Kamis, 26 Juni 2014

MOTIVASI DIRI DAN KETRAMPILAN BERPRESTASI (KETEKUNAN DAN USAHA)



MOTIVASI DIRI DAN KETRAMPILAN BERPRESTASI  (KETEKUNAN DAN USAHA)

      Kita mengidealkan orang-orang yang meraih keberhasilan melalui kerja keras, namun baik dikalangan orangtua maupun pendidik banyak yang belum menemukan cara ampuh untuk menanamkan Emotional Intelligent seperti ketekunan, kerajinan, dan kemauan pada anaknya. Salah satu kenyataan yang paling mengkhawatirkan orangtua adalah ketika mereka menyaksikan anak-anaknya tidak peduli lagi dengan pendidikannya, sehingga tidak mengejutkan bila di Amerika Serikat angka buta huruf terus meningkat dan 17 persen anak-anak tidak menyelesaikan sekolah menengah.
  Seorang psikolog Martin Covington menggambarkan bagaimana anak-anak berkembang melalui 4 tahapan tentang hubungan antara usaha, kemampuan, dan prestasi.
Tahap 1 : Bagi anak-anak usia prasekolah dan taman kanak-kanak, usaha dianggap sama dengan kemampuan anak-anak. Anak-anak ini percaya bahwa cukup dengan berusaha lebih keras mereka akan berhasil dalam apa saja meskipun sebelumnya harus berulang kali gagal.
Tahap 2 : Antara usia 6 dan 10 tahun, anak-anak mulai melihat bahwa usaha hanya salah satu faktor dalam keberhasilan. Supaya berhasil mereka harus bekerja keras.
Tahap 3 : Antara usia 10 dan 12 tahun, anak-anak lebih mengerti lagi hubungan antara usaha dan kemampuan.  Mereka sadar betul bahwa orang yang kurang berbakat dapat mengimbangi kekurangan itu dengan usaha lebih keras, dan orang yang berbakat tidak perlu bekerja keras.

Tahap 4 : Usia 13 dan 15 tahun, pengertian mereka tentang usaha sebagai sesuatu yang sama nilainya dengan keberhasilan digantikan dengan keyakinan bahwa bakat adalah satu-satunya yang diperlukan agar berhasil. Kurangnya bakat sudah cukup untuk menjelaskan kegagalan. Pada tahap inilah menurunnya prestasi sehingga banyak remaja yang mencari sekolah yang tidak menuntut kerja keras, dan puas dengan prestasi sedang.

APA YANG SEBAIKNYA DILAKUKAN???
KEGIATAN MENANTANG : Anak perlu diperkenalkan tidak hanya dengan kegiatan-kegiatan yang tampak mudah dan menyenangkan, tetapi juga pada kegiatan-kegiatan menantang yang membantu mereka mencapai prestasi tinggi. Mereka harus belajar mempertahankan usahanya bahkan meskipun sulit dan bosan.
Anda bisa menuntut anak Anda untuk lebih berusaha lebih banyak : lebih banyak tugas rumah tangga, lebih rajin belajar, lebih banyak terlibat dalam kegiatan masyarakat. Satu hal yang harus diperhatikan yaitu manfaat komputer dalam segala bentuk pengajaran dan kita harus mengakui bahwa bahaya komputer mampu memberikan kepuasan instan.

MANAJEMEN WAKTU : Anda dapat memperkenalkan manajemen waktu yang paling mendasar kepada anak yang baru enam tahun, menggunakan daftar tabel

Mengelolah Waktu dan Tugas
Tulis semua kegiatan yang harus kamu lakukan antara pukul______dan pukul_____
Susun kegiatan dari yang penting hingga yang paling tidak penting dan urutkan waktu mengerjakan tugas sampai dengan selesai.
Selanjutnya tahap memberikan nilai harus  1 : bisa diterima, 2 : bagus, 3 : bagus sekali. Ingat bahwa memberikan nilai harus teliti contoh : membereskan tempat tidur (Skor 1), namun mengerjakan PR (3) karena terlibat usaha berpikir dan mental.

TUGAS YANG HARUS DIKERJAKAN
Urutan Tugas                       Selesai                 Waktu yang diperlukan              Nilai
Mengerjakan PR                   1 Jam                      06.00 - 07.00 P.M                    3

MANFAAT HOBI : Anna Freud (Pencetus Hobi) percaya bahwa anak harus menyelesaikan tugas-tugas tertentu pada usia tertentu agar memperoleh kemajuan dalam perkembangan bermainnya. Ia menerangkan bahwa hobi termasuk tugas-tugas perkembangan yang penting bagi anak usia sekolah dasar karena kegiatan-kegiatan ini terletak ditengah-tengah antara bermain dan bekerja. Hobi member anak rasa bangga dan rasa berhasil. Anda bisa mendorong anak Anda mempunyai hobi menarik seperti : membuat koleksi, kerajinan tangan, hobi pengetahuan (komputer), dan hobi membuat pertunjukan (modern dance and traditional dance, musical dll).

KETERLIBATAN ANDA DALAM HOBI ANAK : Menggunakan hobi untuk mengajarkan ketrampilan sosial dan emosional anak lebih banyak membutuhkan waktu Anda, khususnya jika anak lekas bosan, kurang motivasi, atau mempunyai masalah-masalah lain yang berhubungan dengan buruk prestasi.
Hal-hal yang perlu Anda perhatikan di antaranya :
Pertama : Pastikan bahwa hobi tu mempunyai tingkat yang sesuai dengan anak Anda. Sebagian besar anak akan lekas bosan bila hobi terlalu sulit atau menjadi terlalu seperti pekerjaan sekolah. Sebaliknya, hobi yang tidak menghadirkan tantangn tidak mungkin menarik minat anak Anda untuk waktu lebih lama.

Kedua : Tetapkan waktu khusus bagi Anda u/ meluangkan waktu bersama anak dalam mengembangkan hobinya. Anda bisa mencontohkan dengan menunjukkan minat, keahlian dan kemampuan member petunjuk terhadap hobi anak tersebut.

Ketiga : Dukung hobi anak dengan pujian dan dorongan supaya anak jangan lekas bosan dan frustasi terhadap hobinya.

Keempat : Dorong anak Anda untuk tetap menekuni hobinya meskipun ada hal lain yang menarik minatnya sehingga bisa saja anak berpaling dari hobinya. Hobi menjadi efektif jika berjalan selama 6 bulan, atau kalau bisa lebih lama. Jangan lupa tekankan anak akan kesungguhan hati, kesabaran, stamina dan keuletan.

Kesimpulannya, Optimisme anak bisa memudar ketika remaja karna hanya merasa dengan punya kemampuan mereka dapat berhasil. Anda dapat mengimbangi perkembangan ini dengan mengajari mereka menghargai ketekunan berusaha mencapa tujuan hidup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar