Senin, 16 Juni 2014

RASA HUMOR MEMBANGUN KEHANGATAN KELUARGA



RASA HUMOR MEMBANGUN KEHANGATAN KELUARGA

     Apa yang timbul dibenak Anda tentang tawa? Apakah tawa merupakan tanda kesembronoan, kekurangseriusan, bahkan ketidaksopanan atau kurangnya rasa hormat? Sayang sekali,  tawa sudah hampir punah hampir sebagian besar kehidupan keluarga, padahal tawa merupakan komunikasi kreatif yang menciptakan suasana yang nyaman serta mengurangi ketegangan atau konflik.
    Menurut Edward Dunkelblau, Presiden American Association for Therapeutic Humor, riset menunjukkan bahwa anak-anak tertawa lebih dari dua ratus kali dalam sehari. Orang dewasa tertawa rata-rata lima belas kali sehari. Keluarga yang tertawa bersama dapat saling menikmati kehadiran yang lain, mengemukakan gagasan-gagasan yang mungkin tidak mungkin tidak sempurna atau tidak dipikirkan masak, membuat kesalahan tanpa takut dicemoohkan dan percaya atau tidak, mereka lebih sehat karenanya.
      Hal-hal ini bagus karena dapat mengurangi tingkat stress, suasana tegang berkurang, lebih kreatif dan sudut pandang pun meleba; menjadi lebih mampu berempati; rasa permusuhan kita berkurang, dan kemampuan kita membuat keputusan tepat dan menyelesaikan konflik meningkat.

APA YANG SEBAIKNYA DILAKUKAN???

      Humor tidak sama untuk anak-anak berbeda usia. Kita perlu memahami bagaimana persepsi humor kita berubah sesuai dengan pertambahan usia. Masa prasekolah, humor dikaitkan dengan permainan yang sedang berlangsung dan kegiatan fisik. “Tindah konyol” sering memancing tawa, bagi anak-anak dan bagi orang dewasa yang menonton mereka. Anak-anak juga senang melihat orang dewasa bertingkah konyol, melakukan sesuatu yang tak diharapkan, atau dengan berlebihan. Sebaiknya Anda menggunakan alat-alat bantu seperti topi-topi lucu, benda-benda dipakai terbalik, dasi tanpa kemeja, kacamata dipakai diatas topeng atau topi, jika Anda ingin mendengar anak-anak mereka tertawa terbahak-bahak.
   Masa anak-anak memasuki usia taman kanak-kanak, lebih menyukai salah menyebutkan nama benda atau tebak-tebakkan. Misalkan : Kecil, hitam mengkilap. Apakah itu? Jawabanya : Semut di kepala botak.
       Humor untuk remaja yang lebih tua sulit dikarakterisasikan. Tetapi, satu hal yang selalu memancing senyuman adalah permainan kata-kata. Misalkan humor remaja :
Seorang pekerja kantoran sedang memarkir motor dekat pinggiran jalan umum, tiba-tiba polisi yang sedang mengatur lalu lintas mendekatinya dan menegurnya “Maaf pak, Anda tidak melihat tanda rambu di depan jalan” Pria menjawab “Iyah, tandanya dilarang parkir disini”. Polisi “Bapa sudah melanggar peraturan rambu jalan, bapak harus dikenai sangsi” Pria menjawab “Sebenarnya tanda rambu itu yang salah, masa dilarang parkir disini, saya kan parkir dipinggir jalan bukan parkir disini” Polisi “????????????”
    Anak-anak sekolah menengah biasanya akan berhenti menyukai rumor kekanak-kanakan. Humor lebih banyak berasal dari cerita yang dekat dengan kehidupan mereka, dann dari ejekan, yang mereka gunakan untuk membantu mereka menemukan jati diri mereka.
       
      Pelukan juga sebagai alternatif humor misalkan :

  • ·       Pelukan dan Sepotong Kue (mula-mula pelukannya, kemudian Anda makan kue  kesukaan bersama)

  • ·        Pelukan dan Senggolan (setelah Anda member pelukan, Anda melakukan adu  pinggul)

  • ·        Pelukan dan Doa

  • ·        Pelukan dan Loncat

  • ·        Pelukan Duduk

  • ·        Pelukan Tanpa Tangan

  • ·        Pelukan Asing (menggunakan imajinasi)


Humor musik
Selain menghangatkan tapi juga mengembangkan kecerdasan musikal anak misalkan lagu :

Lagu versi Hati-Hati Gunakan Tanganmu :

Hati2 jgn lupa gosok gigi 2X
Tidak bisa senyum pepsodent……,pada teman semua
Hati2 jgn lupa gosok gigi

     Jadi, humor sangatlah efektif dalam menjalin komunikasi yang harmonis, akrab dan menyenangkan. Salam Anak Cerdas         


           

1 komentar:

  1. T'rima kasih sudah luangkan waktu Anda untuk membaca blog ini

    BalasHapus