Sabtu, 05 Juli 2014

HARGA DIRI SEHAT VS HARGA DIRI BURUK



MENUMBUHKAN RASA HARGA DIRI YANG SEHAT
DALAM DIRI ANAK-ANAK

            Harga diri adalah sikap sikap atau pendapat seseorang tentang dirinya sendiri. Orang yang punya harga diri yang sehat menghargai diri mereka sendiri. Mereka dapat mengendalikan tingkahlaku mereka. Mereka yakin tentang keputusan-keputusan mereka, mereka dapat menerima kritikan yang membangun.
            Orang dengan rasa harga diri yang buruk mempunyai rasa hormat yang rendah terhadap dirinya sendiri. Mereka tidak yakin dengan tindakan-tindakan dan keputusan-keputusan mereka, mereka mengalami kesulitan belajar, mereka merasa tidak aman, mereka tidak punya ketekunan, mereka menyalahkan orang lain kalau ada yang tidak beres dengan mereka, melihat dunia sebagai tempat yang menakutkan, menganggap diri mereka sebagai kegagalan, tidak mau mencoba segala sesuatu yang baru, menghindari keikutsertaan.
            Ada bukti-bukti yang menunjukkan adanya hubungan antara harga diri yang buruk dengan penyalahgunaan obat-obatan terlarang dan alkohol. Anak-anak remaja yang mempunyai harga diri yang baik membuat mereka lebih kuat melawan tekanan teman sebaya. Sedangkan anak-anak remaja yang mempunyai rasa harga diri yang buruk membutuhkan persetujuan rekan-rekan sebayannya dengan cara mengikuti arus gerombolan itu.




APA YANG SEBAIKNYA DILAKUKAN???
PERLAKUKAN MEREKA DENGAN RASA HORMAT
Contoh sebuah ilustrasi. Andaikan Anda mengundang makan malam atasan Anda. Waktu makan malam ia menumpahkan secangkir kopi. Bagaimana reaksi Anda? “Saya juga sering begitu. Tidak apa-apa. Biar saya bersihkan.”  
TERIMALAH MEREKA APA ADANYA
Ini tidak berarti Anda harus menyukai kenakalan mereka. Sayangilah anak Anda tanpa menghiraukan kenakalannya. “Ibu sayang padamu tapi Ibu tidak suka apa yang kamu lakukan itu.” Pesan ini memberitahukan bahwa Anda menyayangi tetapi Anda tidak suka pada kenakalannya.
AJARI BERUSAHA ITU PENTING
Mendapatkan nilai yang bagus untuk IPA tidaklah gampang. Kamu harus belajar baik-baik.” Kamu cukup pandai untuk mengetahui bahwa kerja keras itu bermanfaat. Doronglah anak-anak Anda dan mereka akan melihat bahwa Anda punya kenyakinan dan kepercayaan pada mereka.
Hindari “Terlalu Melindungi”
Jangan lakukan sesuatu untuk anak-anak Anda bila mereka dapat melakukannya sendiri. Bersikap terlalu melindungi dapat menyebabkan anak-anak merasa tidak aman atau malas. Mereka akan belajar tergantung pada Anda.
MENERIMA KEKURANGAN DAN KELEBIHAN.
Anak-anak dengan harga diri rendah hanya memperhatikan kelemahan-kelemahan dirinya. Jelaskan bahwa setiap orang punya kelebihan dan kekurangan. Gunakan diri Anda sebagai contoh.
AJARI MEREKA MENGATASI KEKECEWAAN.
Kekecewaan adalah bagian dari hidup. Kita semua akan menghadapinya. Ajarilah anak-anak Anda untuk mengalami kekecewaan mereka tanpa harus berakibat tragis.
AJARI MEREKA UNTUK MENGHARGAI ALASAN-ALASAN HIDUP.
Alasan-alasan untuk ke sekolah. Alasan-alasan untuk bekerja. Ajarkanlah alternatif-alternatif kepada mereka. Andaikata salah satu alasan gagal, tidak akan timbul tragedi. Misalnya anak gagal dalam meraih juara karya ilmiah tentang lingkungan hidup yang dia paling minati tersebut. Itu bukan menjadi suatu alasan, dia bisa belajar alternatif lainnya dengan mencoba mengamati secara langsung kehidupan para penyu di pantai atau lain sebagainya.

Kamis, 03 Juli 2014

ORANGTUA BIJAK BAGI REMAJA



ORANGTUA BIJAK BAGI REMAJA

        Menjadi orangtua bagi remaja masa kini dirasakan lebih sulit karena perubahan-perubahan sosiologis dan teknologis yang begitu pesat membawa dampak perubahan besar pula dalam hubungan anak dan orangtua.
            Menurut Dharmayati Utoyo Lubis MA. Ph.D, psikolog dari Falkutas Psikologi Universitas Indonesia, ada tiga macam jenis orangtua, yakni orangtua yang serba boleh atau permisif, orangtua otoriter, dan orangtua demokratik.
            Orangtua serba boleh adalah orangtua yang menganggap remaja adalah pemberontak, dan jalan terbaik mengatasinya adalah dengan bertahan mengalah, sampai anak-anak itu meninggalkan masa remajanya.
            Metode ini sebagian besar gagal mengantar remaja ke masa depan karena menghilangkan respek baik dari orangtua maupun remaja. Sikap yang angkat tangan ini mungkin pada awalnya menyenangkan bagi remaja, namun akhirnya remaja akan merasa orangtua tidak mempedulikan mereka, tidak menghormati mereka, dan menyebabkan mereka kehilangan respek.
            Orangtua otoriter sangat yakin bahwa mereka lebih tahu apa yang baik bagi semua orang. Mereka akan memaksakan pendapat mereka kepada orang lain. Ada dua macam respon remaja terhadap orangtua otoriter, yakni marah dan melawan, atau sebaliknya patuh berlebihan.
            Pada respons pertama, yang terjadi adalah tanding kekuasaan, namun tidak ada yang benar-benar menang karena akhirnya tak ada lagi respek dan hubungan menjadi buruk.
            Sebaliknya, remaja yang merespons patuh merasa orangtua selalu benar dan mereka selalu salah. Remaja semacam ini akan selalu berusaha menyenangkan orangtua agar terhindar dari ancaman kemarahan.

            Akhirnya remaja tidak respek terhadap diri sendiri dan tak mampu mengambil keputusan sendiri.
            Orangtua demokratik mempunyai dasar pikiran bahwa semua anggota harus belajar hidup saling menghargai sebagai sesame manusia. Hubungan demokratis berarti respek menggantikan perlawanan, kerja sama menggantikan pemaksaan, tidak ada pihak superioritas (merasa berkuasa), mengambil ahli, menghukum, atau merendahkan pihak orang lain.
            Namun, orangtua masih harus mendorong agar anak punya keyakinan dan harga diri yang besar. Dengan harga diri yang tinggi, potensi intelektual dan kepribadian yang ada pada anak bisa teraktualisasi secara optimal.

APA YANG SEBAIKNYA DILAKUKAN???
            Orangtua yang menganut pola demokrasi berhasil dalam menuntun anaknya ke masa depan yang lebih cermelang tapi harus adanya dorongan2 orangtua yang diberikan kepada anak remaja antara lain :
Memperlihatkan Kepercayaan. Kepercayaan orangtua yang bijak selalu memberikan kepercayaan kepada penilaian anak remaja mereka percaya kepada kemampuan mereka menjalankan tanggung jawab dan mendorong mereka ikut dalam proses pengambilan keputusan. Mereka percaya tanpa perlu si remaja terus-menerus harus membuktikan bahwa mereka dapat dipercaya. Ini bukan berarti tidak memberikan bimbingan dalam bentuk batasan, tetapi memberikan kepercayaan kepada remaja bahwa mereka akan mengikuti batasan dan aturan itu.
Membangun Respek Diri. Orangtua bijak tidak akan membandingkan remaja mereka dengan saudara maupun teman sebaya. Mebanding-bandingkan mengurangi respek diri dengan memandang rendah usaha remaja. Orangtua yang bijak menerima perbedaan individual, tetapi sekaligus memperllihatkan antusiasme terhadap minat anak remajanya.
Menghargai Usaha dan Perbaikan. Orangtua bijak akan secara sistematis mendorong usaha remajanya dan bukan hanya keberhasilan, orangtua yang bijak membantu remaja menemukan makna dari kerja dan perbaikan, juga keberhasilan. Member dorongan berarti membimbing remaja mengembangkan sasaran yang realistis sesuai dengan kemampuannya dan menekankan proses (bagaimana remaja harus sabar, menguasai diri ketika terjadi kegagalan dalam proses mencapai target).
Fokus pada Kekuatan atau Kelebihan dan Aset Remaja. Orangtua yang bijak tidak akan menggugat dan mencari kesalahan anak remajanya, tetapi memberi komentar yang menyejukkan mengenai aset yang mereka miliki. (memberi komen atas aset yang dimiliki anak “wah bagus pekerjaan kamu, kamu sudah bisa melukis dengan baik dengan menggunakan bahan baku alami; “wah bagus traditional dance kamu, kamu harus lebih lagi membuat gerakan-gerakan dengan konsep yang menarik seperti kasih ibu sepanjang masa, atau konsep yang menarik lainya.”
Punya Rasa Humor. Ketika kesabaran menurun ketika kelebihan menyerangg, humor sangat membantu dalam menjaga komunikasi agar tetap menyenangkan dan efektif.

Selasa, 01 Juli 2014

ANAK-ANAK DAN RAHASIA KELUARGA


ANAK-ANAK DAN RAHASIA KELUARGA

     Orang tua umumnya berusaha melindungi anak-anaknya, termasuk melindungi mereka dari kemungkinan untuk mengetahui rahasia-rahasia buruk terjadi di sekelilingnya. Ada anggapan terlalu banyak menyampaikan rahasia-rahasia buruk kepada anak bisa merusak jiwa mereka.
           Padahal, banyak anak-anak yang kemudian mengetahui adanya rahasia-rahasia itu dan ingin mendapat penjelasan dari orangtuanya. Kalau demikian, apakah orangtua tetap harus menyembunyikan habis-habisan rahasia itu.
           Seorang psikolog Florence Kaslow. Ph.D, mengatakan bahwa dalam batas-batas tertentu setiap orang berhak atas privasinya, tetapi sejumlah rahasia akan bisa menjadi destruktif dan dapat menciptakan penghalang kejujuran dan komunikasi yang baik dalam keluarga.

APA YANG SEBAIKNYA DILAKUKAN???
Diuraikan beberapa kasus-kasus rahasia umum. Apakah masalah-masalah itu haruskah diceritakan kepada anak-anak? Kalau ya, pada usia berapa seharusnya hal itu bisa diungkapkan??

MASALAH KEUANGAN
Jika terjadi masalah keuangan yang serius, anak-anak tanpa Anda ketahui biasanya lekas mengetahuinya. Apalagi kalau antara Anda dan pasangan Anda sering terlibat pertengkaran dalam masalah ini.
Menurut Psikolog Jack Leeb, anak usia lima tahun sudah diberitahu masalah ini. Jelaskan secara singkat bahwa Anda tidak mempunyai uang sebanyak yang Anda miliki.
Tanpa harus membangkitkan kekhawatiran berlebihan beritahukan anak bahwa Anda seumpama bisnis merosot atau Anda terkena pemutudan hubungan kerja. Yakinkan mereka bahwa untuk situasi seperti ini tidak perlu kuatir akan kehilangan rumah atau kekurangan makan. Sehingga terpaksa uang jajan anak harus dikurangi, atau membeli kebutuhan apa adanya untuk hari ini.
Sesungguhnya, Anda membantu anak-anak secara mental menjadi kuat. Sebab hal ini mengajarkan mereka bahwa keluarga mampu menyesuaikan diri dengan situasi yang sulit.

DI PENJARA
Adakalahnya kejadian yang dirahasiakan tidak menyangkut keadaan rumah Anda. Seorang kerabat misalnya terpaksa harus masuk penjara karena melakukan tindak kriminal.
Kalau hubungan keluarga antara Anda dan terpidana tidak terlalu dekat sebaiknya peristiwa itu tak perlu diberitahukan kepada anak Anda. Namun jika anak mengenal terpidana tersebut karena sebelum menjalin hubungan yang akrab sebaiknya beri penjelasan daripada berbohong.
Secara umum anak berusia enam tahun ke atas bisa mengerti konsep pemenjaraan. Anda secara singkat dan sederhana bisa menjelaskan kalau seseorang harus dihukum karena telah melakukan kesalahan yang menyakitkan orang lain.
Kalau usia delapan atau sembilan tahun. Anak Anda sudah dapat dijelaskan konsep sakit jiwa yang sama konsepnya dengan sakit fisik.

PERKAWINAN SEBELUMNYA
(Maaf) mungkin Anda termasuk di antara mereka yang pernah menikah,  namun tak berhasil mempertahankan perkawinan itu. Kalau kebetulan dalam perkawinan sebelumnya Anda  tidak mempunyai anak dan Anda tidak pernah saling kontak dengan bekas suami. Anda bisa saja menyimpan fakta ini.
Namun, kalau Anda masih menjalin komunikasi dengan bekas suami, sebaiknya Anda menceritakan perkawinan terdahulu sebelum anak Anda mengetahuinya dari orang lain.
Waktu yang tepat untuk menyampaikan masalah ini adalah pada saat anak berusia tujuah atau delapan tahun. Namun penjelasannya tidak harus terperinci misalkan Anda pernah mencintai seseorang, namun pada perjalanan perkawinan Anda dan pasangan Anda tidak bahagia dan berusaha memecahkan masalah bersama namun gagal dan akhirnya harus berpisah dan sekarang Anda menemukan seorang yang benar-benar mencintai Anda.
(Catatan : Andai anak mengetahui masalah seperti ini lewat teman-teman sebayanya, tak ada pilihan lain selain Anda terbuka secara jujur kepada anak Anda)