DI BALIK KENIKMATAN TELEVISI PADA ANAK
Ini saran klasik tapi sangat berguna
dalam membantu kakak-adik hidup akur. Semua pakar pendidikan anak anak setuju
kalau televisi merupakan musuh terbesar pendidikan. Anak-anak yang kecanduan
menonton televisi biasanya lebih pasif, kurang mempunyai keinginan beprestasi,
dan cenderung lebih agresif kalau acara yang di tonton tidak terlebih dahulu
disensor orangtua.
Jika program televisi yang ditonton
menawarkan nilai-nilai kekerasan, persaingan, kesenangan, dan kepuasan pribadi,
anak akan berasumsi kekerasan seperti memukul kakak/adik adalah suatu yang
normal dan dapat diterima oleh lingkungan. Hal ini dikarenakan anak balita
sulit membedakan antara realitas hidup dan apa yang ditampilkan di televisi.
Kasus seorang kakak meninju adiknya
yang mengambil coklatnya. Kasihan benar. Tapi itulah akibat pembelajaran dari
televisi dan pelbagai game /playstation atau games komputer yang mengajar anak
untuk selalu menang dengan menghalalkan segala cara termasuk mengalahkan orang
lain dengan cara kekerasan entah memukul, menembak, ataupun menyakiti lewat
kata-kata. Budaya bersaudara, berkasih sayang, bersolidaritas, sehati sejiwa,
tenggang rasa menjadi sirna dan tak terpelihara karena pengaruh kuat televisi
yang menekankan bahwa kekuasaan dan daya tarik fisik adalah yang lebih penting.
Ada kesan umum dimana orangtua
merasa lega dan tertolong untuk sesaat karena jika anak-anak menonton televisi,
mereka tidak bertengkar, tidak berkelahi, tidak membuat anak kenakalan lain.
Tetapi kalau dilihat lebih jauh, anak-anak justru tidak mendapat kesempatan
belajar menyelesaikan konflik, masalah, persoalan yang mereka temukan antar
saudara dirumah. Efeknya, mereka tidak hanya kurang memiliki kemampuan untuk
menyelesaikan masalah dirumah.
Anak-anak sebetulnya menjadi miskin
dalam pengalaman hidup sosial, hidup bersaudara, anak-anak tak tahu mencari
jalan keluar bersama, tak tahu mendengarkan, tak tahu menerangkan, mereka hanya
belajar dari tontonan televisi yang agresif yaitu menyelesaikan masalah dengan
berkelahi, memukul, menipu, dan sebagainya.
APA YANG SEBAIKNYA DILAKUKAN???
Batasi Waktu. Membatasi jam menonton televisi bagi
anak-anak merupakan usaha besar dan banyak keluarga mengalami kebuntuan.
Berembuklah bersama anak-anak terangkanlah pengaruh positif dan negatifnya
sejelas mungkin dan ajaklah mereka bersama-sama menentukan jam menonton mereka
untuk anak dibawah usia dua tahun sebaiknya tidak menonton televisi, waktu
mereka lebih baik digunakan u/ berinteraksi dengan orang disekitarnya. Batasi
anak untuk menonton setengah jam/hari untuk pra-sekolah maksimum satu jam dan
sebaiknya dibagi menjadi dua bagian (misalnya 30 menit dipagi hari dan 30 menit
disore hari). Untuk anak usia sekolah, sebaiknya dibatasi lima jam/minggu.
Carilah Informasi. Orangtua perlu mencari
informasi mengenai film-film tersebut yang sifatnya mendidik. Karena
mengajarkan anak tentang perasaan, memberikan petunjuk bagaimana menjadi teman
yang baik, memberikan pandangan mengenai kehidupan di negara lain. Selain mendidik,
baik juga menonton film-film yang mengandung humor yang dapat menghibur anak.
Waktu Senggang. Kita dapat membantu anak-anak
mengurangi menonton televisi dengan memberi contoh tidak menonton berlebihan
misalnya dengan menggunakan waktu senggang untuk membaca buku, olahraga atau ke
taman.
Temani Nonton. Sangatlah perlu juga mendampingi
anak-anak dalam menonton televisi, agar orangtua tahu apa yang ditonton
anak-anak dan dapat mengarahkan anak-anak pada waktunya. Kita dapat menjelaskan
pada anak bahwa seseorang yang ingin menolong dan melakukan tindakan kekerasan
yang mereka lihat di televisi tidaklah benar. Di dalam keluarga, tidak
diizinkan menyakiti oranglain (kakak/adik) dengan alasan untuk menolong. Ada
cara-cara lain yang lebih membangun dalam memecahkan masalah seperti berunding
atau melalui jalur hukum.
Bukan di Kamar Anak. selain itu jangan meletakkan televisi
di kamar anak karena hal ini mengurangi kontrol kita terhadap lamanya anak
menonton dan acara yang ditontonnya.
Sampai disini dulu yahh selamat
berjuang dalam mendidik anak-anak Anda. GBU.
Kata-kata bijak
Anak Adalah titipan Tuhan, ketika anak mengalami kesusahan, maka
Anak akan datang kepada Orangtua sebagai
tempat untuk bertumpu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar