Kamis, 30 Oktober 2014

BAGAIMANA CARA MENERTIBKAN ANAK-ANAK ANDA



BAGAIMANA CARA MENERTIBKAN ANAK-ANAK ANDA

Sebagian besar orangtua menertibkan anak-anak mereka dengan cara berteriak, marah, memukul pantat, membatalkan hak-hak istimewa, dan menghukum anak-anak mereka dengan menyuruh mereka masuk ke kamar mereka. Tata tertib dan hukuman tidaklah sama bila digunakan dengan betul, hukuman merupakan bagian kecil dalam keseluruhan proses penertiban.
Displin mencakup segala sesuatu yang kita lakukan sebagai orangtua untuk mengajar anak-anak kita bagaimana membuat keputusan-keputusan secara lebih baik. displin itu mengajarkan anak-anak untuk bertanggungjawab. Jadi displin sama sekali berbeda dengan hukuman.
APA YANG SEBAIKNYA DILAKUKAN???
MENEKANKAN KERJASAMA, BUKAN KEKUASAAN
  Banyak orangtua berpendapat bahwa maksud displin adalah mengendalikan tingkahlaku seorang anak membuat berlaku baik apa pun yang terjadi. Sasaran ini tidak masuk akal dan tak dapat dicapai. Maksud displin bukanlah penguasaan. Maksud displin adalah kerjasama. Kerjasama berarti bahwa Anda memilih berlaku baik karena berlaku baik itu masuk akal. Berperilaku baik rasanya menyenangkan. Celakanya, banyak orangtua meluangkan waktu berjam-jam setiap hari mengejar-ngejar anak-anak mereka keliling rumah sambil mencoba untuk membuat mereka berperilaku.
    Displin seharusnya memberi anak Anda pengalaman belajar. “Apa yang bisa dilakukan agar ia dapat belajar dari masalah ini, agar ia tidak melakukannya lagi?” Anda menghendaki anak perempuan Anda membereskanya sendiri. “Elena, Ibu senang kamu sudah bisa menyiapkan makan siangmu sendiri. Tapi ibu kecewa karena kamu meninggalkan meja berantakan. Ibu tahu kamu bisa berbuat lebih baik. Tolong kamu bersihkan. Beritahu ibu kalau kamu perlu bantuan.” Dengan ini Anda mencoba mengendalikan tingkah laku anak Anda dan mencoba membesarkan hati anak Anda untuk mengendalikan tingkahlakunya sendiri.
       Anda harus mengandalkan kerjasama dan kepercayaan. Terlebih kaum remaja Ada perlu bekerjasama dengan ide-ide Anda tentang apa yang benar dan apa yang salah. Anda harus mengandalkan mereka membuat keputusan-keputusannya itu sendiri.
MEMBERI PILIHAN-PILIHAN KEPADA ANAK-ANAK
Sejumlah orangtua membuat terlalu banyak keputusan bagi anak-anak mereka. Mereka ingin melindungi anak-anak mereka  dari keputusan yang salah. Mereka ingin menjaga anak mereka agar terhindar dari sesuatu yang menyakitkan. Tetapi tindakan itu merampas kesempatan belajar anak Anda. kesan ini kepada anak Anda bahwa ia tidak mampu membuat keputusan sendiri. Renungkanlah pilihan-pilihan, kaidah-kaidah dan kegiatan-kegiatan anak Anda dalam tiga cara. Ada hal-hal yang diwajibkan : lulus ujian, membantu melakukan pekerjaan rumahtangga. Ada yang dapat dirundingkan : jam malam, nonton televise, dandan, makanan kecil.  Ada yang dapat diberi kewenangan penuh dalam pilihan-pilihan tertentu : olahraga, music dan kegiatan-kegiatan sekolah. Sewaktu-waktu anak-anak menjadi matang dan menunjukkan tanggungjawab lebih banyak. Anda bisa memberi hak-hak istimewa kepada anak Anda yang lebih tua “Kamu lebih tua tiga tahun, Ayah berharap kamu lebih giat dalam belajar agar kamu sukses dan berhasil dan membahagiakan orang-orang disekelilingi Anda”. harapan-harapan yang lebih tinggi butuh perangsang yang lebih tinggi. Biarkan anak-anak yang lebih tua tidur lebih lambat, lebih banyak uang saku, lebih banyak kegiatan. Ini mendorong mereka untuk terus berperilaku secara bertanggungjawab dan membuat keputusan-keputusan yang lebih baik. Mereka menganggap Anda bijaksana.

            Sampai disini dulu yahhh..selamat berjuang dalam mendidik anak-anak Anda sebagai generasi penerus bangsa yang kuat dan cerdas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar