GUNAKAN
HUKUMAN YANG MEMBERI PELAJARAN
Hukuman yang
benar adalah hukuman yang jarang digunakan karena memang jarang diperlukan. Ini
adalah hukum emas bagi hukuman. Hukuman bertujuan mengurangi perilaku negatif.
Banyak orangtua memusatkan perhatian pada hukumannya bukan pada kenakalannya.
Kalau Anda menghukum anak Anda lima atau enam kali sehari atas kesalahan yang
sama, itu artinya hukuman tidak manjur. Suatu hukuman harus dapat mengubah
kenakalan. Kalau tidak cobalah hukuman lain. Barangkali Anda berpikir bahwa
berteriak, mengancam, memarahi, dan memukul pantat adalah hukuman-hukuman yang
baik. Reaksi-reaksi ini melampiaskan amarah Anda. Reaksi-reaksi ini bukanlah
hukuman yang baik.
APA YANG SEBAIKNYA DILAKUKAN???
Jangan Menghukum Saat Anda Sedang Marah. Kalau Anda marah karena suatu kenakalan, Anda
mengajar anak Anda cara merebut kendali atas keadaan emosional pikiran Anda.
Anda memberi anak Anda kekuasaan atas diri Anda. Ini merupakan imbalan.
Kenakalan itu akan diperkuat, bukan dihukum. Sebagai hasilnya, kenakalan itu
akan bertambah. Kalau Anda menemukan diri Anda sedang marah, pergi dan buanglah
amarah Anda lebih dahulu serta jangan tunjukkan ekpresi marah Anda saat
menghukum anak Anda. Alasanya hanya satu
yaitu Anda memberi pelajaran kepada anak-anak Anda bahwa hukuman adalah suatu
bentuk balas dendam dan anak tidak dapat membuat keputusan yang lebih baik.
Gunakanlah Hukuman Secara Konsisten. Hukuman
harus dilaksanakan secara konsisten. Sekali Anda memutuskan untuk menghukum
sebuah perilaku negatif, selalu lakukanlah demikian. Kalau Anda hanya menghukum
bila Anda merasa suka menghukum, Anda hanya memperburuk masalah. Walaupun Anda
sedang lelah anak sedang melakukan kesalahan jangan biarkan perilaku negatif
itu lolos dari perhatian Anda. Supaya anak belajar bahwa Anda betul-betul
menaruh perhatian kepada anak Anda terhadap perilaku negatifnya agar bisa
dikurangi.
Bertindaklah Rasional. Hukuman harus masuk akal. Hukuman yang singkat
dan ringan lebih manjur daripada hukuman yang keras. Contoh : anak tidak mau
makan sayur, hukum saja dia dengan tidak memberi makan penutup yang biasa
disukainya. Kalau hukuman dapat masuk akal, anak-anak dapat dengan baik mempelajari mana perilaku
penting.
Anda
dapat memperbaiki perilaku nakal dengan menggunakan umpan-balik positif untuk
memperkuat lawan dari kenakalan itu. Contoh anak sedang bertengkar “Kalau
kalian tidak berhenti bertengkar, kalian akan dihukum selama 1 minggu”
tunjukkan kebalikkan dari bertengkar yaitu
berkerjasama. Contoh anak sedang
berbagi “Ibu senang sekali melihat kalian bersenang-senang”. Jadi hukuman
dengan umpan balik positif haruslah seimbang.
Oke sampai disini dulu yahh tetap
semangat dalam mendidik anak-anak Anda. TYM
Tidak ada komentar:
Posting Komentar