Selasa, 03 Juni 2014

TANTRUM ANAK BALITA



TANTRUM ANAK BALITA (4-5TH)
AMUKAN ANAK BALITA
Salam peduli karakter anak, mari yukk kita langsung saja membahas topik kita hari ini. Tantrum atau mengamuk adalah ledakan emosi yang kuat yang terjadi  ketika anak balita Anda merasa lepas kendali. Tantrum adalah demonstrasi praktis dari apa yang dirasakan oleh anak dalam dirinya-kacau, bingung, dan berantakan. Hampir semua tantrum atau amukan terjadi ketika anak balita sedang bersama orang yang paling dicintainya. Artinya kemungkinan besar ketika bersama Anda / Orangtua.
            Mengamuk adalah cara anak menghadapi frustasi yang dia rasakan ketika dia tidak mampu lagi mempertahankan perasaan yang masih rapuh tentang diri dan tempatnya di dunia.
            Frustasi menimbulkan banyak ketegangan yang harus diungkapkan dengan cara menjatuhkan diri ke lantai, bergerak-gerak dengan liar, dan menjerit sekeras-kerasnya. Cara tersebut sangat ampuh untuk segera melepaskan tegangan tadi.
            Hal-hal yang bias membuat frustasi anak balita Anda adalah:
·        Tidak mendapat apa yang dia inginkan-perhatin anda, permen, mainan
·        Tidak melakukan sendiri-berpakaian, menyebrang jalan tanpa memegangi tangan anda.
·        Menginginkan sesuatu yang tidak ingin Anda lakukan misalkan membiarkan dia memilih belanjaan.
·        Tidak mengetahui apa yang diinginkannya ; makan di meja makan atau di sofa dan tidak makan
·        Tidak mampu menjelaskan apa yang diinginkannya misalkan, dia ingin berayun-ayun lebih tinggi diayunan tetapi ayunannya tidak lebih cepat
·        Tidak mampu mengendalikan segala sesuatu termasuk warna piring dan diri Anda
·        Disalahmengerti termasuk ditertawakan ketika dia tidak bermaksud melucu
·        Kebosanan, kelelahan, lapar dan sakit.

APA YANG SEBAIKNYA ANDA LAKUKAN???
The First, Apa yang dibutuhkan Batita Anda : makanan, air, cinta kasih, tempat berteduh, didengarkan, kebebasan dari rasa takut akan bahaya, saat untuk sendirian. Jika Anda menghadapi masalah ini pada baby anda..yang menjadi PR Anda : Apa yang sebenarnya ia katakana? Apakah dia lelah, lapar, haus, bosam, merasa diabaikan? Bagaimana Anda bias berikan apa yang ia butuhkan. Neeh alternatif jawabanya : kalau ia bosan, anda bisa melakukan sesuatu yang lain, jika ia lelah, bisakah Anda menawarkan pelukan for five minutes. Terus berusaha selidiki, jika ia melempar mainan diruang tunggu dokter yang sangat panas. Berarti anak Anda mengalami kelelahan dan segeralah tanggapi tantrum anak dengan membawanya ke tempat sejuk.
The Second, Apa yang diinginkan oleh Anak Balita Anda : masalahnya seringkali balita membuat Anda bingung denga keinginanya misalkan ia minta roti coklat, lalu anda membawa nya apa yang ia inginkan, lantas ia menjerit dan menangis bahkan membantingkan diri ke lantai. Padahal anak ingin roti coklat yang dipotong bentuk persegi bukan segitiga. Cara yang efektif adalah bersikap tegas dengan membuat metode pilihan seperti “Kamu mau lebih dulu naik ayunan atau luncuran”. Tetapi jika pilihan membuatnya cemas, butuh waktu sebentar untuk ambil keputusa baginya : “ini bajumu.” ; “Kamu boleh memakan beberapa roti coklat sekarang dan sisanya ibu simpan buat kamu.”
Kelak ia akan lebih mampu untuk menghadapi lebih banyak keputusan.
The Last, Apa yang Balita Anda Harapkan: Anak balita adalah anak yang pintar. Dia sudah mengharapkan Anda berkata “tidak” untuk beberapa hal : misalkan kata “tidak” seperti mengeluarkan kue dari oven, mendorong anak lain, berlari-lari ketika saatnya berpakaian. Anda harus bertahan dengan apa yang Anda katakan “ya” atau “tidak”. Sekali Anda memutuskan untuk tidak menyerah lagi terhadap tuntutan yang tidak masuk akal seperti anak mau menaiki pagar rumah yang cukup tinggi, bersiaplah untuk menghadapi penolakan dari anak anda. Butuh waktu yang lama, kalau ia masih menginginkannya, tetap bertahan dan tenang, sehingga Anda akan bisa membantunya untuk terbiasa dengan marah tapi bahagia. Singkat kata, Anda harus konsisten, contoh : Anda tidak ingin anak Anda menaiki meja dengan berkata “tidak” dan menariknya setiap kali dia mulai memanjat. Tidak ada guna jika ada marah. Angkat saja dia dari meja dan katakanlah “kamu sebaiknya tidak boleh naik diatas meja” dan temukan sesuatu untuk mengalihkan perhatiannya.
Jadi, semakin anda konsisten akan semakin mudah bagi anak balita Anda untuk belajar apa yang bisa diharapkannya. Bersambung……


Tidak ada komentar:

Posting Komentar