Kamis, 19 Juni 2014

PERSAHABATAN MEMBANTU ANAK-ANAK MENJALIN HUBUNGAN POSITIF



PERSAHABATAN MEMBANTU ANAK-ANAK MENJALIN HUBUNGAN POSITIF.

           Ada pepatah dan peribahasa mengatakan, “Tongkat dan batu boleh mematahkan tulangku, dan sebutan-sebutan itu menyakitkan hatiku.
Bagi anak-anak, menjadi sasaran cemoohan dan ejekan karena mereka baru, berbeda, gemuk, kurus, memiliki warna kulit yang “salah” atau perbedaan fisik, atau tanpa alasan sama sekali, sangat menyakitkan. Sebagian anak bereaksi dengan menyendiri, balas menyerang, atau yang terburuk, membenci diri sendiri. Setiap anak berharga , dan setiap anak berhak diperlakukan dengan hormat oleh teman-temannya sekalipun mereka tidak memilihnya menjadi sahabat mereka.
      Hal kritikan, cemoohan, olok-olokkan adalah bagian yang tak terelakkan dari pertumbuhan. Contoh beberapa julukan2 yang lucu yang sering terjadi pada anak-anak : “Liliput”,”Tiang Listrik”, “Gembul”, rumusan kata bisa mengenai penampilan fisik mereka, dan  /atau perilaku mereka terhadap teman-teman. Tetapi jika anak-anak selalu menjadi sasaran olok-olokan sepanjang hari bahkan bertahun-tahun bisa menjadi soal. Oleh karena itu, Anda dapat menjangkau anak-anak yang terlukan dan terasing secara social dan memudahkan mereka mencari teman.
           
      Banyak alasan mengapa anak-anal tidak mau menjalin persahabatan, diantaranya :
“Aku tidak bisa seperti orang lain”
Mereka berbeda denganku, jadi aku tidak bisa berteman dengan mereka. Atau mereka tidak ingin berteman denganku. Sebenarnya aku jauh lebih baik daripada mereka, jadi aku tidak mau merendahkan diri dengan bergaul dengan mereka.
“Ini Bencana”
Mereka tidak meneleponku, itu berarti mereka tidak menginginkanku. Kenyataannya mereka membenciku, mereka menganggap aku benar bodoh, idiot dan tidak tahu apa-apa. Pasti aku akan di olok-olokin oleh teman-temanku besok.
“Ini bukan kesalahanku, ini kesalahan mereka”
Mereka semua jahat dan kejam. Mereka tidak ramah. Mereka bukan orang-orang baik. Siapa juga yang ingin berteman dengan mereka? Aku tidak berbuat salah, itu kesalahan mereka.
“Mustahil bagi ku”
Tidak mungkin bagi menjadi anggota kelompok mereka, aku tidak sama seperti mereka, mereka sangat berbeda dan aku jauh berbeda daripada mereka. Aku lebih baik memilih sendiri karna mustahil bagi ku jika mereka menginginkanku.

APA YANG SEBAIKNYA DILAKUKAN???

Perluas Wawasan. Jangan biarkan diri Anda atau anak-anak terjebak dalam pandangan orang lain mengenai konsep “teman” yang menekankan kesempurnaan, kelebihan, kesamaan minat dan nilai baru boleh bersabahat.
Perluas wawasan dengan pengetahuan atau cerita-cerita anak yang menekankan tentangnya persahabatan seperti cerita kedua tokoh fable yang awalnya saling membenci, tapi pada akhirnya mereka menyadari bahwa mereka saling membutuhkan. Bisa juga film kartun persahabatan, drama, atau kisah kehidupan anak-anak, Anda bisa diskusikan itu bersama dengan anak Anda.
Beri anak-anak peluang. Bantu anak-anak bertemu orang-orang lain selain para tetangga dan teman-teman sekolah mereka. Bergabung dalam sebuah klub (klub olahraga, sekolah, pramuka, agama dll) akan menumbuhkan minat seumur hidup dan persahabatan yang berharga dan kekal.
Ajarkan anak-anak untuk bersikap bersahabat. Bicarakan dengan anak-anak, teman seperti apa mereka bagi orang lain. Contoh mengetes mereka dengan pertanyaan2 ini :
Aku selalu menetapi janji kepada orang yang kukenal.
Aku memberitahu orang bahwa aku menyukai mereka.
Aku meminta maaf kalau aku bersalah atau menyakiti perasaan teman.
Aku berusaha membantu teman-teman.
Aku berbagi dengan teman-teman.
Aku membicarakan masalah dengan teman-teman.
Aku tahu apa yang disukai dan tak disukai teman-teman.
Jawaban yang harus diberikan “Selalu”, “Kadang-kadang”, “Tak Pernah”.

Sedangkan masalah penilaian anak terhadap diri sendiri dalam hubungan dengan teman-teman, apa yang dapat Anda lakukan.
Bantah pikiran-pikiran tersebut. Katakanlah sesuatu yang berlawanan dengan menurut Anda. Contoh yang bisa Anda berikan berupa pengalaman Anda berteman dengan oranglain bagaimana Anda menyikapi setiap gangguan atau olokan dari teman-teman atau bisa pengalaman orang lain.
Berikan contoh-contoh berlawanan. Anda harus memberikan beberapa contoh. Tunjukkan bahwa tak semua anak jahat, bahwa anak-anak senang menggoda seseorang pada suatu hari. Bisa dilakukan dengan latihan atau bermain peran, dengan anak-anak sehingga mereka dipaksa mengungkapkan pikiran dengan kata-kata, menunjukkan kepada Anda bagaimana mereka akan berdiri, bagaimana nada suara mereka, kontak mata mereka. Sehingga mereka keluar dengan penuh percaya diri.
Ketahui dan ubah pernyataan diri anak-anak.
Doronglah mereka untuk mencatat apa yang mereka katakan kepada diri sendiri ketika mereka di dalam kelompok atau situasi-situasi lain bersama dengan teman. Setelah mereka menuliskan pikiran-pikiran mereka seperti mereka diganggu karna badan kurus atau gemuk, bahkan tidak tahu bermain sepak bola. Lalu Anda menggantikanya dengan pikiran-pikiran yang lebih positif contoh anak menulis pikirannya “Teman-teman mengejek ku karna tidak bisa matematika” Anda bisa menggantikannya dengan “Aku menganggap bahwa aku tidak bisa matematika bahwa aku sedang berusaha belajar supaya aku bisa matematika.

Dan cara yang paling ampuh yaitu Anda bisa melibatkan anak dalam kegiatan masyarakat seperti menyantuni orang miskin, jompon tuna wisma, anak yatim piatu, kepentingan lingkungan. Supaya anak dapat belajar memahami perasaan orang lain, belajar untuk saling membutuhkan, saling mengerti, dan memecahkan masalah, anak bisa memperoleh pengakuan yang sangat berguna bagi dirinya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar