Sabtu, 18 Oktober 2014

KONFLIK ANTAR SAUDARA YANG BISA DIPERKIRAKAN DAN DICEGAH


KONFLIK ANTAR SAUDARA YANG BISA DIPERKIRAKAN DAN DICEGAH

Masalah-masalah yang sering dikeluhkan orangtua mengenai hubungan kakak-adik dalam diri  anak-anak mereka, antara lain anak merasa iri dengan kehadiran bayi dan anak tidak mau berbagi atau meminjamkan mainannya.
Kehadiran bayi dan kecemburuan kakak setelah beberapa lama menjadi anak tunggal, seorang anak dapat merasakan kecemburuan besar terhadap kehadiran seorang bayi yang menjadi adiknya. Anak itu menjadi adiknya. Anak itu menjadi takut kalau-kalau kasih sayang orangtuanya berubah dan terbagi dengan adiknya. Jika masalah ini tidak diatasi, anak itu bisa menjadi iri dan membenci adiknya.
Diceritakan pengalaman seorang ibu yang tidak bisa menngerti mengapa anaknya yang berusia lima tahun bisa dengan tega menarik rambut adiknya dan memasukkan jarinya ke lubang hidung adiknya yang masih bayi.
Coba kita bayangkan khususnya bagi pasangan suami-istri, suatu saat  suami Anda berkata bahwa aku mencintai mu dan ia memutuskan bahwa akan menghadirkan istri baru lagi menyerupai kamu. Bagaimana reaksi Anda? sangat mungkin kita bereaksi seperi seorang kakak terhadap adik barunya, bukan?. 
APA YANG SEBAIKNYA DILAKUKAN???
Berikut ini ide-ide untuk menolong kecemburuan anak pada saat kehadiran anggota baru keluarga, khususnya buat anak balita. 
1.    Sebelum hari penting tiba, bacakanlah anak buku-buku tentang bayi pada waktu memilih buku, carilah buku yang menekankan apa peran kakak terhadap adiknya, kita membuat anak kita tahu bahwa seorang kakak dalam sebuah buku yang diceritakan itu sangat penting kehadirannya. 
2.    Melibatkan ayah dalam pengasuhan dapat meredakan kecemburuan balita semakin dekat kehadiran bayi, sangat bijaksana jika ayah lebih melibatkan diri dalam tanggung jawab mengasuh anak yang lebih tua. 
3.    Anggota keluarga lain (kakek, nenek, paman/bibi) diharapkan memberi perhatian. Karena anak kita mendapatkan waktu dari dan bersama anggota keluarga lain. 
4.    Meminta kenalan / kerabat yang berkunjung untuk memberikan perhatian pada anak yang lebih tua.  
5.    Mengungkapkan lewat kata apa yang dirasakan anak. jika kita melihat anak kita mengentakkan kaki, kita pasti tahu bahwa ia sedang kecewa dengan mengatakan “Ibu piker kamu sedang sedih karena ibu belum bermain bersamamu hari ini bukan?” cara lain dengan memeluk atau membuat beberapa rencana untuk kegiatan bersama yang menyenangkan. 
6.    Jangan menjadi marah atau kecewa jika terjadi kemunduran dalam tingkah laku anak. Adalah normal jika anak yang lebih besar bertingkah laku seperti bayi lagi pada saat mendapatkan anggota keluarga baru. Kalau anak lima tahun bertingkah seperti bayi memasukkan ibu jari dimulutnya karena kecemburuannya melihat ibu sangat perhatian mengasuh bayi. Lebih baik bermain dengan anak Anda seperti ini (pangku anak Anda), (seolah-olah sedang bermain) katakan “ayo sini bayi kecil, mama kasih susu buat kamu” (tunggu beberapa menit kemudian) “Wah, anakku sudah besar yaahh sudah bisa makan sendiri, mandi sendiri, sikat gigi sendiri…wahh hebat anak ku”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar