BAGAIMANA CARA MENERTIBKAN ANAK-ANAK ANDA
Sebagian
besar orangtua menertibkan anak-anak mereka dengan cara berteriak, marah,
memukul pantat, membatalkan hak-hak istimewa, dan menghukum anak-anak mereka
dengan menyuruh mereka masuk ke kamar mereka. Tata tertib dan hukuman tidaklah
sama bila digunakan dengan betul, hukuman merupakan bagian kecil dalam
keseluruhan proses penertiban.
Displin
mencakup segala sesuatu yang kita lakukan sebagai orangtua untuk mengajar
anak-anak kita bagaimana membuat keputusan-keputusan secara lebih baik. displin
itu mengajarkan anak-anak untuk bertanggungjawab. Jadi displin sama sekali
berbeda dengan hukuman.
APA YANG SEBAIKNYA DILAKUKAN???
MENEKANKAN KERJASAMA, BUKAN KEKUASAAN
Banyak orangtua berpendapat bahwa
maksud displin adalah mengendalikan tingkahlaku seorang anak membuat berlaku
baik apa pun yang terjadi. Sasaran ini tidak masuk akal dan tak dapat dicapai.
Maksud displin bukanlah penguasaan. Maksud displin adalah kerjasama.
Kerjasama berarti bahwa Anda memilih berlaku baik karena berlaku baik
itu masuk akal. Berperilaku baik rasanya menyenangkan. Celakanya, banyak
orangtua meluangkan waktu berjam-jam setiap hari mengejar-ngejar anak-anak
mereka keliling rumah sambil mencoba untuk membuat mereka berperilaku.
Displin seharusnya memberi anak Anda
pengalaman
belajar. “Apa yang bisa dilakukan agar ia dapat belajar dari masalah
ini, agar ia tidak melakukannya lagi?” Anda menghendaki anak perempuan Anda
membereskanya sendiri. “Elena, Ibu senang
kamu sudah bisa menyiapkan makan siangmu sendiri. Tapi ibu kecewa karena kamu
meninggalkan meja berantakan. Ibu tahu kamu bisa berbuat lebih baik. Tolong
kamu bersihkan. Beritahu ibu kalau kamu perlu bantuan.” Dengan ini Anda
mencoba mengendalikan tingkah laku anak Anda dan mencoba membesarkan hati anak
Anda untuk mengendalikan tingkahlakunya sendiri.
Anda harus mengandalkan kerjasama
dan kepercayaan. Terlebih kaum remaja Ada perlu bekerjasama dengan ide-ide Anda
tentang apa yang benar dan apa yang salah. Anda harus mengandalkan mereka
membuat keputusan-keputusannya itu sendiri.
MEMBERI PILIHAN-PILIHAN KEPADA ANAK-ANAK
Sejumlah orangtua
membuat terlalu banyak keputusan bagi anak-anak mereka. Mereka ingin melindungi
anak-anak mereka dari keputusan yang
salah. Mereka ingin menjaga anak mereka agar terhindar dari sesuatu yang
menyakitkan. Tetapi tindakan itu merampas kesempatan belajar anak Anda. kesan
ini kepada anak Anda bahwa ia tidak mampu membuat keputusan sendiri.
Renungkanlah pilihan-pilihan, kaidah-kaidah dan kegiatan-kegiatan anak Anda
dalam tiga cara. Ada hal-hal yang
diwajibkan : lulus ujian, membantu melakukan pekerjaan rumahtangga. Ada yang
dapat dirundingkan : jam malam, nonton televise, dandan, makanan kecil. Ada yang dapat diberi kewenangan penuh dalam
pilihan-pilihan tertentu : olahraga, music dan kegiatan-kegiatan sekolah.
Sewaktu-waktu anak-anak menjadi matang dan menunjukkan tanggungjawab lebih
banyak. Anda bisa memberi hak-hak istimewa kepada anak Anda yang lebih tua “Kamu lebih tua tiga tahun, Ayah berharap
kamu lebih giat dalam belajar agar kamu sukses dan berhasil dan membahagiakan
orang-orang disekelilingi Anda”. harapan-harapan
yang lebih tinggi butuh perangsang yang lebih tinggi. Biarkan
anak-anak yang lebih tua tidur lebih lambat, lebih banyak uang saku, lebih
banyak kegiatan. Ini
mendorong mereka untuk terus berperilaku secara bertanggungjawab dan membuat
keputusan-keputusan yang lebih baik. Mereka menganggap Anda bijaksana.
Sampai disini
dulu yahhh..selamat berjuang dalam mendidik anak-anak Anda sebagai generasi
penerus bangsa yang kuat dan cerdas.