KONFLIK ANTAR SAUDARA YANG BISA DIPERKIRAKAN DAN DICEGAH
Masalah-masalah
yang sering dikeluhkan orangtua mengenai hubungan kakak-adik dalam diri anak-anak mereka, antara lain anak merasa iri
dengan kehadiran bayi dan anak tidak mau berbagi atau meminjamkan mainannya.
Kehadiran
bayi dan kecemburuan kakak setelah beberapa lama menjadi anak tunggal, seorang
anak dapat merasakan kecemburuan besar terhadap kehadiran seorang bayi yang
menjadi adiknya. Anak itu menjadi adiknya. Anak itu menjadi takut kalau-kalau
kasih sayang orangtuanya berubah dan terbagi dengan adiknya. Jika masalah ini
tidak diatasi, anak itu bisa menjadi iri dan membenci adiknya.
Diceritakan
pengalaman seorang ibu yang tidak bisa menngerti mengapa anaknya yang berusia
lima tahun bisa dengan tega menarik rambut adiknya dan memasukkan jarinya ke
lubang hidung adiknya yang masih bayi.
Coba
kita bayangkan khususnya bagi pasangan suami-istri, suatu saat suami Anda berkata bahwa aku mencintai mu dan
ia memutuskan bahwa akan menghadirkan istri baru lagi menyerupai kamu.
Bagaimana reaksi Anda? sangat mungkin kita bereaksi seperi seorang kakak
terhadap adik barunya, bukan?.
APA YANG SEBAIKNYA DILAKUKAN???
Berikut
ini ide-ide untuk menolong kecemburuan anak pada saat kehadiran anggota baru
keluarga, khususnya buat anak balita.
1. Sebelum hari penting tiba, bacakanlah anak
buku-buku tentang bayi pada waktu memilih buku, carilah buku yang menekankan
apa peran kakak terhadap adiknya, kita membuat anak kita tahu bahwa seorang
kakak dalam sebuah buku yang diceritakan itu sangat penting kehadirannya.
2. Melibatkan ayah dalam pengasuhan dapat
meredakan kecemburuan balita semakin dekat kehadiran bayi, sangat bijaksana
jika ayah lebih melibatkan diri dalam tanggung jawab mengasuh anak yang lebih
tua.
3. Anggota keluarga lain (kakek, nenek,
paman/bibi) diharapkan memberi perhatian. Karena anak kita mendapatkan waktu
dari dan bersama anggota keluarga lain.
4. Meminta kenalan / kerabat yang berkunjung
untuk memberikan perhatian pada anak yang lebih tua.
5. Mengungkapkan lewat kata apa yang dirasakan
anak. jika kita melihat anak kita mengentakkan kaki, kita pasti tahu bahwa ia
sedang kecewa dengan mengatakan “Ibu piker kamu sedang sedih karena ibu belum
bermain bersamamu hari ini bukan?” cara lain dengan memeluk atau membuat
beberapa rencana untuk kegiatan bersama yang menyenangkan.
6. Jangan menjadi marah atau kecewa jika terjadi
kemunduran dalam tingkah laku anak. Adalah normal jika anak yang lebih besar
bertingkah laku seperti bayi lagi pada saat mendapatkan anggota keluarga baru.
Kalau anak lima tahun bertingkah seperti bayi memasukkan ibu jari dimulutnya
karena kecemburuannya melihat ibu sangat perhatian mengasuh bayi. Lebih baik
bermain dengan anak Anda seperti ini (pangku anak Anda), (seolah-olah sedang
bermain) katakan “ayo sini bayi kecil, mama kasih susu buat kamu” (tunggu
beberapa menit kemudian) “Wah, anakku sudah besar yaahh sudah bisa makan
sendiri, mandi sendiri, sikat gigi sendiri…wahh hebat anak ku”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar