Rabu, 08 Oktober 2014

MEMPERLIHATKAN CONTOH BERANI MENGAKUI KESALAHAN


MEMPERLIHATKAN CONTOH BERANI
MENGAKUI KESALAHAN

     Sebagai orangtua, kita mengusahakan yang terbaik dalam memberikan contoh kepada anak, namun kita adalah manusia biasa yang tak luput dari kesalahan. Terkadang, tanpa sengaja, kita melakukan atau mengatakan sesuatu yang menyakiti anaka. Pada saat hal ini terjadi, beranilah mengaku kepada anak bahwa kita telah berbuat kesalahan dan MEMINTA MAAF. Anak bisa melihat ibu-bapaknya sugguh bersikap jujur dan tulus serta apa adanya terhadap mereka. Mereka akan menghargai kejujuran tersebut, akan menghargai kerendahan hati orangtuanya. Sebaliknya, bila kita tidak meminta maaf, anak akan merasa sakit hati kian kuat yang mengarah pada rasa marah serta menarik diri dari hubungan dengan orangtuanya. Di dalam batinnya ia akan mencap orangtuanya sebagai manusia munafik serta tidak jujur, kendati ia tak mampu mengatakannya secara terbuka.
     Beberapa orangtua beranggapan meminta maaf sama saja dengan menunjukkan kelemahan dan merendahkan derajatnya sendiri. Orangtua yang lain merasa meminta maaf akan mengurangi wibawa mereka sebagai orangtua yang memegang kekuasaan. Sikap-sikap demikian itu kurang tepat. Orangtua yang berjiwa besar untuk mengakui kesalahannya adalah guru yang baik dalam mengajarkan kepada anak bahwa integritas pribadi lebih penting daripada selalu merasa diri paling benar.  Maka sikap gengsi, menjaga wibawa yang menghasilkan kebingungan pada anak, yang mengajarkan ketidakjujuran, ketidakbenaran pada anak, ketidaksesuaian antara didikan dan perbuatan pada anak, hanya akan merusak suara hati anak, mengaburkan nurani moral mereka.
       Bisa jadi kita tidak mau minta maaf karena kita merasa malu mengakui kita telah berbuat kesalahan. Hal ini berlaku umum dalam masyarakat tempat kita mengalami bahwa melakukan kesalahan adalah hal yang memalukan.
APA YANG SEBAIKNYA DILAKUKAN???
Kesalahan adalah kesempatan baik untuk belajar
     Dengan demikian akan lebih mudah bagi kita untuk menerima tanggung jawab atas kekeliruan yang telah kita perbuat. Ada tiga cara yang baik untuk menunjukkan kita memiliki jiwa besar pada saat membuat kesalahan.
1. Penyadaran : “Wow! Saya berbuat kekeliruan.”
2. Penyesalan : “Maaf, saya salah; sekali lagi, saya minta maaf.”
3. Pemecahan Masalah : “Ayo, kita mencari jalan keluar bersama-sama”
Tulus
      Mengakui kesalahan dan mengakui ketidaktahuan atau ketidakmampuan secara tulus di depan anak justru akan membangkitkan semangat kejujuran dan ketulusan dalam diri anak. sikap jujur kita akan menjadi pintu bagi anak untuk menjadi jujur dan memungkinkan ia mengakui kekurangannya, kesalahanya, keluarga, sedangkan kepura-puraan, kemuninafikan, kecenderungan memakai topeng dapat disingkirkan sejak masa kecil anak.
     Hidup sehari-hari ditandai banyak kekeliruan, kekhilafan. Sikap positif yang dapat membantu kita agar hal-hal ini tidak menjadi bom yang dapat meledak serta merusak bangunan hidup rukun adalah dengan mengembangkan sikap berani mengakui kesalahan, memohon maaf secara terbuka, dan mencari jalan keluar bersama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar