ORANGTUA
BIJAK BAGI REMAJA
Menjadi orangtua bagi remaja masa kini
dirasakan lebih sulit karena perubahan-perubahan sosiologis dan teknologis yang
begitu pesat membawa dampak perubahan besar pula dalam hubungan anak dan
orangtua.
Menurut
Dharmayati Utoyo Lubis MA. Ph.D, psikolog dari Falkutas Psikologi Universitas
Indonesia, ada tiga macam jenis orangtua, yakni orangtua yang serba boleh atau
permisif, orangtua otoriter, dan orangtua demokratik.
Orangtua
serba boleh adalah orangtua yang menganggap remaja adalah pemberontak,
dan jalan terbaik mengatasinya adalah dengan bertahan mengalah, sampai
anak-anak itu meninggalkan masa remajanya.
Metode
ini sebagian besar gagal mengantar remaja ke masa depan karena menghilangkan
respek baik dari orangtua maupun remaja. Sikap yang angkat tangan ini mungkin
pada awalnya menyenangkan bagi remaja, namun akhirnya remaja akan merasa
orangtua tidak mempedulikan mereka, tidak menghormati mereka, dan menyebabkan
mereka kehilangan respek.
Orangtua
otoriter sangat yakin bahwa mereka lebih tahu apa yang baik bagi semua
orang. Mereka akan memaksakan pendapat mereka kepada orang lain. Ada dua macam
respon remaja terhadap orangtua otoriter, yakni marah dan melawan, atau
sebaliknya patuh berlebihan.
Pada
respons pertama, yang terjadi adalah tanding kekuasaan, namun tidak ada yang
benar-benar menang karena akhirnya tak ada lagi respek dan hubungan menjadi
buruk.
Sebaliknya,
remaja yang merespons patuh merasa orangtua selalu benar dan mereka selalu
salah. Remaja semacam ini akan selalu berusaha menyenangkan orangtua agar
terhindar dari ancaman kemarahan.
Akhirnya
remaja tidak respek terhadap diri sendiri dan tak mampu mengambil keputusan
sendiri.
Orangtua
demokratik mempunyai dasar pikiran bahwa semua anggota harus belajar hidup
saling menghargai sebagai sesame manusia. Hubungan demokratis berarti respek
menggantikan perlawanan, kerja sama menggantikan pemaksaan, tidak ada pihak
superioritas (merasa berkuasa), mengambil ahli, menghukum, atau merendahkan
pihak orang lain.
Namun,
orangtua masih harus mendorong agar anak punya keyakinan dan harga diri yang
besar. Dengan harga diri yang tinggi, potensi intelektual dan kepribadian yang
ada pada anak bisa teraktualisasi secara optimal.
APA YANG SEBAIKNYA DILAKUKAN???
Orangtua
yang menganut pola demokrasi berhasil dalam menuntun anaknya ke masa depan yang
lebih cermelang tapi harus adanya dorongan2 orangtua yang diberikan kepada anak
remaja antara lain :
Memperlihatkan Kepercayaan.
Kepercayaan
orangtua yang bijak selalu memberikan kepercayaan kepada penilaian anak remaja
mereka percaya kepada kemampuan mereka menjalankan tanggung jawab dan mendorong
mereka ikut dalam proses pengambilan keputusan. Mereka percaya tanpa perlu si
remaja terus-menerus harus membuktikan bahwa mereka dapat dipercaya. Ini bukan
berarti tidak memberikan bimbingan dalam bentuk batasan, tetapi memberikan
kepercayaan kepada remaja bahwa mereka akan mengikuti batasan dan aturan itu.
Membangun Respek Diri. Orangtua bijak tidak akan
membandingkan remaja mereka dengan saudara maupun teman sebaya.
Mebanding-bandingkan mengurangi respek diri dengan memandang rendah usaha
remaja. Orangtua yang bijak menerima perbedaan individual, tetapi sekaligus
memperllihatkan antusiasme terhadap minat anak remajanya.
Menghargai Usaha dan Perbaikan.
Orangtua
bijak akan secara sistematis mendorong usaha remajanya dan bukan hanya
keberhasilan, orangtua yang bijak membantu remaja menemukan makna dari kerja
dan perbaikan, juga keberhasilan. Member dorongan berarti membimbing remaja
mengembangkan sasaran yang realistis sesuai dengan kemampuannya dan menekankan
proses (bagaimana remaja harus sabar, menguasai diri ketika terjadi kegagalan
dalam proses mencapai target).
Fokus pada Kekuatan atau Kelebihan dan
Aset Remaja. Orangtua
yang bijak tidak akan menggugat dan mencari kesalahan anak remajanya, tetapi
memberi komentar yang menyejukkan mengenai aset yang mereka miliki. (memberi
komen atas aset yang dimiliki anak “wah bagus pekerjaan kamu, kamu sudah bisa
melukis dengan baik dengan menggunakan bahan baku alami; “wah bagus traditional
dance kamu, kamu harus lebih lagi membuat gerakan-gerakan dengan konsep yang
menarik seperti kasih ibu sepanjang masa, atau konsep yang menarik lainya.”
Punya Rasa Humor. Ketika kesabaran menurun ketika kelebihan
menyerangg, humor sangat membantu dalam menjaga komunikasi agar tetap
menyenangkan dan efektif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar