos”. Contoh dalam urusan keluarga : “Anakku sayang, bantuin mama taruh makanan
ini di dalam tempatnya untuk kita bawah untuk oma yang sedang sakit”, ; “Anakku
sayang, kita beli kado apanya buat papa yang hari ini ulang tahun”, ; Anakku
sayang, tolong mama ambilin obat didalam tas mama”. Sesuaikan dengan usia
anak!!
Upaya ini
dalam usaha pendewasaan dan pengembangan kemandirian anak sehingga anak-anak
secara bertahap mampu melepaskan diri dari ketergantungan serta perlindungan
yang mutlak dari orangtua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar