Selasa, 23 September 2014

SIKAP PALING TAHU SEGALANYA



SIKAP PALING TAHU SEGALAHNYA

     Egosentris adalah masa alamiah yang terjadi pada anak-anak usia 1-3 tahun. Usia tersebut merupakan suatu masa ketika anak merasa paling benar dan memaksakan kehendaknya. Tapi entah mengapa ternyata sifat ini terbawa dan masih banyak dimiliki oleh para orangtua. Contoh ungkapan yang sering dilontarkan oleh para orangtua, “Ah….”Kamu ini masih bau kencu tahu apa soal hidup.” Atau “Kamu tau gak, Papa dan Mama sudah makan asam garamnya kehidupan alias lebih berpengalaman dari pada kamu, jadi kamu gak perlu nasihatin Papa-Mama!”
    Jika kita memiliki kebiasaan semacam ini; maka kita telah membuat proses komunikasi dengan anak-anak mengalami jalan buntu. Meskipun maksud kita adalah untuk menunjukkan superioritas kita di depan anak, tapi yang ditangkap anak malah semacam kesombongan yang luar biasa. Tentu saja tak seorang pun mau mendengarkan nasihat orang yang sombong.
APA YANG SEBAIKNYA DILAKUKAN???
Usia bukanlah Soal Ukuran
            Sering kali usia orangtua dijadikan acuan tentang banyaknya pengetahuan juga banyaknya pengalaman. Pada zaman dulu hal ini mungkin saja terjadi, ketika informasi baik melalui buku atau Internet sulit diperoleh oleh anak. Namun untuk saat ini, kondisi tersebut sudah tidak berlaku lagi. Siapa  yang lebih banyak mendapatkan informasi dan banyak mengikuti aktivitas/kegiatan baik yang bersifar bisnis/social, local/internasional, dialah yang lebih banyak tahu dan berpengalaman.
Jadilah Pendengar yang Baik
            Dengarkanlah setiap masukan atau informasi yang dating dari anak kita, tanpa merasa lebih rendah. Semua orang bisa benar dan semua orang juga bisa salah. Bila kita kurang setuju dengan isinya, dukunglah idenya terlebih dahulu, kemudian ceritakan pengalaman kita yang berkaitan dengan ide tadi. Misalnya, “ya, Papa/Mama setuju dengan apa yang kamu sampaikan. Bagus sekali. Eh, tapi tau gak dulu Papa/Mama punya pengalaman yang agak sedikit berbeda lho…begini ceritanya..” barulah sampaikanlah pandangan Anda melalui sebuah cerita pengalaman baik pengalaman nyata atau pengalaman yang kita buat sebagai ilustrasi.

Sampai disini dulu yaah selamaat berjuaannng dalam mendidik anak-anak Anda.. TYM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar