Edisi Pertama
Pengantar
Syalom.....
Setiap orang tua pasti
menginginkan anaknya menjadi
Anak yang manis, yang tidak suka
melawan atau menurut saja. Tapi pada
kenyataannya, terkadang atau bahkan sering, anak kita melakukan tindakan
sebaliknya; tidak bisa duduk tenang, suka melawan, tidak mau diatur.
Sebaliknya
dari sisi anak, mereka seringkali mengahapi orang tua yang tidak konsisten
dengan ucapan mereka sendiri seperti melarang anak berbohong, tapi justru orang
tua mengatakan kepada anak ketika tamu datang “katakan..ya bapa tidak ada
dirumah”, padahal orang tua sendiri telah mengajarkan anak berbohong kecil, dan
seringkali anak mendapat perlakuan tidak hormat dari keluarga.
Anak
adalah cerminan orang tua, apa yang dilakukan orang tua, itu yang ditiru oleh
anak-anaknya.
Berdasarkan
pengalaman studi saya di Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri Kupang, saya
mempelajari perkembangan psikologi anak, masalah perkembangan anak,
perkembangan emosional anak dan cara tepat dalam mendidik anak. Saya menyajikan
tulisan ini
secara khusus untuk para orang tua yang susah mengatur anaknya dirumah, di
lengkapi juga dengan tema menarik dan contoh-contoh kehidupan orang
tua-anak dan disertai dengan firman Tuhan sebagai kekuatan iman bagi orang tua
dalam mendidik anak.
Selamat
Membaca...Tuhan Yesus Memberkati
Penulis
Astian
Leba
(Guru PAR )
Memberikan Julukan yang Buruk
Beberapa
contoh julukan pada anak, si gendut, si lemot, si cengeng, si bontot, biang
kerok, anak bawel, atau bule kampong untuk seorang albino, sangat memberikan
dampak negatif sangat memberikan dampak negatif bagi psikologi.
Kebiasaan memberikan julukan-julukan buruk pada anak bisa mengakibatkan
rasa rendah diri, tidak percaya diri/minder, kebencian juga perlawanan.
Adakalanya anak ingin membuktikan kehebatan julukan atau gelar tersebut pada
orang tua. Misalnya anak diberi julukan biang kerok, maka ia akan berpikir
bahwa apa yang diperbuatnya tidaklah keliru karena memang dia adalah biang
kerok.
Apa yang Sebaiknya kita lakukan ?
Gantilah segera julukan-julukan buruk dengan yang baik seperti, anak
baik, anak hebat, anak bijaksana, dan jika kita tidak menemukan ganti julukan
yang baik, cukup panggil dengan nama panggilan yang disukainya saja. Cobalah
kita tanya pada anak kita, panggilan apa yang
dia sukai. Anak pasti akan lebih menyukai kita. Seperti misalnya : Anak Papa
yang hebat ko..hari ini tidak rapikan tempat tidur..jangan pakai kata, anak
malas /anak babi yang identik dengan malas..itu hanya membuat dia jengkel dan
mengulangi perbuatannya lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar