Sabtu, 14 Juni 2014

MENGEMBANGKAN ANAK BERPIKIR REALISTIS YAITU BERSIKAP JUJUR DAN TERBUKA



MENGEMBANGKAN ANAK YANG MAMPU MENGURUSI KEPENTINGAN DIRI SENDIRI DENGAN BERPIKIR REALITIS

            Tahuhkah Anda bahwa hal paling penting yang dapat Anda perbuat untuk membantu anak Anda mengembangkan pola berpikir realistis adalah bersikap jujur dan terbuka. Tidak ada gunanya melindungi anak dari stress dan kepedihan yang tak dapat dihindarkan, dan sesungguhnya Anda menjerumuskan mereka jika mereka berbuat demikian.
            Namun, memberi contoh berpikir realistis dan bersikap terbuka hanya bisa efektif bila Anda menyediakan waktu untuk berbincang dengan mereka. Sebagaimana orangtua di Amerika makin sedikit meluangkan waktu untuk berbincang-berbincang dengan anak-anaknya.
            Unsur paling penting untuk menghasilkan anak yang  cerdas secara emosional justru waktu Anda. Sudut pandang Shari Lewis khususnya menekankan pentingnya waktu bercerita untuk perkembangan anak.
            Banyak orang tidak menyadari betapa besar pengaruh cerita  terhadap perilaku kita, bahkan sampai membentuk budaya kita. Pertimbangkan bagaimana kisah-kisah dari kitab suci mengajarkan dasar-dasar kehidupan beragama dan aturan-aturan dalam berperilaku.
             Cerita khususnya efektif untuk mempengaruhi cara berpikir dan berperilaku anak kita karena mereka senang mendengarkan atau dibacakan berulang-ulang.





APA YANG SEBAIKNYA DILAKUKAN???
            Lebih baik orangtua menyusun cerita kisah keteladanan positif dengan menuliskan dahulu cerita karangannya. Anda harus menggunakan kata-kata yang sama dengan buku-buku yang sering mereka baca atau dengarkan.
            Dalam membuat harus sesuai dengan masalah yang dihadapi oleh Anak Anda. Jika Anda menulis cerita dengan menggunakan nama anak Anda dan situasinya persis sama, ia mungkin akan tersinggung lalu marah. Sehingga anak menunjukkan rasa ketidaktertarikan atau bosa dengan cerita yang dibacakan.
            Contoh sinopsis cerita yang dituliskan untuk Raul, 6 tahun, yang takut pada anjing :
            Barry tinggal disebelah rumah seseorang yang memelihara seekor anjing galak yang hampir selalu menggonggong. Ia sudah mendengar bahwa anjing itu pernah menggigit anak-anak, bahkan pernah mencoba menggigit bayi! Barry mencari buku tentang anjing dan membaca tentang jenis anjing itu. Suatu hari, ia bertemu dengan anjing itu sedang berjalan-berjalan bersama-sama dengan pemiliknya, lalu ikut mengasuh anjing tersebut! Ia belajar dari pemilik anjing itu tentang mengapa seekor anjing menyalak, apa yang membuatnya marah, dan apa yang harus diperbuat apabila seekor anjing mengganggunya.

            Waktu mengarang dan membacakan cerita pada anak, orangtua harus menciptakan suasana yang akrab dengan cara :
·        Memilih waktu yang tidak mengundang ketegangan dengan anak.
·        Memilih cerita yang sesuai dengan rentang perhatian anak.
·        Membaca dengan semangat dan dengan nada yang disesuaikan.
·        Sesering mungkin melakukan kontak mata dengan anak.
·        Mendorong anak member komentar atau mengajukan pertanyaan ketika cerita sedang berjalan.
·        Menjadikan acara bercerita sama-sama menyenangkan.
·        Cerita harus berakhir dengan situasi yang menyenangkan.
·        Beri kesempatan kepada anak untuk memilih akhir ceritanyaa sendiri guna membantu perkembangan proses penalarannya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar