MEWUJUDKAN RUMAH SEBAGAI ZONA BEBAS DARI KEKASARAN
Rumah
yang bebas dari sikap kasar merfleksikan kasih sayang yang ada dalam keluarga,
kedekatan anggota keluarga satu sama lain, rasa nyaman saat bersama, dan
hal-hal yang baik dari kehidupan keluarga.
Jika Anda memiliki gagasan yang
jelas tentang perilaku yang Anda inginkan dari keluarg, akan lebih mudah bagi
Anda menghadapi problem ketidaksantunan
anak. Anda perlu menghilangkan setiap bentuk komunikasi yang gagasan ini. artinya kedua orangtua perlu
mencontohkan perilaku saling menghargai satu sama lain demi anak-anak mereka.
Berikut ini adalah sejumlah contoh
rumah/keluarga tempat terjadinya bentuk-bentuk komunikasi negatif :
Rumah/Keluarga
Kompetitif. Dalam
rumah ini, anak-anak harus bersaing untuk mendapatkan perhatian dengan
bertingkah laku dalam cara yang negative, kuat, dan/atau mengendalikan, dengan
mengatakan atau melakukan sesuatu yang akan membuat orangtua lebih memerhatikan
mereka dibandingkan anak-anak lain.
Rumah/Keluarga Hening.
Di sini,
orang jarang berbicara, makan bersama, atau berinteraksi dengan cara lain.
Terkadang, anggota keluarga terlalu lelah untuk mengenal satu sama lain.
Terkadang, mereka terlalu marah dengan yang terjadi di dunia luar sehingga
sulit untuk bergembira.
Rumah/Keluarga yang
Kasar. Anggota keluarga jenis ini menggunakan rumah
sebagai tempat untuk melampiaskan perasaan buruk. Bukan berarti keluarga ini
kejam, melainkan lebih karena ia penuh dengan perasaan marah yang seakan
meracuni udara dalam rumah. Orang berbicara satu sama lain dengan kasar dan
jarang mengucapkan kata yang menggembirakan.
Rumah/Keluarga yang
Tegang. Disebut demikian jika satu atau lebih figur
dewasa yang berwenang memiliki sifat yang dengan sopan disebut bersaraf halus
dan berlebihan dalam menyemburkan kemarahan, sering mengeluarkan geraman
menegangkan atau ekspresi tidk menyenangkan yang lain.
Rumah-rumah di atas terbentuk oleh
norma komunikasi keluarga. Kesemuanya menyemaikan benih kekasaran pada anak
APA YANG SEBAIKNYA
DILAKUKAN???
Bagaimana cara mengubah rumah Anda
menjadi sebuah lingkungan yang lebih positif bagi seluruh keluarga? Ada banyak
cara, tetapi yang paling penting adalah dengan memutuskan bahwa orang dewasa
bertanggung jawab dalam menata suasana hati keluarga. Berikut ini adalah
sejumlah cara untuk melalukannya :
- Gembira menyaksikan setiap anggota keluarga ketika dia memasuki ruangan.
- Sesibuk apapun, sebanyak mungkin berada dalam rumah seperti kata seorang anak “ayah dan ibu selalu ada untuk ku”
- Bergembiralah melihat siapapun yang mendekat. Berikan pelukan, ucapkan salam, dan tunjukkan senyuman lebar untuk mereka.
- Tanyakan kabar anggota keluarga Anda dan bagaimana kelangsungan sejumlah proyek. Ingatlah kegiatan yang sedang mereka ikuti. Itu berarti bahwa Anda mendukung apa kegiatan positif yang mereka lakukan.
- Menanyakan kepada anggota keluarga pengalaman mereka di sekolah, tempat kerja, atau mengenai kegiatan rekreasi.
- Peringati hari ulang tahun dan hari besar lain bersama keluarga atau cendera mata kecil sebagai tanda perhatian.
- Buatlah makan malam menjadi peristiwa besar. Bagikanlah tugas agar setiap orang terlibat dalam persiapannya.
- Pergokilah sumbangan yang diberikan anak didalam rumah. Perhatikan setiap perbaikan yang mereka tunjukkan dalam tugas-tugas rumah. Mis. “Kamu sudah membersihkan rumah dengan baik pagi ini”. “Ibu menghargai bantuanmu”
- Buatlah daftar tugas besar berwarna-warni yang menunjukkan jadwal tugas rumah tangga setiap orang.
- Perbolehkan anak memberi tanda bagi setiap tugas yang sudah dikerjakan.
- Jadwalkan wisata keluarga seperti berkunjung ke pantai, kebun binatang, museum dll.
- Mintalah anak-anak merencanakan wisata keluarga untuk sebulan. Berikan batasan anggaran dan jarak yang boleh mereka ajukan.
- Bantulah anak Anda mengumpulkan pakaian dan mainan bekas untuk anak-anak di panti asuhan.
- Buatlah sebuah video bersejarah bersama keluarga sebagai arsip sejarah agar dikenang anak-anak nanti.
- Mendengarkan jawaban, mendengarkan apa yang tengah dikatakan, mengomentari jawaban.
- Mengenali kekasaran anak, memilih konsekuensi sesuai dengan perbuatan anak, lakukan konsekuensi itu tanpa tawa-tawar dan segeralah menghindar dari pertengkaran dengan anak ketika anak protes saat Anda memberlakukan konsekuensi pada anak dengan cara menyibukkan diri dengan kegiatan lain seperti membaca buku, menonton televisi dll.
Semuanya diatas demi mewujudkan zona aman di
dalam rumah yang terbebas dari sikap ketidaksantuan / kekasaran.
Sampai
disini dulu yaah selamaat berjuaannng dalam mendidik anak-anak Anda.. TYM