TANTRUM ANAK BALITA (4-5TH)
AMUKAN ANAK BALITA
Salam peduli karakter anak, mari yukk kita
langsung saja membahas topik kita hari ini. Tantrum atau mengamuk adalah
ledakan emosi yang kuat yang terjadi
ketika anak balita Anda merasa lepas kendali. Tantrum adalah demonstrasi
praktis dari apa yang dirasakan oleh anak dalam dirinya-kacau, bingung, dan
berantakan. Hampir semua tantrum atau amukan terjadi ketika anak balita sedang
bersama orang yang paling dicintainya. Artinya kemungkinan besar ketika bersama
Anda / Orangtua.
Mengamuk adalah cara anak menghadapi
frustasi yang dia rasakan ketika dia tidak mampu lagi mempertahankan perasaan
yang masih rapuh tentang diri dan tempatnya di dunia.
Frustasi menimbulkan banyak
ketegangan yang harus diungkapkan dengan cara menjatuhkan diri ke lantai,
bergerak-gerak dengan liar, dan menjerit sekeras-kerasnya. Cara tersebut sangat
ampuh untuk segera melepaskan tegangan tadi.
Hal-hal yang bias membuat frustasi
anak balita Anda adalah:
·
Tidak
mendapat apa yang dia inginkan-perhatin anda, permen, mainan
·
Tidak
melakukan sendiri-berpakaian, menyebrang jalan tanpa memegangi tangan anda.
·
Menginginkan
sesuatu yang tidak ingin Anda lakukan misalkan membiarkan dia memilih
belanjaan.
·
Tidak
mengetahui apa yang diinginkannya ; makan di meja makan atau di sofa dan tidak
makan
·
Tidak
mampu menjelaskan apa yang diinginkannya misalkan, dia ingin berayun-ayun lebih
tinggi diayunan tetapi ayunannya tidak lebih cepat
·
Tidak
mampu mengendalikan segala sesuatu termasuk warna piring dan diri Anda
·
Disalahmengerti
termasuk ditertawakan ketika dia tidak bermaksud melucu
·
Kebosanan,
kelelahan, lapar dan sakit.
APA
YANG SEBAIKNYA ANDA LAKUKAN???
The First, Apa yang dibutuhkan Batita Anda :
makanan, air, cinta kasih, tempat berteduh, didengarkan, kebebasan dari rasa
takut akan bahaya, saat untuk sendirian. Jika Anda menghadapi masalah ini pada
baby anda..yang menjadi PR Anda : Apa yang sebenarnya ia katakana? Apakah dia
lelah, lapar, haus, bosam, merasa diabaikan? Bagaimana Anda bias berikan apa yang
ia butuhkan. Neeh alternatif jawabanya : kalau ia bosan, anda bisa melakukan
sesuatu yang lain, jika ia lelah, bisakah Anda menawarkan pelukan for five
minutes. Terus berusaha selidiki, jika ia melempar mainan diruang tunggu dokter
yang sangat panas. Berarti anak Anda mengalami kelelahan dan segeralah tanggapi
tantrum anak dengan membawanya ke tempat sejuk.
The Second, Apa yang diinginkan oleh Anak Balita
Anda : masalahnya seringkali balita membuat Anda bingung denga keinginanya
misalkan ia minta roti coklat, lalu anda membawa nya apa yang ia inginkan,
lantas ia menjerit dan menangis bahkan membantingkan diri ke lantai. Padahal
anak ingin roti coklat yang dipotong bentuk persegi bukan segitiga. Cara yang
efektif adalah bersikap tegas dengan membuat metode pilihan seperti “Kamu mau
lebih dulu naik ayunan atau luncuran”. Tetapi jika pilihan membuatnya cemas,
butuh waktu sebentar untuk ambil keputusa baginya : “ini bajumu.” ; “Kamu boleh
memakan beberapa roti coklat sekarang dan sisanya ibu simpan buat kamu.”
Kelak
ia akan lebih mampu untuk menghadapi lebih banyak keputusan.
The Last, Apa yang Balita Anda Harapkan: Anak
balita adalah anak yang pintar. Dia sudah mengharapkan Anda berkata “tidak”
untuk beberapa hal : misalkan kata “tidak” seperti mengeluarkan kue dari oven,
mendorong anak lain, berlari-lari ketika saatnya berpakaian. Anda harus
bertahan dengan apa yang Anda katakan “ya” atau “tidak”. Sekali Anda memutuskan
untuk tidak menyerah lagi terhadap tuntutan yang tidak masuk akal seperti anak
mau menaiki pagar rumah yang cukup tinggi, bersiaplah untuk menghadapi
penolakan dari anak anda. Butuh waktu yang lama, kalau ia masih
menginginkannya, tetap bertahan dan tenang, sehingga Anda akan bisa membantunya
untuk terbiasa dengan marah tapi bahagia. Singkat kata, Anda harus konsisten,
contoh : Anda tidak ingin anak Anda menaiki meja dengan berkata “tidak” dan
menariknya setiap kali dia mulai memanjat. Tidak ada guna jika ada marah.
Angkat saja dia dari meja dan katakanlah “kamu sebaiknya tidak boleh naik diatas
meja” dan temukan sesuatu untuk mengalihkan perhatiannya.
Jadi,
semakin anda konsisten akan semakin mudah bagi anak balita Anda untuk belajar
apa yang bisa diharapkannya. Bersambung……
Tidak ada komentar:
Posting Komentar