Selasa, 16 September 2014

PERAN ANDA DALAM MENJADIKAN ANAK ANDA SEORANG PEMECAH MASALAH



PERAN ANDA DALAM MENJADIKAN ANAK ANDA SEORANG PEMECAH MASALAH

     Sekelompok anak delapan tahun yang tahun yang tengah membangun sebuah benteng di halaman belakang. Keasyikan mereka dimulai dengan membuat rencana, mengumpulkan karton-karton bekas, potongan-potongan kayu, tali, dan rongsokan apa saja dari garasi atau dari gudang untuk memuaskan fantasi arsiktektur mereka. Mereka biasanya lupa dengan jam makan siang dan tidak peduli meskipun huja tiba-tiba turun. Mereka tampaknya juga tidak ambil pusing dengan sikap skeptis / ragu-ragu orangtua akan hasil “bangunan”-nya nanti. Dalam banyak hal, anak-anak akan lebih menunjukkan kepuasan dan kesenangan dari pemecahan masalah dalam upaya membangun benteng dibanding bermain benteng-benteng itu sendiri.
    Sebagian orangtua mungkin tidak mencontohkan ketrampilan pemecahan masalah di rumah, walaupun sesungguhnya mereka adalah pemecah-pemecah masalah yang andal di pekerjaan atau di masyarakat.
    Apakah Anda memeragakan kepada anak Anda cara memecahkan masalah melalui kata dan perbuatan Anda sehari-hari?
APA YANG SEBAIKNNYA DILAKUKAN???
RAPAT KELUARGA
    Satu cara untuk menjamin agar Anda mempunyai kesempatan untuk mencotohkan ketrampilan pemecahan masalah kepada anak-anak adalah dengan menjadwalkan rapat keluarga mingguan. Mewajibkan setiap orang hadir dalam rapat keluarga baik bagi orangtua maupun anak-anak akan merupakan pesan bahwa sebagai kepala keluarga Anda menjalankan peran itu dengan serius.
   Sebaiknya rapat keluarga dijadwalkan berlangsung selama setengah jam. Sebagai pemimpin rapat, orangtua harus mengusahakan berlakunya aturan-aturan berikut :

  • ·        Mulai dan selesai tepat pada  waktunya.

  • ·        Jangan memotong pembicaraan orang lain.

  • ·        Jangan mengkritik pandangan atau perasaan seseorang
  •     Beri setiap orang kesempatan untuk berpartisipasi, tetapi jangan memaksanya      jika belum mau.

 Kira-kira waktu rapat harus sediakan untuk masalah-masalah individu dan masalah yang mempengaruhi keluarga.
 Contoh prosedur pemecahan masalah yang dapat dipelajari oleh anak-anak Anda ada lima langkah :
1.       Mengidentifikasi masalah : “Saya punya beban dengan biaya kontrakan rumah kita sebesar 1 juta”
2.   Memikirkan pemecahan alternatif : “Saya dapat a) mengambil uang amplop di lemari saya yang adalah uang sekolah anak saya yang harus dibayar semester ini. b). bisa menjual barang antik saya karna itu barang yang bisa dijual dan bisa membayar uang kontrakan. c). bisa mengambil tabungan saya dan meminta bantuan dari tabungan anak-anakku dan istriku agar bisa melunasi uang kontrakan.
3. Membandingkan tiap pemecahan : “Pemecahan masalah pertama hanya membebani beban belajar anak-anak saya yang masih sekolah. Pemecahan masalah kedua hanya menamba beban keluarga karena itu salah satu aset yang tersisa dan itu peninggalan orangtua yang harus dijaga. Pemecahan masalah ketiga saling membahu karena hasil jeri payah masing-masing dalam menabung dan tidak menambah beban saya dan orang lain karena kita satu keluarga.

Apabila Anda telah mencontohkan proses pemecahan masalah, anak-anak Anda harus mempunyai kesempatan membahas suatu masalah jika mereka menghendaki. Anak-anak kecil masih membutuhkan bimbingan untuk menjalani tiap langkah ini. anak-anak senang diberi kesempatan untuk membantu orangtua dalam hal-hal yang penting, dan pandangan mereka harus dihormati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar