Kamis, 05 Juni 2014

TANTRUM BALITA (MENGHINDARI AMUKAN)



MENGHINDARI AMUKAN BATITA

            Salam peduli karakter anak, kembali lagi kita akan membahas tantrum anak balita usia (4-5th), Anda perlu tahu bagaimana  cara menghindari amukan anak balita? Seperti kata orang bijak bilang “Lebih baik mencegah daripada mengobati.”
            Pada umumnya anak balita yang sudah lebih besar biasanya sudah menyadari dirinya dan seringkali memberi tanda-tanda bahwa amukan akan terjadi.
            Untuk mengurangi amukan balita ada beberapa hal penting yang Anda harus perhatikan di antaranya :
A.      Mengalihkan Perhatian
Banyak orangtua yang mencoba cara lama yaitu mengalihkan perhatian dengan  menunjuk kea rah jauh dan berkata, “Oh, lihat di TV sayang! Ada kucing menari !! tepat sekali wajah anak akan beralih. Cara ini bisa berhasil tetapi hanya untuk sekitar satu menit.
            Anda akan mendapatkan hasil yang sedikit lebih baik  jika Anda bisa melibatkan anak ke kegiatan lain. Sekali dia sibuk, dia bisa melupakan apa yang dia rewelkan  sebelumnya. Mis, fakta, jack selalu mengamuk jika harus memegang tangan saya ketika kami berjalan di jalan umum. Sekarang saya membeli  tali kekang model lama dan kami bermain pacuan kuda ke toko. Midge, ibu Jack (2 tahun)
            Ada dua teknik untuk mengalihkan perhatian anak anda, mau coba, simak dibawah ini : 
1.      Humor


  • Anak balita menyukai lelucon, gerak tubuh yang lucu, suara yang lucu, dan karakter yang gila-gilaan. Sebagai teknik pengalihan, humor sangat ampuh karena :

  • Humor membuat anak tertawa, sulit untuk menjadi marah dan murung ketika Anda sedang tertawa.

  • Perubahan yang tiba-tiba dari kesedihan ke tertawa adalah sesuatu yang mengejutkan sehingga mereka bisa teralihkan.

  • ·        Anak lebih senang tertawa daripada menangis, jadi tidak ada persaingan.

  • ·        Humor memfokuskan anak pada Anda, si badut, dan bukan pada masalah.

·        Jika Anda melakukannya cukup lama, humor bisa mengait imajinasi anak cukup lama sehingga dia bisa melupakan apa yang menjengkelkannya.


·        Menunjukkan padanya cara meringankan sesuatu yang sedang dihadapinya.
·        Humor juga membuat Anda merasa lebih baik

      2.      Marah (lakukanlah jika perlu)



Marah ini adalah kebalikan dari humor. Humor dan kemarahan bekerja dengan cara yang sama untuk mengejutkan anak sehingga dia keluar dari pusaran menuju amukan.
Jika Anda menggunakan kemarahan untuk memotivasi dan mengejutkan anak Anda, pastikan bahwa Anda berteman lagi segera sesudahnya dan bahwa permintaan maafnya diterima dengan hangat.
Misalkan, fakta Bob (Ayah) berkata “Noel, sudah selesai, sekarang keluar dari bak mandi”. (marah ekspresi tegas, suara lantang, dan  tidak pasang wajah kesan marah pada anak Anda). Lalu Noel segera keluar dari bak mandi, Ayah berkata “Terima Kasih, Noel, Ayah tadi memang marah, tetapi akhirnya kamu keluar juga dari bak mandi, tapi kita sudah bermain dengan senang, maka pergilah mereka untuk menggosok gigi bersama.”
B.      Berfokus pada Jalan Keluar

Bertukar pikiran saat Anda sedang mengalami tantrum akan membuatnya merasa lebih tidak mampu lagi untuk menghadapi masalah.
Solusinya, tunda waktu pembicaraan selama beberapa menit sampai anak Anda tenang dan Anda bisa melakukan hal ini :
·        Apa yang telah terjadi tadi? (mis, tadi kamu memukul adikmu)
·        Mengapa? (kamu tidak senang Kevin mengambil makanan kesukaanmu/kamu sedang bosan)
·        Apa yang akan kamu lakukan di lain waktu? (Kamu bisa memilih beberapa mainan untuk dibawah ke meja makan).

Jadi, inilah sejumlah ketrampilan yang penting bagi setiap orang yang ingin menjadi dewasa.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar