Kamis, 03 Juli 2014

ORANGTUA BIJAK BAGI REMAJA



ORANGTUA BIJAK BAGI REMAJA

        Menjadi orangtua bagi remaja masa kini dirasakan lebih sulit karena perubahan-perubahan sosiologis dan teknologis yang begitu pesat membawa dampak perubahan besar pula dalam hubungan anak dan orangtua.
            Menurut Dharmayati Utoyo Lubis MA. Ph.D, psikolog dari Falkutas Psikologi Universitas Indonesia, ada tiga macam jenis orangtua, yakni orangtua yang serba boleh atau permisif, orangtua otoriter, dan orangtua demokratik.
            Orangtua serba boleh adalah orangtua yang menganggap remaja adalah pemberontak, dan jalan terbaik mengatasinya adalah dengan bertahan mengalah, sampai anak-anak itu meninggalkan masa remajanya.
            Metode ini sebagian besar gagal mengantar remaja ke masa depan karena menghilangkan respek baik dari orangtua maupun remaja. Sikap yang angkat tangan ini mungkin pada awalnya menyenangkan bagi remaja, namun akhirnya remaja akan merasa orangtua tidak mempedulikan mereka, tidak menghormati mereka, dan menyebabkan mereka kehilangan respek.
            Orangtua otoriter sangat yakin bahwa mereka lebih tahu apa yang baik bagi semua orang. Mereka akan memaksakan pendapat mereka kepada orang lain. Ada dua macam respon remaja terhadap orangtua otoriter, yakni marah dan melawan, atau sebaliknya patuh berlebihan.
            Pada respons pertama, yang terjadi adalah tanding kekuasaan, namun tidak ada yang benar-benar menang karena akhirnya tak ada lagi respek dan hubungan menjadi buruk.
            Sebaliknya, remaja yang merespons patuh merasa orangtua selalu benar dan mereka selalu salah. Remaja semacam ini akan selalu berusaha menyenangkan orangtua agar terhindar dari ancaman kemarahan.

            Akhirnya remaja tidak respek terhadap diri sendiri dan tak mampu mengambil keputusan sendiri.
            Orangtua demokratik mempunyai dasar pikiran bahwa semua anggota harus belajar hidup saling menghargai sebagai sesame manusia. Hubungan demokratis berarti respek menggantikan perlawanan, kerja sama menggantikan pemaksaan, tidak ada pihak superioritas (merasa berkuasa), mengambil ahli, menghukum, atau merendahkan pihak orang lain.
            Namun, orangtua masih harus mendorong agar anak punya keyakinan dan harga diri yang besar. Dengan harga diri yang tinggi, potensi intelektual dan kepribadian yang ada pada anak bisa teraktualisasi secara optimal.

APA YANG SEBAIKNYA DILAKUKAN???
            Orangtua yang menganut pola demokrasi berhasil dalam menuntun anaknya ke masa depan yang lebih cermelang tapi harus adanya dorongan2 orangtua yang diberikan kepada anak remaja antara lain :
Memperlihatkan Kepercayaan. Kepercayaan orangtua yang bijak selalu memberikan kepercayaan kepada penilaian anak remaja mereka percaya kepada kemampuan mereka menjalankan tanggung jawab dan mendorong mereka ikut dalam proses pengambilan keputusan. Mereka percaya tanpa perlu si remaja terus-menerus harus membuktikan bahwa mereka dapat dipercaya. Ini bukan berarti tidak memberikan bimbingan dalam bentuk batasan, tetapi memberikan kepercayaan kepada remaja bahwa mereka akan mengikuti batasan dan aturan itu.
Membangun Respek Diri. Orangtua bijak tidak akan membandingkan remaja mereka dengan saudara maupun teman sebaya. Mebanding-bandingkan mengurangi respek diri dengan memandang rendah usaha remaja. Orangtua yang bijak menerima perbedaan individual, tetapi sekaligus memperllihatkan antusiasme terhadap minat anak remajanya.
Menghargai Usaha dan Perbaikan. Orangtua bijak akan secara sistematis mendorong usaha remajanya dan bukan hanya keberhasilan, orangtua yang bijak membantu remaja menemukan makna dari kerja dan perbaikan, juga keberhasilan. Member dorongan berarti membimbing remaja mengembangkan sasaran yang realistis sesuai dengan kemampuannya dan menekankan proses (bagaimana remaja harus sabar, menguasai diri ketika terjadi kegagalan dalam proses mencapai target).
Fokus pada Kekuatan atau Kelebihan dan Aset Remaja. Orangtua yang bijak tidak akan menggugat dan mencari kesalahan anak remajanya, tetapi memberi komentar yang menyejukkan mengenai aset yang mereka miliki. (memberi komen atas aset yang dimiliki anak “wah bagus pekerjaan kamu, kamu sudah bisa melukis dengan baik dengan menggunakan bahan baku alami; “wah bagus traditional dance kamu, kamu harus lebih lagi membuat gerakan-gerakan dengan konsep yang menarik seperti kasih ibu sepanjang masa, atau konsep yang menarik lainya.”
Punya Rasa Humor. Ketika kesabaran menurun ketika kelebihan menyerangg, humor sangat membantu dalam menjaga komunikasi agar tetap menyenangkan dan efektif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar