Salam Peduli Karakter Anak
Seorang teman pernah bercerita, ketika
dia akan berangkat kerja, anaknya menangis tidak mau ditinggal. “Kalau Ibu
tidak kerja, ibu tidak mendapat uang. Kita tidak bisa membeli susu buat kamu,”
bujuk sang ibu.
Tetapi, apa jawaban si anak? “Ibu
enggak boleh kerja. Kalau mau beli susu, uangnya ambil saja di ATM,” ujar sang
anak.
Contoh kecil di atas menujukkan
pendidikan finansial yang seharusnya diajarkan kepada anak sejak kecil.
Tujuannya menumbuhkan displin dan membantunya mengelolah uang yang tepat kelak.
Orangtua harus memberi contoh terlebih
dahulu sebelum mengharapkan anak mampu memiliki kecerdasan dan ketrampilan
finansial.
Contoh anak melek finansial: Anak “Ibu
ini hasil tabunganku, pakailah ini untuk ibu bisa berobat ke dokter agar ibu
cepat sembuh”. Ibu (menangis)..ohhh no..like TITANIC FILM. Pasti anda sebagai
orangtua bangga kalau anak anda sudah mampu mengelolah uangnya sendiri dengan
baik.
Apa yang sebaiknya dilakukan???
Ada
beberapa aspek harus diajarkan orangtua pada anak yakni uang, tabungan dan
investasi, kekayaan, utang, kemapanan, dan ketidakpastian.
Uang.
Anak usia tiga tahun sudah mengenal konsep jual beli. Mereka bisa menukarkan
uang dengan berbagai benda yang mereka inginkan, seperti mainan, makanan, dan
minuman.
“sebelum pergi ke pasar swalayan,
orangtua harus terlebih dahulu menanyakan pada anak, apa saja yang ingin dibeli
oleh anak. Jika anak ingin membeli coklat dan es krim yang harganya mencapai
Rp. 5000, maka berilah anak uang Rp. 5000. Biarkan anak membawa dan membayar
sendiri belanjaannya. Penekaan kepada anak. Kalau belinya pas Rp. 5000 berarti
tidak boleh lebih dari Rp. 5000. Lakukan ini berulang2 setiap ada kesempatan
agar anak mengerti konsep uang sebagai alat tukar. Hal ini mengajarkan tanggung
jawab dan belanja menahan keinginan hingga uangnya cukup.
Tabungan dan Investasi. Menabung
berarti mengumpulkan uang untuk suatu tujuan tertentu dalam kurun waktu
tertentu. Menabung bekaitan erat dengan kedisplinan. Sebelum usia sekolah, celengan bisa dijadikan sarana latihan.
Investasi berarti mengharapkan hasil atau
keuntungan dari pokok yang ditanamkan. Ketika usia remaja, dia bisa diajak berpikir bahwa uang yang dimilikinya bisa
digunakan untuk sesuatu yang memberi keuntungan. Contoh : anak menggunakan
uangnya untuk membeli buku cetak, keperluan pribadi dll.
Kekayaan.
Penekanan kepada anak kekayaan adalah kepemilikan. Contoh : orangtua membelikan
HP buat anaknya yg sudah remaja, tapi beberapa bulan kemudian anak merusakkan
hp tersebut. Maka orang tua bisa mengambil kembali. Mengajarkan tanggung jawab
anak untuk menjaga barang2 yang dimilikinya.
Utang.
Utang diajarkan sebagai pinjaman atau menyewa, namun menuntut tanggung jawab.
Saat anak sudah lulus SMA pengertian mengenai utang dapat dijelaskan. Contoh :
kamu boleh beli barang dengan cara mencicil tapi untuk barang yang nilainya
tinggi seperti rumah dll.
Kemapanan.
Kemampuan seseorang untuk memenuhi semua kebutuhannya sesuai dengan standar
hidupnnya, tidak bergantung pada pemberian oranglain.
Ketidakpastian. Persiapkan anak ketidak ia menghadapi
ketidakpastian setelah ia lepas dari tanggung jawab orangtua.
Caranya ketika anak sudah remaja,
bicarakan masalah keuangan secara terbuka. Berpa penghasilan keluarga, berapa
pengeluaran untuk berbagai kebutuhan seperti makanan, pakaian dll. biarkan anak
berlatih mendapat uang saku sendiri.
Mengajarkan anak
menabung sejak kecil sudah memberikan nilai besar bagi si anak, orangtua dan
masyarakat. Selamat berjuang mendidik buah hati anda.
By : Astian Leba (Mhs S1)