Rabu, 23 April 2014

Anak Bergaul (Bolehkah???)

Lingkungan merupakan tempat kedua setelah keluarga tumbuh kembang anak, karna lingkungan menyediakan sejuta warna sebagai tempat bereksplorasi dengan alam, sosialisasi, pembentukan karakter dll. Lingkungan yang ramai, berbagai macam karakter dan latar belakang tiap orang, membuat sebagian orang berpikir bahwa lingkungan sangat ditakuti. Karna anggapan sebagian orangtua bahwa lingkungan itu, tidak baik..bahkan merusak moral anak. Lantas orangtua belum bisa membiarkan lingkungan menjadi tempat hunian anak untuk tumbuh dan berkembang. Orang tua takut anaknya terjerumus ke lingkungan yang buruk, atau tidak boleh bergaul dengan anak-anak yang nakal, nanti disakiti atau dipukulin teman. (Hal ini wajar)…No Problem Tapi, perlu diingat oleh orang tua, bahwa jikalau anak tidak diberi kesempatan untuk membangun relasi sosial dengan teman-teman sebayanya di lingkungannya. Ada sejumlah efek besar terhadap perkembangan anak. Usia 0-12 Bulan : Takut Orang Asing Si kecil menganggap lingkungannya tidak aman, sehingga ia takut dengan orang asig atau tidak mau bersentuhan dengan orang yang baru dikenalnya. Usia 1-2 Tahun : Perkembangan Tak Optimal Tanpa interaksi sosial, anak tidak bisa belajar kosakata baru dari teman-temannya, tak bisa meakukan permainan yang sangat baik dengan teman sebaya dan sulit berbagi. Usia 3-5 Tahun : Pribadi Pasif Ingin main sendiri dan enggan melakukan permainan yang bersifat kelompok; sulit berkomunikasi, kerja samanya kurang, lebih mengutamakan kepentingan individu. Usia 6-8 Tahun : Tak Bisa Bermain Dalam Tim Kalaupun terpaksa, ia susah untuk menunjukkan identitasnya, sulit berinteraksi. Usia 9-12 Tahun : Relasi Sosial Terbatas Anak bisa dijahui kelompoknya. Ia hanya mengenal teman-teman yang sangat dekat. Ia mengalami kesulitan saat mengatur kelompoknya. Idenya sering didiamkan, dikkubur dalam-dalam karna tak bisa diungkapkan. Di Larang Bergaul Tiga penyebab utama orangtua tidak melarang anaknya bergaul : 1 Takut anak terjurumus ke lingkungan buruk (bergaul dengan anak2 berandalan, pemabuk). 2 Takut akan keselamatan anak / risiko yang terjadi di luar (seperti kecelakaan). 3 Karna anak kesayangan atau anak tunggal. (orang tua tidak mau kehilangan anaknya). Apa yang sebaiknya dilakukan ? Sebagai mahkluk sosial, kita wajib berinteraksi dan bersosialisasi dengan lingkungan. Ajaklah ia bertetangga dan biarlah ia bermain bersama-sama dengan anak-anak tetangga yang sebaya. Lakukan berbagai permainan bersama, seperti sepak bola, bola bakset, bersepeda, dan lain2. Sehingga anak bisa berinteraksi, termasuk orang yang baru dikenalnya. Jika lingkungannya tidak nyaman, bahwa saja anak ke taman bermain anak-anak, atau ke tempat saudara yang punya anak. Ajarkan etika bergaul agar anak sukses mengarungi dunia pergaulan. Kejujuran, saling menolong, bekerja sama. Empati merupakan kunci agar anak disenangi teman-temannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar