MENGHINDARI AMUKAN BATITA
Salam peduli karakter anak, kembali
lagi kita akan membahas tantrum anak balita usia (4-5th), Anda perlu
tahu bagaimana cara menghindari amukan
anak balita? Seperti kata orang bijak bilang “Lebih baik mencegah daripada
mengobati.”
Pada umumnya anak balita yang sudah
lebih besar biasanya sudah menyadari dirinya dan seringkali memberi tanda-tanda
bahwa amukan akan terjadi.
Untuk mengurangi amukan balita ada
beberapa hal penting yang Anda harus perhatikan di antaranya :
A. Mengalihkan
Perhatian
Banyak orangtua yang mencoba cara lama yaitu
mengalihkan perhatian dengan menunjuk
kea rah jauh dan berkata, “Oh, lihat di TV sayang! Ada kucing menari !! tepat
sekali wajah anak akan beralih. Cara ini bisa berhasil tetapi hanya untuk
sekitar satu menit.
Anda akan mendapatkan hasil yang sedikit lebih baik jika Anda bisa melibatkan anak ke kegiatan
lain. Sekali dia sibuk, dia bisa melupakan apa yang dia rewelkan sebelumnya. Mis, fakta, jack selalu mengamuk jika harus memegang tangan saya ketika
kami berjalan di jalan umum. Sekarang saya membeli tali kekang model lama dan kami bermain pacuan
kuda ke toko. Midge, ibu Jack (2 tahun)
Ada dua teknik untuk mengalihkan
perhatian anak anda, mau coba, simak dibawah ini :
1. Humor
- Anak balita menyukai lelucon, gerak tubuh yang lucu, suara yang lucu, dan karakter yang gila-gilaan. Sebagai teknik pengalihan, humor sangat ampuh karena :
- Humor membuat anak tertawa, sulit untuk menjadi marah dan murung ketika Anda sedang tertawa.
- Perubahan yang tiba-tiba dari kesedihan ke tertawa adalah sesuatu yang mengejutkan sehingga mereka bisa teralihkan.
- · Anak lebih senang tertawa daripada menangis, jadi tidak ada persaingan.
- · Humor memfokuskan anak pada Anda, si badut, dan bukan pada masalah.
·
Jika
Anda melakukannya cukup lama, humor bisa mengait imajinasi anak cukup lama sehingga
dia bisa melupakan apa yang menjengkelkannya.
·
Menunjukkan
padanya cara meringankan sesuatu yang sedang dihadapinya.
·
Humor
juga membuat Anda merasa lebih baik
2. Marah
(lakukanlah jika perlu)
Marah ini adalah kebalikan dari humor. Humor
dan kemarahan bekerja dengan cara yang sama untuk mengejutkan anak sehingga dia
keluar dari pusaran menuju amukan.
Jika Anda menggunakan kemarahan untuk
memotivasi dan mengejutkan anak Anda, pastikan bahwa Anda berteman lagi segera
sesudahnya dan bahwa permintaan maafnya diterima dengan hangat.
Misalkan, fakta
Bob (Ayah) berkata “Noel, sudah selesai, sekarang keluar dari bak mandi”.
(marah ekspresi tegas, suara lantang, dan
tidak pasang wajah kesan marah pada anak Anda). Lalu Noel segera keluar
dari bak mandi, Ayah berkata “Terima Kasih, Noel, Ayah tadi memang marah,
tetapi akhirnya kamu keluar juga dari bak mandi, tapi kita sudah bermain dengan
senang, maka pergilah mereka untuk menggosok gigi bersama.”
B. Berfokus
pada Jalan Keluar
Bertukar pikiran saat Anda sedang mengalami
tantrum akan membuatnya merasa lebih tidak mampu lagi untuk menghadapi masalah.
Solusinya, tunda waktu pembicaraan selama
beberapa menit sampai anak Anda tenang dan Anda bisa melakukan hal ini :
·
Apa
yang telah terjadi tadi? (mis, tadi kamu memukul adikmu)
·
Mengapa?
(kamu tidak senang Kevin mengambil makanan kesukaanmu/kamu sedang bosan)
·
Apa
yang akan kamu lakukan di lain waktu? (Kamu bisa memilih beberapa mainan untuk
dibawah ke meja makan).
Jadi, inilah sejumlah ketrampilan yang penting
bagi setiap orang yang ingin menjadi dewasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar