TANGGUNG JAWAB, TUGAS RUMAH
TANGGA DAN UANG SAKU
Tanggungjawab
Anak-anak perlu belajar tentang
tanggung jawab dari suatu pekerjaan. Ketika anak-anak belajar melakukan tugas
di dalam rumah, sesungguhnya mereka mempelajari dasar-dasar ketrampilan hidup
mandiri. Rasa tanggung jawab akan membentuk rasa percaya dan harga diri.
Pekerjaan mengajarkan kerjasama dan kelompok.
Jangan memberi anak-anak Anda
terlalu banyak tanggungjawab atau pekerjaan. Itu malahan nantinya akan membuat
mereka jengkel. Terimalah usaha terbaik anak Anda meskipun hasil akhirnya
barangkali tidak sesuai dengan standar Anda. Sikap yang baik lebih penting
daripada tempat tidur yang ditata sempurna.
Berilah contoh tentang sikap-sikap
yang benar menghadapi pekerjaan. Anak-anak perlu melihat bahwa pekerjaan rumah
tangga dan beres-beres adalah bagian hidup. Bekerjalah bahu-membahu dengan
anak-anak Anda dan bersenang-senanglah. Berilah tanggung jawab yang ringan
kepada anak-anak kecil dan kemudian tingkatkan kesulitannya bila mereka sudah
lebih besar.
Berilah contoh tentang tanggung
jawab. Anda tidak boleh mengeluh dengan pekerjaan Anda dan itu hanya mengajar
anak Anda untuk mengeluh. Berikan anak Anda hak istimewa yaitu kekebasan dan
pilihan. Artinya tanggung jawab mana yang harus dia kerjakan berdasarkan tingkat
kemampuan anak. Kalau ia bisa, biarkan kalau tidak bisa jangan dipaksakan.
Bicarakanlah soal tujuan. Mulailah
sejak dini membicarakan kepada anak-anak Anda soal menentukkan tujuan sebelum
mereka menginjak remaja. Contoh : Anak menggemari bidang olahraga renang,
bicarakan apa yang harus mereka perbuat hingga mereka bisa meraih apa yang
mereka cita-citakan?? Seperti belajar dan latihan setiap waktu.
Belajar Mendapat Upah
Banyak orangtua memotong uang saku
seorang anak yang tidak menyelesaikan semua tugas rumah tangga yang menjadi
kewajibannya. Buatlah strategi ini menjadi positif. Gunakan diagram sebagai
sarana untuk mendapatkan uang saku. Ini biasanya ampuh pada setiap anak kecil.
Ini sangat cocok bagi kaum remaja. Anak yang melaksanakan pekerjaan itu
mendapat uangnya sebagai uang saku. Bagilah tugas itu dengan adil di antara
anak-anak Anda. Tentukan waktu mulainya, waktu selesainya, dan nilai untuk
setiap pekerjaan. Bagilah tugas-tugas tersebut sehingga anak-anak yang lebih
besar dapat bekerja lebih lama dan mendapatkan upah lebih besar. Ini mengajar
anak-anak tanggungjawab dan hak istimewa berkaitan dengan usia.
Contoh Daftar Tugas Penghasil Uang
|
|
Senin
|
Selasa
|
Rabu
|
Kamis
|
Jumat
|
|
Upin
|
Buang Sampah 7.00 – 7.10
10 poin
|
|
Menyiapkan meja makan
4.30-4.45
15 poin
|
|
Membersihkan kamar mandi
4.00-4.30
30 poin
|
|
Ipin
|
|
Menyiapkan Meja makan 4.30-4.45
15 poin
|
|
Buang Sampah
Buang Sampah 7.00 – 7.10
10 poin
|
Melap Mebel
4.00-4.30
30 poin
|
Mengajar Anak-anak Tentang Nilai Uang
Ajari anak Anda
soal menggunakan uang. Mulailah pada
usia tiga tahun. Jelaskan uang itu perlu. Uang didapat dari bekerja. Uang tidak
muncul secara ajaib dari mesin ATM.
Jangan membayar
untuk apa saja yang dikerjakannya. Anda tidak boleh membayar anak Anda atas segala sesuatu yang
dikerjakannya. Setelah anak Anda menyelesaikan tugas-tugas yang diminta, baru
ia boleh memilih dari daftar tugas
penghasil uang. Kalau anak Anda memerlukan uang tambahan untuk kegiatan
yang penting baginya, biarkanlah mereka mendapatkan uang itu dengan melakukan
suatu tugas tertentu, misalnya membersihkan halaman.
Ajarilah mereka
tentang pengeluaran. Mintalah mereka
untuk menggunakan uang mereka sendiri untuk beberapa hal tertentu. Contoh anak
ingin membeli sepatu seharga Rp. 125.000, Anda bisa memberinya uang hanya Rp. 75.000 dan sisanya biar ia
usaha sendiri untuk melatih tanggungjawabnya dan ini sangat ampuh ketika
barang-barang itu didapatkan dan sangat dijaga oleh pemiliknya.
Ajarkan sifat
konsumerisme. Minta
anak-anak membandingkan harga-harga. Contoh : Anak mencari barang yang ingin
dibelinya pada semua toko yang mungkin sedang obral sepatu. Ini menandakan
bahwa anak Anda adalah konsumen yang bijaksana.
Ajarkanlah
anggaran rumah tangga. Bagaimana
sejumlah uang yang terbatas harus dibagi-bagi untuk keperluan rumahtangga
seperti listrik, air, dll.
Ajarilah mereka
menabung. Mungkin
sepersen dari uang jajan mereka. Ini butuh dorongan dari Anda.
Tentukan
sasaran-sasaran keuangan. Minta mereka
menghitung biaya pendidikan dan biaya hidup. Ketika anak Anda ingin masuk salah
satu perguruan tinggi. Anak Anda bisa mencari informasi tentang bantuan dana
atau beasiswa.
Mencari uang
sendiri. Ini adalah cara terbaik mengajarkan anak
tentang uang. Carilah pekerjaan yang aman, jam kerja yang wajar seperti anak
berbakat komputer anak bisa untuk memberi kursus komputer kepada tetangganya
agar dapat penghasilan sendiri.
Jangan
kelewatan. Ajari anak
supaya jangan menggunakan uang untuk hal-hal yang tidak perlu hanya untuk
kesenangan pribadi semata.
Oke sampai disini yahh selamaat berjuang dalam mendidik
anak-anak Anda. God Bless You
Tidak ada komentar:
Posting Komentar