Sabtu, 19 April 2014

KIDS STRONG FROM HOME



Edisi Pertama
Pengantar
Syalom.....
       Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya menjadi
Anak yang manis, yang tidak suka melawan atau menurut saja. Tapi  pada kenyataannya, terkadang atau bahkan sering, anak kita melakukan tindakan sebaliknya; tidak bisa duduk tenang, suka melawan, tidak mau diatur.
       Sebaliknya dari sisi anak, mereka seringkali mengahapi orang tua yang tidak konsisten dengan ucapan mereka sendiri seperti melarang anak berbohong, tapi justru orang tua mengatakan kepada anak ketika tamu datang “katakan..ya bapa tidak ada dirumah”, padahal orang tua sendiri telah mengajarkan anak berbohong kecil, dan seringkali anak mendapat perlakuan tidak hormat dari keluarga.
       Anak adalah cerminan orang tua, apa yang dilakukan orang tua, itu yang ditiru oleh anak-anaknya.
       Berdasarkan pengalaman studi saya di Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri Kupang, saya mempelajari perkembangan psikologi anak, masalah perkembangan anak, perkembangan emosional anak dan cara tepat dalam mendidik anak. Saya menyajikan tulisan ini secara khusus untuk para orang tua yang susah mengatur anaknya dirumah, di lengkapi juga dengan tema menarik dan contoh-contoh kehidupan orang tua-anak dan disertai dengan firman Tuhan sebagai kekuatan iman bagi orang tua dalam mendidik anak.
Selamat Membaca...Tuhan Yesus Memberkati
    
      Penulis

  Astian Leba
  (Guru PAR )


                               Memberikan Julukan yang Buruk

       Beberapa contoh julukan pada anak, si gendut, si lemot, si cengeng, si bontot, biang kerok, anak bawel, atau bule kampong untuk seorang albino, sangat memberikan dampak negatif sangat memberikan dampak negatif bagi psikologi.
Kebiasaan memberikan julukan-julukan buruk pada anak bisa mengakibatkan rasa rendah diri, tidak percaya diri/minder, kebencian juga perlawanan. Adakalanya anak ingin membuktikan kehebatan julukan atau gelar tersebut pada orang tua. Misalnya anak diberi julukan biang kerok, maka ia akan berpikir bahwa apa yang diperbuatnya tidaklah keliru karena memang dia adalah biang kerok.

Apa yang Sebaiknya kita lakukan ?
       Gantilah segera julukan-julukan buruk dengan yang baik seperti, anak baik, anak hebat, anak bijaksana, dan jika kita tidak menemukan ganti julukan yang baik, cukup panggil dengan nama panggilan yang disukainya saja. Cobalah kita tanya pada anak kita, panggilan apa yang dia sukai. Anak pasti akan lebih menyukai kita. Seperti misalnya : Anak Papa yang hebat ko..hari ini tidak rapikan tempat tidur..jangan pakai kata, anak malas /anak babi yang identik dengan malas..itu hanya membuat dia jengkel dan mengulangi perbuatannya lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar