Selasa, 09 September 2014

BAGAIMANA ANAK-ANAK BELAJAR BERPERILAKU NAKAL



BAGAIMANA ANAK-ANAK BELAJAR BERPERILAKU NAKAL

     “Kevin, ayo rapikan tempat tidur.” ; “Aku nggak mau rapikan tempat tidur sekarang”; “Kevin, kamarmu berantakan ayo rapikan” ; “Nanti aja ibu” ; “Ayo rapikan, nanti ibub kasih kamu uang” ; “Kalau ditambah silver queen, aku mau rapikan tempat tidur”
         Orangtua ingin menawarkan imbala kepada seorang anak yang sedang membantah dan mencoba menghindar melakukan kewajibannya. Uang suap adalah imbalan bagi perilaku keliru. Uang suap adalah usaha untuk memaksa seorang anak yang nakal melakukan tindakan yang baik.
       Kalau Anda menyuap seorang anak, Anda mendorongnya untuk menjadi orang yang tidak menyenangkan di masa depan.
       Sejumlah orangtua mulai memberi imbalan pada tingkahlaku yang tak dapat diterima ketika anak-anak mereka masih sangat kecil. Bayangkan orangtua menggunakan jajanan untuk menenangkan seorang anak yang tidak bahagia. Anak kecil belajar bahwa cara mendapatkan jajanan adalah berpura-pura tidak bahagia. Ketidakbagiaan akan mendapat imbalan.
     Ketika Anda menyerah kepada amukan dan tuntutan-tuntutan lain menyebabkan perilaku-perilaku negatif ini makin meningkat di masa depan.

APA YANG SEBAIKNYA DILAKUKAN ???
Pemadaman. Perilaku yang tidak memperoleh imbalan tidak akan terulang. Pemadaman berarti Anda harus menghilangkan imbalan-imbalan yang diberikan setelah anak bertingkahlaku negatif. Dengan konsisten dan ketekunan orangtua, amukan dan tuntutan yang tidak mendapat imbalan akhirnya akan menghilang. Karna semakin sering seorang anak mendapat imbalannya, semakin hebat kenakalan itu untuk menolak pemadaman. Anda harus bersikap sabar dan jangan menyerah. Jika Anda menyerah kepada amukan yang lebih hebat dan tuntutan yang lebih besar, Anda akan memberi imbalan pada amukan yang lebih dahsyat dan tuntutan yang lebih besar.
Ada imbalan-imbalan tertentu yang tidak bisa Anda hapus. Bayangkan seorang remaja yang merokok. Anda dapat membuang jauh rokoknya kalau Anda menemukannya. Anda bahkan menghukum remaja tersebut. Sanksi-sanksi ini dapat mengurangi perbuatan rokok itu. Anda tidak mungkin mengendalikan tekanan rekan sebayanya. Teman-temannya menekan supaya merokok. Ia mendapatkan status sosial dengan merokok. Ini butuh rasa saling percaya antara Anda dan anak Anda.
Pemadaman + umpan balik positif. Pemadaman memperlemah perilaku-perilaku negative. Tapi umpan balik positif juga dibarengi dan dipusatkan perhatian pada apa yang dilakukan benar oleh anak-anak Anda.
Jangan membuat dalih. Anak-anak berperilaku nakal karena orangtua membuat dalih-dalih. Contoh “Kevin, pukul adiknya karena memang ayahnya membelikan mainan yang banyak buat adiknya” ; “Kevin berperilaku seperti itu, karna dia ayahnya jarang dirumah dan sibuk bekerja”. Dalih mengajarkan anak-anak bahwa mereka bertanggungjawab atas perilaku mereka. Anak-anak menggunakan dalih ini untuk membantah dan menghindari tanggung jawab.
Jangan bertanya “mengapa?”. Bertanya “Kevin, mengapa kamu melakukan semua ini??” pertanyaan mengapa meminta sebuah dalih dan menjurus pada perdebatan dan perbantahan yang panjang. Daripada mengajukan mengapa lebih baik bertanya “Apa yang kamu buat???” maksudnya bertanya Apa untuk menghindari timbulnya dalih-dalih dan meminta anak memberitahu apa yang terjadi. Lalu lanjut dengan berkata “Apa yang kamu dapat lakukan agar kamu dapat mengatasi masalah ini???”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar