PERAN ANDA DALAM MENJADIKAN ANAK ANDA SEORANG
PEMECAH MASALAH
Sekelompok anak delapan tahun yang
tahun yang tengah membangun sebuah benteng di halaman belakang. Keasyikan
mereka dimulai dengan membuat rencana, mengumpulkan karton-karton bekas,
potongan-potongan kayu, tali, dan rongsokan apa saja dari garasi atau dari
gudang untuk memuaskan fantasi arsiktektur mereka. Mereka biasanya lupa dengan
jam makan siang dan tidak peduli meskipun huja tiba-tiba turun. Mereka
tampaknya juga tidak ambil pusing dengan sikap skeptis / ragu-ragu orangtua
akan hasil “bangunan”-nya nanti. Dalam banyak hal, anak-anak akan lebih
menunjukkan kepuasan dan kesenangan dari pemecahan masalah dalam upaya
membangun benteng dibanding bermain benteng-benteng itu sendiri.
Sebagian orangtua mungkin tidak
mencontohkan ketrampilan pemecahan masalah di rumah, walaupun sesungguhnya
mereka adalah pemecah-pemecah masalah yang andal di pekerjaan atau di
masyarakat.
Apakah Anda memeragakan kepada anak
Anda cara memecahkan masalah melalui kata dan perbuatan Anda sehari-hari?
APA YANG SEBAIKNNYA DILAKUKAN???
RAPAT KELUARGA
Satu cara untuk menjamin agar Anda
mempunyai kesempatan untuk mencotohkan ketrampilan pemecahan masalah kepada
anak-anak adalah dengan menjadwalkan rapat keluarga mingguan. Mewajibkan setiap
orang hadir dalam rapat keluarga baik bagi orangtua maupun anak-anak akan merupakan
pesan bahwa sebagai kepala keluarga Anda menjalankan peran itu dengan serius.
Sebaiknya rapat keluarga dijadwalkan
berlangsung selama setengah jam. Sebagai pemimpin rapat, orangtua harus
mengusahakan berlakunya aturan-aturan berikut :
- · Mulai dan selesai tepat pada waktunya.
- · Jangan memotong pembicaraan orang lain.
- · Jangan mengkritik pandangan atau perasaan seseorang
- Beri setiap orang kesempatan untuk berpartisipasi, tetapi jangan memaksanya jika belum mau.
Kira-kira waktu rapat harus sediakan untuk
masalah-masalah individu dan masalah yang mempengaruhi keluarga.
Contoh prosedur pemecahan masalah yang dapat
dipelajari oleh anak-anak Anda ada lima langkah :
1. Mengidentifikasi masalah : “Saya punya
beban dengan biaya kontrakan rumah kita sebesar 1 juta”
2. Memikirkan pemecahan alternatif :
“Saya dapat a) mengambil uang amplop di lemari saya yang adalah uang sekolah
anak saya yang harus dibayar semester ini. b). bisa menjual barang antik saya
karna itu barang yang bisa dijual dan bisa membayar uang kontrakan. c). bisa
mengambil tabungan saya dan meminta bantuan dari tabungan anak-anakku dan
istriku agar bisa melunasi uang kontrakan.
3. Membandingkan tiap pemecahan : “Pemecahan
masalah pertama hanya membebani beban belajar anak-anak saya yang masih
sekolah. Pemecahan masalah kedua hanya
menamba beban keluarga karena itu salah satu aset yang tersisa dan itu
peninggalan orangtua yang harus dijaga. Pemecahan masalah ketiga saling membahu karena hasil jeri payah
masing-masing dalam menabung dan tidak menambah beban saya dan orang lain
karena kita satu keluarga.
Apabila Anda telah mencontohkan proses
pemecahan masalah, anak-anak Anda harus mempunyai kesempatan membahas suatu
masalah jika mereka menghendaki. Anak-anak kecil masih membutuhkan bimbingan
untuk menjalani tiap langkah ini. anak-anak senang diberi kesempatan untuk
membantu orangtua dalam hal-hal yang penting, dan pandangan mereka harus
dihormati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar