Sabtu, 04 Oktober 2014

PERLU MENTAL KUAT MENJADI ORANGTUA TUNGGAL


PERLU MENTAL KUAT MENJADI ORANGTUA TUNGGAL

           Apa boleh buat, dari sekian banyak perkawinan sebagian harus diakhiri di tengah jalan. Suami-istri yang semula mengikatkan diri untuk membina rumah tangga bersama, terpaksa harus berpisah oleh sebab seperti kematian salah satu pihak atau oleh karena konflik tajam di antara mereka yang sekian lama menikah.
      Orangtua tunggal atau single parent merupakan akibat yang ditimbulkan dari keadaan seperti ini. Jumlah orangtua macam begini banyak.
          Dalam hal perkawinan sudah membuahkan anak yang akan menjadi korban dari perpisahan orangtua adalah anak-anak.  “Beberapa penelitian di Amerika menyebutkan, sebagian anak dari single parent tidak bahagia disbanding anak-anak dari orangtua utuh”
          Masalah terberat yang harus di hadapi orangtua tunggal adalah kesosongan atau rasa kesepian karna orang yang dicintai pergi meninggalkannya. Apalagi penolong / partner dalam membangun hidup bersama atau pasangan untuk menopang ketika terjatuh sering membuat single parent menjadi cemas, gelisah, kuatir akan hidup ke depan dan itu mempunyai efek perkembangan yang tidak sehat pada anak.
APA YANG SEBAIKNYA DILAKUKAN???
Penyesuaian Diri. Mulailah dengan sikap positif dan fokus pada manfaat dari orangtua tunggal, seperti mengurangi konflik dan ketegangan di dalam rumah.
Anda Adalah Bos. Anda boleh menjadi sahabat bagi anak tapi ingat bahwa tidak selamanya juga untuk mencintai, namun juga harus berani mengatakan tidak dengan menerapkan displin yang konsisten pada anak.
Bijaksana Menyikapi Beban Tugas. Para orangtua tunggal sering kewalahan sendiri menjalankan tanggung jawab, tugas, dan terlalu emosional membesarkan anak-anak mereka. Sikap ini tidak boleh ditunjukkan pada anak Anda karena anak tahu bahwa Anda adalah single parent dan itu menjadi beban emosional masa depan bagi anak.
Berikan Perhatian dan Kasih Sayang. Anak-anak Anda perlu mendengar Anda mencintai mereka dan betapa bangganya Anda. Rasa aman harus terjamin bagi anak Anda. sehingga anak tidak mengkahwatirkan akan hidupnya kedepan nanti bila salah satu orangtuanya yang telah pergi atau meninggal dunia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar