PERLU MENTAL KUAT MENJADI ORANGTUA TUNGGAL
Apa boleh buat, dari sekian banyak
perkawinan sebagian harus diakhiri di tengah jalan. Suami-istri yang semula
mengikatkan diri untuk membina rumah tangga bersama, terpaksa harus berpisah
oleh sebab seperti kematian salah satu pihak atau oleh karena konflik tajam di
antara mereka yang sekian lama menikah.
Orangtua tunggal atau single parent merupakan akibat yang
ditimbulkan dari keadaan seperti ini. Jumlah orangtua macam begini banyak.
Dalam hal perkawinan sudah
membuahkan anak yang akan menjadi korban dari perpisahan orangtua adalah
anak-anak. “Beberapa penelitian di
Amerika menyebutkan, sebagian anak dari single
parent tidak bahagia disbanding anak-anak dari orangtua utuh”
Masalah terberat yang harus di
hadapi orangtua tunggal adalah kesosongan atau rasa kesepian karna orang yang
dicintai pergi meninggalkannya. Apalagi penolong / partner dalam membangun
hidup bersama atau pasangan untuk menopang ketika terjatuh sering membuat single parent menjadi cemas, gelisah,
kuatir akan hidup ke depan dan itu mempunyai efek perkembangan yang tidak sehat
pada anak.
APA YANG SEBAIKNYA DILAKUKAN???
Penyesuaian
Diri. Mulailah dengan sikap positif dan
fokus pada manfaat dari orangtua tunggal, seperti mengurangi konflik dan
ketegangan di dalam rumah.
Anda Adalah Bos. Anda boleh menjadi sahabat bagi anak tapi
ingat bahwa tidak selamanya juga untuk mencintai, namun juga harus berani
mengatakan tidak dengan menerapkan displin yang konsisten pada anak.
Bijaksana Menyikapi Beban Tugas. Para orangtua tunggal sering kewalahan sendiri
menjalankan tanggung jawab, tugas, dan terlalu emosional membesarkan anak-anak
mereka. Sikap ini tidak boleh ditunjukkan pada anak Anda karena anak tahu bahwa
Anda adalah single parent dan itu
menjadi beban emosional masa depan bagi anak.
Berikan Perhatian dan Kasih Sayang. Anak-anak Anda perlu mendengar Anda mencintai
mereka dan betapa bangganya Anda. Rasa aman harus terjamin bagi anak Anda.
sehingga anak tidak mengkahwatirkan akan hidupnya kedepan nanti bila salah satu
orangtuanya yang telah pergi atau meninggal dunia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar