MOTIVASI DIRI DAN
KETRAMPILAN BERPRESTASI (KETEKUNAN DAN
USAHA)
Kita
mengidealkan orang-orang yang meraih keberhasilan melalui kerja keras, namun
baik dikalangan orangtua maupun pendidik banyak yang belum menemukan cara ampuh
untuk menanamkan Emotional Intelligent seperti ketekunan, kerajinan, dan
kemauan pada anaknya. Salah satu kenyataan yang paling mengkhawatirkan orangtua
adalah ketika mereka menyaksikan anak-anaknya tidak peduli lagi dengan
pendidikannya, sehingga tidak mengejutkan bila di Amerika Serikat angka buta
huruf terus meningkat dan 17 persen anak-anak tidak menyelesaikan sekolah
menengah.
Seorang
psikolog Martin Covington menggambarkan
bagaimana anak-anak berkembang melalui 4 tahapan tentang hubungan antara usaha,
kemampuan, dan prestasi.
Tahap
1 : Bagi
anak-anak usia prasekolah dan taman kanak-kanak, usaha dianggap sama dengan
kemampuan anak-anak. Anak-anak ini percaya bahwa cukup dengan berusaha lebih
keras mereka akan berhasil dalam apa saja meskipun sebelumnya harus berulang kali
gagal.
Tahap
2 : Antara
usia 6 dan 10 tahun, anak-anak mulai melihat bahwa usaha hanya salah satu
faktor dalam keberhasilan. Supaya berhasil mereka harus bekerja keras.
Tahap
3 : Antara
usia 10 dan 12 tahun, anak-anak lebih mengerti lagi hubungan antara usaha dan
kemampuan. Mereka sadar betul bahwa
orang yang kurang berbakat dapat mengimbangi kekurangan itu dengan usaha lebih
keras, dan orang yang berbakat tidak perlu bekerja keras.
Tahap
4 : Usia
13 dan 15 tahun, pengertian mereka tentang usaha sebagai sesuatu yang sama
nilainya dengan keberhasilan digantikan dengan keyakinan bahwa bakat adalah
satu-satunya yang diperlukan agar berhasil. Kurangnya bakat sudah cukup untuk
menjelaskan kegagalan. Pada tahap inilah menurunnya prestasi sehingga banyak remaja
yang mencari sekolah yang tidak menuntut kerja keras, dan puas dengan prestasi
sedang.
APA YANG SEBAIKNYA DILAKUKAN???
KEGIATAN MENANTANG : Anak perlu diperkenalkan tidak hanya
dengan kegiatan-kegiatan yang tampak mudah dan menyenangkan, tetapi juga pada
kegiatan-kegiatan menantang yang membantu mereka mencapai prestasi tinggi.
Mereka harus belajar mempertahankan usahanya bahkan meskipun sulit dan bosan.
Anda
bisa menuntut anak Anda untuk lebih berusaha lebih banyak : lebih banyak tugas
rumah tangga, lebih rajin belajar, lebih banyak terlibat dalam kegiatan
masyarakat. Satu hal yang harus
diperhatikan yaitu manfaat komputer dalam segala bentuk pengajaran dan kita
harus mengakui bahwa bahaya komputer mampu memberikan kepuasan instan.
MANAJEMEN WAKTU : Anda dapat memperkenalkan manajemen
waktu yang paling mendasar kepada anak yang baru enam tahun, menggunakan daftar
tabel
Mengelolah
Waktu dan Tugas
Tulis
semua kegiatan yang harus kamu lakukan antara pukul______dan pukul_____
Susun
kegiatan dari yang penting hingga yang paling tidak penting dan urutkan waktu
mengerjakan tugas sampai dengan selesai.
Selanjutnya
tahap memberikan nilai harus 1 : bisa
diterima, 2 : bagus, 3 : bagus sekali. Ingat bahwa memberikan nilai harus
teliti contoh : membereskan tempat tidur (Skor 1), namun mengerjakan PR (3)
karena terlibat usaha berpikir dan mental.
TUGAS
YANG HARUS DIKERJAKAN
Urutan
Tugas Selesai Waktu yang diperlukan Nilai
Mengerjakan
PR 1 Jam 06.00 - 07.00 P.M 3
MANFAAT HOBI : Anna Freud (Pencetus Hobi) percaya
bahwa anak harus menyelesaikan tugas-tugas tertentu pada usia tertentu agar
memperoleh kemajuan dalam perkembangan bermainnya. Ia menerangkan bahwa hobi termasuk tugas-tugas perkembangan
yang penting bagi anak usia sekolah dasar karena kegiatan-kegiatan ini terletak
ditengah-tengah antara bermain dan bekerja. Hobi member anak rasa bangga dan
rasa berhasil. Anda bisa mendorong anak Anda mempunyai hobi menarik seperti :
membuat koleksi, kerajinan tangan, hobi pengetahuan (komputer), dan hobi
membuat pertunjukan (modern dance and traditional dance, musical dll).
KETERLIBATAN ANDA DALAM HOBI ANAK : Menggunakan hobi untuk mengajarkan
ketrampilan sosial dan emosional anak lebih banyak membutuhkan waktu Anda,
khususnya jika anak lekas bosan, kurang motivasi, atau mempunyai
masalah-masalah lain yang berhubungan dengan buruk prestasi.
Hal-hal
yang perlu Anda perhatikan di antaranya :
Pertama : Pastikan bahwa hobi tu
mempunyai tingkat yang sesuai dengan anak Anda. Sebagian besar anak akan lekas
bosan bila hobi terlalu sulit atau menjadi terlalu seperti pekerjaan sekolah.
Sebaliknya, hobi yang tidak menghadirkan tantangn tidak mungkin menarik minat
anak Anda untuk waktu lebih lama.
Kedua : Tetapkan waktu khusus bagi Anda
u/ meluangkan waktu bersama anak dalam mengembangkan hobinya. Anda bisa
mencontohkan dengan menunjukkan minat, keahlian dan kemampuan member petunjuk
terhadap hobi anak tersebut.
Ketiga : Dukung hobi anak dengan
pujian dan dorongan supaya anak jangan lekas bosan dan frustasi terhadap
hobinya.
Keempat : Dorong anak Anda untuk tetap
menekuni hobinya meskipun ada hal lain yang menarik minatnya sehingga bisa saja
anak berpaling dari hobinya. Hobi menjadi efektif jika berjalan selama 6 bulan,
atau kalau bisa lebih lama. Jangan lupa tekankan anak akan kesungguhan hati,
kesabaran, stamina dan keuletan.
Kesimpulannya, Optimisme anak bisa memudar
ketika remaja karna hanya merasa dengan punya kemampuan mereka dapat berhasil.
Anda dapat mengimbangi perkembangan ini dengan mengajari mereka menghargai
ketekunan berusaha mencapa tujuan hidup.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar