PERSAHABATAN
MEMBANTU ANAK-ANAK MENJALIN HUBUNGAN POSITIF.
Ada pepatah dan peribahasa
mengatakan, “Tongkat dan batu boleh mematahkan tulangku, dan sebutan-sebutan
itu menyakitkan hatiku.
Bagi
anak-anak, menjadi sasaran cemoohan dan ejekan karena mereka baru, berbeda,
gemuk, kurus, memiliki warna kulit yang “salah” atau perbedaan fisik, atau
tanpa alasan sama sekali, sangat menyakitkan. Sebagian anak bereaksi dengan
menyendiri, balas menyerang, atau yang terburuk, membenci diri sendiri. Setiap
anak berharga , dan setiap anak berhak diperlakukan dengan hormat oleh
teman-temannya sekalipun mereka tidak memilihnya menjadi sahabat mereka.
Hal kritikan, cemoohan, olok-olokkan
adalah bagian yang tak terelakkan dari pertumbuhan. Contoh beberapa julukan2
yang lucu yang sering terjadi pada anak-anak : “Liliput”,”Tiang Listrik”,
“Gembul”, rumusan kata bisa mengenai penampilan fisik mereka, dan /atau perilaku mereka terhadap teman-teman.
Tetapi jika anak-anak selalu menjadi sasaran olok-olokan sepanjang hari bahkan bertahun-tahun
bisa menjadi soal. Oleh karena itu, Anda dapat menjangkau anak-anak yang
terlukan dan terasing secara social dan memudahkan mereka mencari teman.
Banyak alasan mengapa anak-anal tidak mau menjalin persahabatan, diantaranya :
“Aku
tidak bisa seperti orang lain”
Mereka berbeda denganku, jadi aku tidak bisa
berteman dengan mereka. Atau mereka tidak ingin berteman denganku. Sebenarnya
aku jauh lebih baik daripada mereka, jadi aku tidak mau merendahkan diri dengan
bergaul dengan mereka.
“Ini
Bencana”
Mereka tidak meneleponku, itu
berarti mereka tidak menginginkanku. Kenyataannya mereka membenciku, mereka
menganggap aku benar bodoh, idiot dan tidak tahu apa-apa. Pasti aku akan di
olok-olokin oleh teman-temanku besok.
“Ini
bukan kesalahanku, ini kesalahan mereka”
Mereka
semua jahat dan kejam. Mereka tidak ramah. Mereka bukan orang-orang baik. Siapa
juga yang ingin berteman dengan mereka? Aku tidak berbuat salah, itu kesalahan
mereka.
“Mustahil
bagi ku”
Tidak
mungkin bagi menjadi anggota kelompok mereka, aku tidak sama seperti mereka,
mereka sangat berbeda dan aku jauh berbeda daripada mereka. Aku lebih baik
memilih sendiri karna mustahil bagi ku jika mereka menginginkanku.
APA YANG SEBAIKNYA
DILAKUKAN???
Perluas Wawasan. Jangan biarkan diri Anda atau
anak-anak terjebak dalam pandangan orang lain mengenai konsep “teman” yang
menekankan kesempurnaan, kelebihan, kesamaan minat dan nilai baru boleh
bersabahat.
Perluas wawasan dengan pengetahuan
atau cerita-cerita anak yang menekankan tentangnya persahabatan seperti cerita
kedua tokoh fable yang awalnya saling membenci, tapi pada akhirnya mereka
menyadari bahwa mereka saling membutuhkan. Bisa juga film kartun persahabatan, drama,
atau kisah kehidupan anak-anak, Anda bisa diskusikan itu bersama dengan anak
Anda.
Beri anak-anak peluang. Bantu anak-anak bertemu orang-orang
lain selain para tetangga dan teman-teman sekolah mereka. Bergabung dalam
sebuah klub (klub olahraga, sekolah, pramuka, agama dll) akan menumbuhkan minat
seumur hidup dan persahabatan yang berharga dan kekal.
Ajarkan anak-anak untuk bersikap
bersahabat. Bicarakan
dengan anak-anak, teman seperti apa mereka bagi orang lain. Contoh mengetes
mereka dengan pertanyaan2 ini :
Aku
selalu menetapi janji kepada orang yang kukenal.
Aku
memberitahu orang bahwa aku menyukai mereka.
Aku
meminta maaf kalau aku bersalah atau menyakiti perasaan teman.
Aku
berusaha membantu teman-teman.
Aku
berbagi dengan teman-teman.
Aku
membicarakan masalah dengan teman-teman.
Aku
tahu apa yang disukai dan tak disukai teman-teman.
Jawaban
yang harus diberikan “Selalu”, “Kadang-kadang”, “Tak Pernah”.
Sedangkan
masalah penilaian anak terhadap diri sendiri dalam hubungan dengan teman-teman,
apa yang dapat Anda lakukan.
Bantah pikiran-pikiran tersebut. Katakanlah sesuatu yang berlawanan
dengan menurut Anda. Contoh yang bisa Anda berikan berupa pengalaman Anda
berteman dengan oranglain bagaimana Anda menyikapi setiap gangguan atau olokan
dari teman-teman atau bisa pengalaman orang lain.
Berikan contoh-contoh berlawanan. Anda harus memberikan beberapa contoh.
Tunjukkan bahwa tak semua anak jahat, bahwa anak-anak senang menggoda seseorang
pada suatu hari. Bisa dilakukan dengan
latihan atau bermain peran, dengan anak-anak sehingga mereka dipaksa
mengungkapkan pikiran dengan kata-kata, menunjukkan kepada Anda bagaimana
mereka akan berdiri, bagaimana nada suara mereka, kontak mata mereka. Sehingga
mereka keluar dengan penuh percaya diri.
Ketahui dan ubah pernyataan diri
anak-anak.
Doronglah
mereka untuk mencatat apa yang mereka katakan kepada diri sendiri ketika mereka
di dalam kelompok atau situasi-situasi lain bersama dengan teman. Setelah
mereka menuliskan pikiran-pikiran mereka seperti mereka diganggu karna badan
kurus atau gemuk, bahkan tidak tahu bermain sepak bola. Lalu Anda
menggantikanya dengan pikiran-pikiran yang lebih positif contoh anak menulis
pikirannya “Teman-teman mengejek ku karna tidak bisa matematika” Anda bisa
menggantikannya dengan “Aku menganggap bahwa aku tidak bisa matematika bahwa
aku sedang berusaha belajar supaya aku bisa matematika.
Dan cara yang paling ampuh yaitu Anda
bisa melibatkan anak dalam kegiatan masyarakat seperti menyantuni orang miskin,
jompon tuna wisma, anak yatim piatu, kepentingan lingkungan. Supaya anak dapat
belajar memahami perasaan orang lain, belajar untuk saling membutuhkan, saling
mengerti, dan memecahkan masalah, anak bisa memperoleh pengakuan yang sangat
berguna bagi dirinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar