TIDAK MEMBERI KESEMPATAN BERBICARA
Salam peduli karakter anak..terima kasih sudah mau mampir di
blogku..saya hanya numpang lewat..just bagi-bagi ilmu berdasarkan observasi dan
penilitian kepustakaan. Our topic is Don’t Give The Chance to Speak…bagaimana
sie..? bangsa kita kan bangsa demokratis mengutamakan kebebasan dalam
berpendapat..sayang sekali kalau orangtua tak memberi kesempatan kepada anak
untuk mengungkapkan apa yang ia pikirkan..orangtua pasti berpikir “Ni anak
pasti banyak maunya” dan bahkan sengaja atau tidak sengaja menutup kedua
telinga / tidak mau mendengar perkataan anak.
Dampak pada Anak
- · Cenderung pasif dan apatis. Atau sebaliknya, jadi agresif sebagai bentuk protes atas batasan-batasan yang diberlakukan orang tuanya.
- · Kehilangan waktu untuk memperoleh pengalaman berkomunikasi yang baik dan efektif. Apalagi di usia 3-5 tahun, pengalaman berbicara menjadi modal yang diperlukan anak saat ia mulai bersosialisasi ke luar rumah, terutama dengan anakp-anak sebayanya.
- · Kesulitan bersosialisasi dengan teman-teman sebaya (dan selanjutnya masyarakat luas) dapat terus berlanjut sampai anak masuk usia sekolah. Anak juga tak memiliki kesempatan untuk menjalin persahabatan membutuhkan proses pengungkapan diri terus-menerus yang selama ini tak berkembang di dalam keluarganya.
- · Merasa tak punya hak bicara. Akibatnya, saat ia memiliki kesempatan untuk berbicara dengan orang tua maupun orang lain, ia akan cenderung memotong pembicaraan orang karena merasa itulah waktunya yang tepat untuk berbicara.
DIAM..JANGAN BANYAK NGOMONG
Orang
tua yang otoriter sering menetapkan batasan-batasan yang sempit dan tak memberi
peluang kepada anak-anak untuk berbicara.
Apa yang sebaiknya dilakukan???
- · Hilangkan pola asuh otoriter
Anak perlu
didengarkan untuk diketahui perasaan dan masalah yang dihadapinya. Jika anak
telah membicarakannya, diharapkan ia dapat dibantu untuk menghadapinya.
- · Sediakan waktu khusus
Komunikasi
dua arah antara orangtua dengan anak terhalangi oleh tuntutan orangtua untuk
bekerja diluar (dari pagi sampai malam) ketika pulang kantor anaknya udah pada
tidur..ZZZzzzZZZZ. solusinya sediakan waktu khusus buat anak anda seperti pada
hari minggu / hari libur…anda bisa pergi berjalan-jalan dengan anak anda dan
berbagi cerita dengan dia sambil mendengarkan ungkapan isi hatinya..
- · Learn to be a Listener / Belajar menjadi Pendengar
Seringlah
ngobrol dengan anak anda, ciptakan suasana yang nyaman saat pembicaraan sedang
berlangsung..yah topik pembicaraan bias diselipin kata-kata humor, teka-teki
yang mengudang anak untuk senang ngobrol..sehingga secara tidak sadar anak akan
mengeluarkan pendapatnya.
Jadi,
member kesempatan anak u/ berbicara merupakan pembentukan konsep diri positif
pada anak merasa dihargai. Selamat berjuang mendidik buah hati anda.
By : Astian Leba (Mhs PAK)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar