Sabtu, 03 Mei 2014

PEDULI USIA EMAS ANAK ANDA ESP. USIA ANAK (0-3THN)

Welcome to the Golden Age (0-6th)

Terima kasih bagi para pembaca setia khususnya orang tua untuk tidak melewatkan artikel ini yang menulis masalah-masalah perkembangan anak dan dikaji secara psikologis.

Saat ini anda sedang memasuki masa Golden Age atau Usia Emas (0-6th) anda akan mengetahui perkembangan anak anda yang sesungguhnya di usia emasnya. Hal ini sangat penting u/ anda baca dengan seksama bahwa pentingnya anda khususnya orangtua memberikan rangsangan atau stimulus pada anak sesuai dengan perkembangannya kalau tidak maka anak akan mengalami masalah perkembangan ketika anak tumbuh besar.
Contoh : perkembangan kognitif anak usia 4 thn : anak mulai mengelompokkan benda-benda yang warnanya sama. Jikaulau orang tua tidak menyediakan stimulus seperti membelikan mainan balok berwarna maka anak akan sulit membedakan atau menggambarkan suatu objek kedepannya.

Dibawah ini saya akan menguraikan perkembangan anak usia (0-3thn) : Perkembangan Fisik, Perkembangan Motorik, Perkembangan Perilaku Adaptif, Perkembangan Kemampuan Bahasa, Perkembangan Sosial-Pribadi, dan Perkembangan Kognitif.

a. Perkembangan Fisik
Pada umumnya perkembangan fisik meliputi pertambahan berat dan tinggi badan. Terpenting disini faktor yang memperngaruhi perkembangan fisik yaitu faktor keturunan dan lebih penting lagi faktor asupan gizi.

Stimulus yang Orangtua harus berikan :
(khusus untuk asupan gizi yang baik buat bayi anda di usia 0-3 th; lebih baik konsultasi dengan dokter gizi; makanan2 yg tepat u/ bayi anda, makanan2 yang tanpa mengandung bahan kimia atau bahan pengawet; bisa juga produk kemasan makanan bayi yang berstandar kesehatan.



b. Perkembangan Motorik
Perkembangan motorik diawali oleh kemampuan mengontrol gerakan kepala, kemudian kemampuan u/ duduk, kemampuan u/ berguling, kemampuan berdiri, berjalan, serta kemampuan memanipulasi (memijit-mijit).
Perkembangan motorik bayi usia 4 minggu sampai dengan 12 bulan adalah kelenturan kepala, leher yang kuat, tangan yang menggenggam, mampu meraih kubus, meraup butiran-butiran kecil, bayi mulai mampu duduk sendiri, bisa menghentakkan kaki, melepaskan benda perlahan-lahan, 12 bulan bayi mulai berjalan dengan dipegangi, mulai menjelajah. Usia 1 tahun, anak anak mulai mampu berjalan sendiri, mampu duduk sendiri, dan menyusun 3 kubus membentuk menara. Pada usia 2 tahun, anak sudah mampu berlari, membangun menara dari enam kubus. Ketika usia 3 tahun anak sudah mampu berdiri di atas satu kaki, membangun menara dari 20 kubus.

Stimulus yang Orangtua harus berikan :
jangan kuatir, jika anak belajar berjalan, duduk diatas kursi (itu anak sedang berkembang), dan sediakan kursi kecil untuk bayi anda, sebaiknya anda menyediakan permainan yang tidak berbahaya atau meruncing, lebih baik permainan kubus (warna-warni), agar anak belajar menyusunnya dengan baik. Karna anak sedang menjelajah, perlu anda menyediakan stimulus yang baik dan jangan mengalihkan perhatian anak anda ketika anak sedang serius bermain kecuali anda menemaninya.

c. Perkembangan Kemampuan Berbahasa
Perkembangan bahasa anak usia 4 minggu keluarnya suara-suara kecil dari tenggorokan, mulai tertarik pada suara bel. 12 minggu anak mulai menyetujui dengan menggannguk kepala dan tersenyum. 16 minggu anak mulai tertawa, suara vokal yang ramah, senang. 24 minngu degukan mulai menjadi ocehan, mulai muncul suara ma, mu, da, di. 28 – 40 minggu anak mulai mengeram, mampu menyuarakan keinginannya, melakukan pengulangan kata, mampu mengucapkan satu kata, mampu menyebutkan namanya. 12 – 18 bulan anak mampu menyebutkan dua kata atau lebih, mampu menyebutkan nama gambar. Usia 2 tahun – 30 bulan, bertambahnya kosa kata setiap hari, ucapan (dua-lima kata), pemahaman terhadap bahasa orang dewasa masih terbatas, biasanya paham apa yang dikatakan orang. Ketika usia tigas tahun jumlah kosa kata mencapai 1000 kata.

Stimulus yang harus Orangtua berikan :
Ajak anak bermain bersama anak-anak yang sebaya dengan anak anda u/ menambah kosa kata baru dalam bersosialisasi bahkan bawa anak u/ mengenali lingkungan sekitar, sediakan buku cerita bergambar (penuh warna), buku gambar yang mengenalkan berbagai benda / bentuk, sekaligus anak belajar menyebutkan nama gambar sambil menambahkan kosa kata yang baru.

d. Perkembangan Sosial-Pribadi
Perkembangan sosial anak usia 0-1 tahun (Trust Vs Mistrust) : Percaya bahwa dunia bersahabat, mantap dan aman. Perasaan percaya bayi berkembangan melalui kepedulian sosial dan kenikmatan yang diberikan kepada orang yang mengasuhnya. Usia 2-3 tahun autonomy vs doubt (mengontrol diri vs keraguan). Contoh : orangtua membuat tuntutan bahwa anak latihan buang air besar. Apakah anak mampu mengontrol diri mereka atau mereka perlu dikontrol oleh orang lain (doubt/keraguan). Kehangatan dan penerimaan orangtua barangkali u/ mengatur lingkungan sehingga anak mengalami sukses dan perasaan autonomy, sedangkan kalau dengan cara kekerasan dan kontrol yang berlebihan mis “pukul anak, buang air besarnya di kloset bukan dilantai (suara keras dan marah) dapat meningkatkan perasaan bersalah anak sehingga anak mulai mengembangkan rasa malu dan ragu-ragu terhadap kompetensinya.

Stimulus yang harus Orangtua berikan :
Kontak sangat penting u/ mengembangkan rasa aman dan rasa percaya dalam diri anak (memeluk, merangkul, mencium, memberikan ASI, menyuapi makanan, bermain bersama anak). Berikan mereka kesempatan u/ belajar mandiri dari hal-hal yang kecil di usia tahun ke 2 dan ke 3 mis, menyusun kembali balok yang berantakan (lebih baik sediakan permainan ini), menuang air ke gelas plastik (dibimbing) dll.

e. Perkembangan Emosi
Selama 3-4 bulan pertama, merapatnya kelopak mata, meningginya detak jantung, dan meledaknya tangisan sebagai respon rasa nyeri, dingin, dan lapar. 4-10 bulan, muncul emosi baru : marah, terkejut, dan sedih, dan rasa takut. Malu dan mengelak (6 dan 8 bulan). Perasaan bersalah anak muncul ketika usia 2 tahun.
Komunikasi bayi rasa senyum akan perasaan kehangantan dan kepedulian yang didapat, sedangkan menangis mengkomunikasikan kesedihan dalam bentuk kemarahan atau luka.

Stimulus yang harus Orangtua berikan :
Orangtua harus peka dengan tangisan anak, jangan marah sama anak anda, menangis bisa berupa tanda lapar, kesal, atau takut. Cepat respon terhadap tangisan bayi yang tepat. Ajar anak menaruh perhati, membantu satu sama lain melalui contoh-contoh cerita buku bergambar (berwarna), nyanyian, menari (video kaset lagu anak2), dan kegiatan lainya.

f. Perkembangan Kognitif
Perkembangan tahun pertama, berkembangnya konsep kepermanenan objek. Kenyakinan bahwa objek tetap ada walaupun tidak tampak. 6 bulan bayi mulai mencari objek / benda yang tersembunyi mis mainan yang jatuh dibawah kolong meja. 7 atau 8 bulan, ketakutan bayi akan wajah dan tempat baru, dan menangis ketika pengasuh/ibu meninggalkan kamar. Akhir tahun ke-2, bayi akan mencari dan menemukan barang-barang yang hilang.
Bayi juga dapat menangkap objek / benda dan kualitas seperti warna, kedalaman dan bentuk. Kemampuan mengelompokkan benda yang sama. Umur 2 tahun anak menggunakan mainan sebagai simbol mis boneka sebagai bayi. Umur 3 tahun anak menggunakan imajinasi mewakili pikiran untuk membuat gambar.

Stimulus yang harus Orangtua berikan :
Sediakan buku bergambar, sehingga anak belajar mewarnai, menghubungkan garis-garis sehingga membentuk suatu gambar, sediakan permainan balok / permainan menyusun benda (warna). Tujuan melatih kemampuan berpikir logis dan kemampuan memecahkan masalah.

Demikianlah, pembahasan kita sampai sini, semoga ini menjadi bahan untuk dipelajari orangtua dalam menstimulus perkembangan anak sesuai dengan usianya masing-masing.
By : Astian (Mhs PAK)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar